Oleh: Stefanus Satu
Tangal
23 Juli setiap tahun secara nasional dirayakan Hari Anak Nasional ( HAN ).
Perayaan HAN tahun 2025 merupakan perayaan yang ke 41 terhitung sejak tahun
1984, yaitu sejak ditetapkannya Keputusan Presiden ( Keppres ) Nomor 44 Tahun 1984
tentang penetapan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.
Hari Anak Nasional tahun
2025 dirayakan dengan mengusung tema utama “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju
Indonesia Emas 2045” dengan tagline Anak Indonesia Bersaudara.
Hari
Anak Nasional adalah momen yang tepat untuk merayakan potensi dan kreativitas
anak-anak Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak memiliki peran
penting dalam membentuk masa depan negara. Namun, banyak anak yang masih terjebak
dalam kemalasan dan kurangnya motivasi untuk mengembangkan potensi diri. Oleh
karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana kreativitas dapat
membantu mengalahkan kemalasan dan meningkatkan motivasi anak-anak. Apa
persoalannya?
Fenomena
yang terjadi dan dimiliki oleh anak anak millennium sekarang adalah berusaha
untuk selalu berada pada zona nyaman. Zona yang tidak banyak tuntutan, tidak
visioner dan berusaha menghindar dari tantangan atau
pasrah pada keadaan. Belum mampu menemukan alternatif solusi atas problematic
hidup yang dihadapinya Dengan kata lain
belum memiliki cara berpikir kreatif dan inovatif.
Pada
sisi lain dunia terus berkembang dan perubahan perubahan tidak terbendung dari
waktu ke waktu. Kemampuan seperti pengetahuan, keterampilan serta sikap dan perilaku yang baik untuk dapat memenangkan kompetisi semakin
dibutuhkan. Memiliki cara berpikir yang terus bertumbuh ( grouth Mainset) dan berpikir divergen menjadi sinyal kuat
mampu bergerak maju melawan tantangan jaman
serta tidak tergilas roda-roda perubahan yang terus menggelinding.
Kreativitas sebagai Solusi
Kreativitas
adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan inovatif. Demikian
pendapat J.P. Guilford yang ditulis
dalam artikelnya yang berjudul
"Creativity" yang dipublikasikan dalam American Psychologist pada
tahun 1950. Dikatakan bahwa kreativitas melibatkan kemampuan untuk menghasilkan
banyak ide baru dan unik, serta kemampuan untuk berpikir divergen (berpikir
yang menghasilkan banyak kemungkinan jawaban). Hal yang sama disampaikan juga
oleh Paul Torrance, dalam bukunya berjudul "Guiding Creative Talent"
yang diterbitkan pada tahun 1962. Torrance
mendefinisikan kreativitas sebagai proses yang melibatkan kepekaan terhadap
masalah, kemampuan untuk menghasilkan banyak ide, dan kemampuan untuk
mengembangkan dan menguji ide-ide tersebut.
Dengan kreativitas, anak-anak dapat
mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Kreativitas juga dapat membantu anak-anak mengatasi kemalasan dan meningkatkan
motivasi untuk belajar. Ketika anak-anak terlibat dalam aktivitas kreatif,
mereka dapat merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mencapai tujuan.
Kreatifitas
bukan bawaan lahir. Kreatifitas bisa dilatih dan dikembangkan. Ada banyak cara
yang bisa dilakukan untuk melatih dan mengembangkan kreatifitas, seperti
berikut,
1).
Berpikir Divergen, yaitu kemampuan untuk
menghasilkan banyak ide dan solusi yang berbeda-beda. Melatih berpikir divergen
dapat dilakukan cara seperti brainstorming, mind mapping, atau
membuat daftar ide-ide yang terkait dengan topik tertentu, 2).Mengembangkan
Rasa Ingin Tahu. Rasa ingin tahu yang kuat dapat membantu untuk mengembangkan kreativitas. Memupuk rasa
ingin tahu dapat dilakukan dengan
membaca buku, menonton film dokumenter, atau menghadiri seminar dan workshop
yang terkait dengan topik yang diminati, 3). Berlatih Membuat Sesuatu yang Baru.
Membuat sesuatu yang baru dapat membantu untuk mengembangkan kreativitas. Misalnya
dengan mencoba membuat kerajinan tangan,
menulis cerita pendek, atau membuat lagu, 4). Mengambil Risiko. Mengambil
risiko dapat membantu untuk mengembangkan
kreativitas. Mencoba melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti mengikuti
kompetisi atau mempresentasikan ide-ide kepada orang lain, 5). Berkolaborasi
dengan Orang Lain. Berkolaborasi dengan orang lain dapat membantu untuk mengembangkan
kreativitas. Misalnya bergabung dengan kelompok diskusi atau tim proyek yang
terkait dengan topik yang diminati, 6). Mengembangkan Kemampuan Mengamati. Kemampuan
mengamati yang baik dapat membantu untuk mengembangkan kreativitas. Mmelatih
kemampuan mengamati dapat dilakukan dengan memperhatikan detail-detail kecil
dalam lingkungan sekitar kita, 7). Memberikan Waktu untuk Beristirahat. Memberikan
waktu untuk beristirahat dapat membantu untuk mengembangkan kreativitas. Mengambil
waktu untuk relaksasi dan memulihkan energy merupakan cara yang dapat membantu
melatih dan mengembangkan kreatifitas. 8). Anak-anak perlu diberikan kesempatan
untuk bereksperimen dan mencoba hal-hal baru, 9). Anak-anak perlu didorong
untuk berpikir kritis dan mencari solusi untuk masalah yang dihadapi. Kreativitas dapat dikembangkan dengan latihan
dan pengalaman yang terus-menerus.
Kreatifitas
yang tinggi bermanfaat untuk : 1). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis:
Kreativitas dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis
dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, 2). Meningkatkan motivasi:
Kreativitas dapat membantu anak-anak meningkatkan motivasi untuk belajar dan
mencapai tujuan. 3). Meningkatkan kepercayaan diri: Kreativitas dapat membantu
anak-anak meningkatkan kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan untuk
mengambil risiko.
Kesimpulan
Kreativitas
adalah kunci untuk mengalahkan kemalasan dan meningkatkan motivasi anak-anak.
Dengan mengembangkan kreativitas, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan
berpikir kritis, meningkatkan motivasi, dan mengembangkan potensi diri. Oleh
karena itu, penting bagi kita untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak
untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan potensi diri. Mari kita
merayakan Hari Anak Nasional dengan mempromosikan kreativitas dan meningkatkan
potensi anak-anak Indonesia menuju Anak Indonesia Hebat.
Stefanus Satu, S.Pd. Guru di SMKN 1 Labuan
Bajo. Alamat Rumah : Jalan Jati Putih, Desa Batu Cermin, Labuan Bajo


