Jumat, 03 April 2026

KISI-KISI SOAL

 

SUMATIF HARIAN

Kurikulum Merdeka

SMK Kelas 11 - SMKN 1 Labuan Bajo

Topik: Kegiatan Produksi


KISI-KISI SOAL

No

Indikator

Level Kognitif

Tingkat Kesulitan

Bentuk Soal

1

Siswa mampu menciptakan solusi kreatif terhadap masalah limbah produksi.

C6

mudah

pg

2

Siswa mampu menganalisis hubungan antar faktor produksi dalam peta konsep.

C4

mudah

pg

3

Siswa mampu menganalisis dampak integrasi teknologi modern dalam proses produksi.

C4

sedang

pg

4

Siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis pemborosan dalam sistem produksi.

C4

mudah

pg

5

Siswa mampu mengevaluasi solusi teknis untuk masalah kualitas hasil produksi.

C5

sedang

pg

6

Siswa mampu merancang urutan proses produksi yang logis untuk produk kreatif.

C6

sedang

pg

7

Siswa mampu menganalisis tahapan dalam perencanaan dan pengendalian produksi.

C4

sedang

pg

8

Siswa mampu mengevaluasi risiko dari berbagai strategi sistem produksi.

C5

sedang

pg

9

Siswa mampu menganalisis masalah kolaborasi dalam tim produksi.

C4

sedang

pg

10

Siswa mampu merumuskan strategi produksi yang sesuai dengan target pasar.

C6

sedang

pg

11

Siswa mampu menganalisis data produksi untuk meningkatkan efisiensi.

C4

sulit

pg

12

Siswa mampu mengevaluasi peran teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan produksi.

C5

sulit

pg

13

Siswa mampu merancang solusi strategis terhadap kendala biaya produksi.

C6

sulit

pg

14

Siswa mampu mengevaluasi penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam produksi.

C5

mudah

pg

15

Siswa mampu menganalisis siklus pengembangan produk kreatif.

C4

sedang

pg

1

Siswa mampu menganalisis kendala dalam alur proses produksi.

C4

sedang

isian

2

Siswa mampu mengidentifikasi konsep efisiensi dalam produksi.

C4

mudah

isian

3

Siswa mampu menganalisis tahapan pengembangan produk.

C4

sedang

isian

4

Siswa mampu mengidentifikasi instrumen penjamin mutu produksi.

C4

mudah

isian

5

Siswa mampu mengevaluasi rasio efisiensi dalam kegiatan produksi.

C5

sulit

isian

1

Siswa mampu menganalisis sumber daya produksi (5M) dalam konteks kewirausahaan.

C4

mudah

essay

2

Siswa mampu mengevaluasi penerapan sistem produksi tertentu pada skala usaha berbeda.

C5

sedang

essay

3

Siswa mampu menganalisis dampak teknologi terhadap faktor-faktor produksi.

C4

sedang

essay

4

Siswa mampu merancang rencana produksi yang inovatif dan berwawasan lingkungan.

C6

sulit

essay

5

Siswa mampu menganalisis pentingnya pengendalian mutu dalam siklus produksi.

C4

sedang

essay

 

Mengetahui,
Kepala Sekolah



____________________

__________, __________
Guru Mata Pelajaran



Stefanus Satu, S.Pd

 

SUMATIF HARIAN

 

                                                                SMKN 1 Labuan  Bajo

Kurikulum Merdeka

Mata Pelajaran Kreativitas Inovasi Kewirausahaan

Kelas XI AKL

Topik: Kegiatan Produksi


SOAL

Bagian 1. Pilihan Ganda (15 soal)

1. Sebuah UMKM kerajinan bambu di Desa Sukamaju mengalami peningkatan pesat dalam permintaan ekspor. Namun, pemilik menyadari bahwa limbah potongan bambu semakin menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar. Berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainability), tindakan kreatif apa yang paling tepat dilakukan oleh wirausahawan tersebut?

A. Membakar limbah bambu setiap malam agar tidak menumpuk di area produksi.

B. Membayar pihak ketiga untuk membuang limbah ke tempat pembuangan akhir.

C. Mengolah limbah bambu menjadi produk briket atau kerajinan aksesoris kecil.

D. Mengurangi jumlah produksi agar limbah yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

E. Menimbun limbah bambu di dalam tanah agar membusuk secara alami.

2. Perhatikan peta konsep mengenai faktor-faktor produksi di bawah ini! Bagian yang kosong pada nomor (1) dan (2) secara berurutan adalah...

Peta konsep 'Faktor Produksi' dengan cabang utama: 1. Alam, 2. [?], 3. Modal, 4. [?]. Keempat cabang ini bermuara pada kotak 'Output Produksi'.

A. Uang dan Mesin

B. Tenaga Kerja dan Kewirausahaan

C. Bahan Baku dan Distribusi

D. Pemasaran dan Manajemen

E. Teknologi dan Informasi

3. Seorang produsen sepatu olahraga memutuskan untuk menggunakan teknologi 3D Printing dalam pembuatan sol sepatu custom. Analisislah apa dampak utama dari penggunaan teknologi ini terhadap alur produksi dibandingkan dengan metode cetak manual tradisional!

A. Meningkatkan biaya bahan baku secara signifikan karena material plastik mahal.

B. Memperpanjang waktu produksi karena mesin 3D printer bekerja sangat lambat.

C. Memungkinkan personalisasi produk secara massal (mass customization) dengan efisiensi tinggi.

D. Menghilangkan kebutuhan akan tenaga kerja manusia di seluruh departemen.

E. Membatasi kreativitas desain karena keterbatasan kemampuan mesin cetak.

4. Dalam sistem produksi 'Lean Manufacturing', pemborosan (waste) harus diminimalisir. Jika sebuah pabrik garmen memproduksi pakaian dalam jumlah besar melampaui pesanan yang masuk karena mengejar target efisiensi mesin, jenis pemborosan apa yang sedang terjadi?

A. Defect (Produk cacat)

B. Over-processing (Proses berlebihan)

C. Inventory (Persediaan menumpuk)

D. Overproduction (Produksi berlebihan)

E. Waiting (Waktu tunggu)

5. Sebuah startup kuliner memproduksi keripik buah dengan kemasan plastik biasa. Setelah satu bulan, mereka menerima komplain bahwa keripik menjadi cepat melempem. Evaluasilah langkah produksi mana yang paling efektif untuk memperbaiki kualitas produk tersebut!

A. Menambah jumlah bahan pengawet kimia ke dalam keripik buah.

B. Mengganti kemasan menjadi aluminium foil dengan sistem vacuum sealing.

C. Menurunkan harga jual agar produk lebih cepat habis di tangan konsumen.

D. Meningkatkan suhu penggorengan agar keripik lebih keras dan tahan lama.

E. Memperpendek masa kadaluarsa pada label kemasan tanpa mengubah proses.

6. Anda diminta untuk merancang alur produksi untuk produk fashion 'reworked denim' (pakaian baru dari jeans bekas). Urutan langkah produksi yang paling logis dan kreatif untuk memastikan kualitas dan keunikan produk adalah...

A. Penjahitan - Pemotongan - Pembersihan bahan - Desain - Finishing

B. Pembersihan bahan - Desain - Pemotongan - Penjahitan - Quality Control

C. Desain - Penjahitan - Pembersihan bahan - Pemotongan - Pemasaran

D. Pemotongan - Penjahitan - Desain - Quality Control - Pembersihan

E. Pemasaran - Pembersihan - Desain - Penjahitan - Pengemasan

7. Lengkapilah peta konsep mengenai tahapan perencanaan produksi (Production Planning) berikut ini agar menjadi alur yang benar!

Peta konsep alur produksi: Routing -> [1] -> [2] -> Follow-up.

A. 1) Scheduling, 2) Dispatching

B. 1) Marketing, 2) Selling

C. 1) Budgeting, 2) Financing

D. 1) Designing, 2) Branding

E. 1) Recruiting, 2) Training

8. Sebuah perusahaan furnitur ingin beralih dari produksi massal ke sistem 'Make to Order' (produksi hanya saat ada pesanan). Evaluasilah risiko utama yang mungkin dihadapi perusahaan dalam proses produksinya!

A. Gudang akan penuh dengan penumpukan barang jadi yang tidak laku.

B. Waktu tunggu (lead time) pelanggan menjadi lebih lama dibandingkan produk ready stock.

C. Biaya bahan baku akan menjadi lebih murah karena membeli dalam jumlah sedikit.

D. Kreativitas pengrajin akan menurun karena hanya mengikuti pesanan.

E. Perusahaan tidak membutuhkan lagi bagian quality control.

9. Dalam memproduksi konten digital sebagai produk kreatif, kolaborasi antar tim (Communication & Collaboration) sangat krusial. Jika terjadi ketidaksesuaian antara hasil editor video dengan naskah yang dibuat scriptwriter, tahap produksi mana yang perlu diperbaiki?

A. Tahap distribusi konten ke media sosial.

B. Tahap pra-produksi (briefing dan sinkronisasi konsep).

C. Tahap penganggaran (budgeting) peralatan.

D. Tahap pencarian sponsor atau investor.

E. Tahap pemilihan platform penyiaran.

10. Seorang wirausahawan muda ingin memproduksi tas dari serat alam. Ia memiliki dua pilihan: (1) Menggunakan mesin otomatis dengan hasil seragam, atau (2) Menggunakan alat tenun tradisional (ATBM) dengan hasil yang memiliki nilai seni tinggi namun lambat. Jika target pasarnya adalah kolektor seni luar negeri, pilihlah strategi produksi yang paling tepat!

A. Menggunakan mesin otomatis agar bisa memproduksi ribuan tas dalam sehari.

B. Menggunakan ATBM karena nilai eksklusivitas dan 'storytelling' produk lebih dihargai pasar seni.

C. Menggunakan bahan sintetis agar lebih mudah dijahit dengan mesin otomatis.

D. Menghentikan produksi karena kedua metode tersebut memiliki risiko kerugian.

E. Mengimpor tas jadi dari luar negeri lalu menempelkan label brand sendiri.

11. Perhatikan data produksi harian PT Maju Jaya: Input Bahan Baku 100kg, Produk Jadi Layak Jual 85kg, Produk Cacat 10kg, Limbah Proses 5kg. Analisislah langkah apa yang paling kritis untuk meningkatkan efisiensi produksi perusahaan tersebut!

A. Meningkatkan input bahan baku menjadi 200kg agar produk jadi bertambah.

B. Melakukan evaluasi pada tahap proses untuk menekan angka produk cacat (10kg).

C. Menjual limbah proses (5kg) dengan harga murah ke pasar tradisional.

D. Mengurangi jumlah tenaga kerja agar biaya operasional menurun.

E. Mengganti jenis produk yang diproduksi dengan bahan baku yang lebih murah.

12. Dalam era Industri 4.0, seorang pengusaha roti mulai mengintegrasikan sensor IoT (Internet of Things) pada oven produksinya untuk memantau suhu secara real-time dari ponselnya. Evaluasilah bagaimana inovasi ini mempengaruhi karakter 'Critical Thinking' dalam pengelolaan produksi!

A. Membuat pengusaha menjadi malas karena semua sudah otomatis.

B. Menghilangkan kebutuhan akan intuisi dan pengalaman dalam membuat roti.

C. Memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven) jika terjadi anomali suhu.

D. Hanya menambah biaya pengeluaran listrik dan internet tanpa manfaat nyata.

E. Memaksa pengusaha untuk selalu berada di depan komputer setiap saat.

13. Bayangkan Anda adalah manajer produksi sebuah pabrik sabun organik. Anda menemukan bahwa salah satu bahan baku utama (minyak kelapa) mengalami kenaikan harga 50%. Rancanglah strategi produksi kreatif agar harga jual produk tetap stabil tanpa mengorbankan kualitas inti!

A. Mengganti minyak kelapa dengan minyak goreng bekas (jelantah) tanpa filtrasi.

B. Mengecilkan ukuran sabun secara drastis (shrinkflation) namun harga tetap.

C. Melakukan negosiasi kontrak jangka panjang dengan petani lokal atau mencari substitusi minyak nabati lain yang setara kualitasnya.

D. Menutup pabrik sementara sampai harga minyak kelapa kembali normal.

E. Mengurangi konsentrasi bahan aktif sabun sehingga sabun kurang berbusa.

14. Sebuah bengkel modifikasi motor ingin menerapkan prinsip 'Citizenship' (Kewarganegaraan) dalam kegiatan produksinya. Manakah tindakan berikut yang paling mencerminkan integrasi nilai tersebut?

A. Menggunakan knalpot brong yang suaranya sangat bising agar terkenal.

B. Membuang oli bekas ke selokan warga saat malam hari agar tidak ketahuan.

C. Membuka program magang bagi pemuda putus sekolah di lingkungan sekitar bengkel untuk belajar mekanik.

D. Hanya menerima pelanggan dari kalangan pejabat atau orang kaya saja.

E. Menghindari pembayaran pajak usaha dengan memanipulasi laporan produksi.

15. Analisis alur produksi berikut: (1) Riset Pasar -> (2) Pembuatan Prototipe -> (3) Uji Coba Produk -> (4) Produksi Massal -> (5) Evaluasi Konsumen. Jika tahap (3) menunjukkan hasil bahwa produk sulit digunakan oleh konsumen, tindakan apa yang harus diambil sesuai prinsip kreativitas dan inovasi?

A. Tetap melanjutkan ke tahap (4) karena biaya riset sudah terlalu mahal.

B. Kembali ke tahap (2) untuk merevisi desain prototipe berdasarkan feedback uji coba.

C. Langsung melompat ke tahap (5) untuk melihat apakah ada konsumen yang menyukainya.

D. Menghapus produk tersebut dan menggantinya dengan produk milik kompetitor.

E. Menyalahkan tim uji coba karena dianggap tidak kompeten dalam menguji.

Bagian 2. Isian Singkat (5 soal)

1. Dalam alur produksi massal, seringkali terjadi penumpukan barang pada satu titik proses yang memperlambat seluruh rangkaian produksi. Fenomena hambatan atau titik macet ini secara teknis disebut dengan istilah...

2. Metode produksi yang berfokus pada penghapusan pemborosan (waste) dan peningkatan efisiensi secara terus-menerus untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dikenal dengan istilah...

3. Sebelum memproduksi produk dalam skala besar, wirausahawan perlu membuat model awal yang dapat diuji coba fungsinya. Tahapan pembuatan model awal ini disebut...

4. Dokumen tertulis yang berisi instruksi langkah-demi-langkah yang harus diikuti oleh pekerja untuk memastikan kualitas produk tetap konsisten dan aman disebut dengan...

5. Indikator keberhasilan produksi yang mengukur rasio antara total output yang dihasilkan dibandingkan dengan total input (sumber daya) yang digunakan disebut...

Bagian 3. Essay / Uraian (5 soal)

1. Seorang siswa SMK ingin membuka usaha keripik pisang dengan berbagai varian rasa. Analisislah rencana produksi usaha tersebut menggunakan unsur 5M (Man, Money, Material, Machine, Method) agar proses produksinya berjalan efektif dan efisien!

2. Sistem produksi Just-In-Time (JIT) sering digunakan perusahaan besar untuk menekan biaya gudang. Evaluasilah apakah sistem JIT ini cocok diterapkan untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia yang baru merintis? Berikan alasan dan risiko yang mungkin dihadapi!

3. Di era industri 4.0, banyak usaha mulai beralih menggunakan otomatisasi mesin. Analisislah dampak positif dan negatif penggunaan teknologi otomatisasi terhadap aspek 'Man' (tenaga kerja) dan aspek 'Cost' (biaya) dalam jangka panjang!

4. Sebagai seorang inovator, rancanglah sebuah alur produksi yang menerapkan konsep 'Green Production' (Produksi Ramah Lingkungan) untuk sebuah usaha konveksi pakaian. Jelaskan langkah-langkah inovatif yang Anda ambil untuk meminimalkan limbah kain!

5. Mengapa kegiatan Quality Control (QC) harus dilakukan di setiap tahapan produksi (awal, tengah, dan akhir) dan bukan hanya di akhir proses saja? Jelaskan kaitannya dengan efisiensi biaya dan kepuasan pelanggan!

 

Mengetahui,
Kepala Sekolah



____________________

__________, __________
Guru Mata Pelajaran



Stefanus Satu, S.Pd

 

TOROK PERSEMBAHAN MALAM KAMIS PUTIH


Io... Ame Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB ). Tabe wie

One wie ho,o... Hami ata ngasang umat Dite one Paroki Maria Bunda Segala Bangsa ( MBSB) ho,o, etan ata tua, wan ata koe, padir wa’i rintuk sa’i. Mai naring agu hiang Mori Yesus Sengaji gami, ata ba reweng agu tuing,  kudut ami ata ngasang anak Dite,  molor lonto golo, balas labar cama olo  natas, neka bahas agu bike, cama cama lewang ngger peang, cama cama po'e ngger one.

 Ame Pastor, lonto torok ho'o, am toe kopn, padir wa'i rintuk sa'i, am toe manikn, ai nai gami penong saki, beo penong ndekok, natas labar lanar salah kanang. Ame Pastor one Ite lami tombor situ, ai Ite ata kopn agu naun tau gendo ndekok gami , podo agu tegi ampong  le Mori Wowo.

One leso ho,o, hami mai tiba, agu hang cama roti agu anggur nggeluk, celung Weki agu Darah run  Mori Yesus . One hami hitu tae, kudut neka manga hang toe tanda, inung toe nipu, daku ngong data, hebur le tebur lau.  Leso  ho,o kole, hami ata ngasang umat Dite, mai nipu wintuk ata poli pede tae te latang ase kae de Mori Yesus, "Waca Wa,i de Murid run". One hami hitu tae, kudut  ba hambor one mose kaeng kilo, cumang hae ata, one lonto Golo agu lejong beo.

Kongkol gami tombo, kukut  gami curup, kengkel gami reweng, maram reweng ca gewek, kaping Ite Ame Pastor. Pingas Lite sina, sengets Lite le. Ngger olo Ite lami podor. Tibas Lite sina  ai Ite ata naun agu patutn , te letang temba  laro jaong , kaping Mori Sengaji eta Compang  Nggeluk.

Landing hitu Ame Pastor, hami toe mai  bajar kanang. Bas lami Roti, anggor, wua agu wela haju , hasil gori agu gejur  gami, nggitu kole nai de sanggen taung umat dom.

Ame Pastor, lemba koes lite ngger le Mori dewa, podos Lite ngger le Mori Wowo, Lele s ngger le Mori Dedek.

Tegi agu gesar gami Ame Pastor kaping Mori Sengaji:

Te latang, Ame Paus, Ame Uskup, Ame Pastor, Frater, Bruder agu suster, cewen kole Ame Pastor Paroki MBSB ho’o: Mori …ting koe berkak ise, porong bolek koe loker agu bacang  koe tara. Neka reding le beti Neka penes le menes. Neka manga pala ranga agu cumang dungka. Neka manga Ronggo do,ong agu pangga watang. Ting koe ise mberes porong neka manga podok agu do'ong le Golo tau kerja one uma de Mori Sengaji.

Latang sanggen umat dom one natas Paroki MBSB:

Mori…Ampong  koes  sala  gami,  ai nai penong saki,  ndekok  penong  beo, sala dami lanar neho satar mambar. Wancing nggaring koe nai gami we'ang gerak. Porong neka tadang agu agama, neka becang  agu gereja. Neka hemong wero ndekok, neka malas bajar sala. Neka tunda gaji gula, neka tingul ngaji minggu.

Ting koe berkak agu mberes,  porong  neka ngonde holes,  neka mejeng hese, tau kawe hang mame, cumang hang gula, remong hang leso,  nggitu kole ngasang wengko weki. Neka manga inung toe nipu, hang toe tanda, gaku ngong data, hebor le tebur lau.

Nggitu kole porong mbajik pantil,  reje leleng, maras bantang cama, porong  molor lonto kaeng Golo. Cama cama lampa wanang agu  wejong leo. Neka mamur  hae mbaru, Neka kode ngong woe, neka acu ngong wa’u, rantang hau da lata. Porong imus isung keri ga, agu tawa ranga. Todo kongkol kote oles. Rame raes. Uwa haeng gula, langkas haeng ntala.

Mori...., hos gami tombo, am tombo toe molorn, hos   reweng, am reweng toe jepekn,  hos  tura, am tura toe duhan. Landing Mori Yesus ata imbi gami , pu’ung du wangkan, leso ho’o agu sangge tedeng len, Amen. Toe bajar kanang…… Ho.. Lapengn.

 

KBG St. Matius , Kamis Putih 2026

Stefanus Satu

Senin, 30 Maret 2026

MODUL AJAR MAPEL KIK

 

TOPIK "ENTRY JURNAL PERUSAHAAN JASA"



A. Informasi Umum

Komponen

Keterangan

Nama Penyusun

STEFANUS SATU, S.Pd

Institusi

SMKN 1 LABUAN BAJO

Tahun Penyusunan

2025

Jenjang Pendidikan

SMK

Kelas

XII

Fase

F

Alokasi Waktu

Kompetensi Awal

Peserta didik telah memahami konsep dasar akuntansi, penggolongan akun, dan mekanisme Debit-Kredit pada perusahaan jasa.

Dimensi Profil Lulusan

Penalaran Kritis: Menganalisis bukti transaksi secara akurat sebelum melakukan entry jurnal. Kolaborasi: Bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan proyek penyusunan siklus akuntansi. Kreativitas: Mendesain format jurnal dan laporan yang inovatif untuk usaha jasa kreatif. Kemandirian: Bertanggung jawab atas akurasi data finansial yang dikelola secara personal. Komunikasi: Mempresentasikan hasil pencatatan keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami stakeholder.

Sarana dan Prasarana

Ruang kelas, Proyektor, Laptop, Jaringan Internet, Bukti Transaksi (Nota, Kuitansi, Faktur), Spreadsheet/Excel.

Target Peserta Didik

Peserta didik reguler (32-36 siswa)

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam


B. Komponen Inti

1. Tujuan Pembelajaran

*       Peserta didik mampu menganalisis transaksi keuangan pada perusahaan jasa secara kritis dan akurat melalui kegiatan observasi bisnis nyata.

*       Peserta didik mampu melakukan entry jurnal umum (pencatatan kronologis) untuk usaha kreatif jasa dengan menggunakan perangkat digital maupun manual secara mandiri dan kolaboratif.

2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

*       Peserta didik dapat mengidentifikasi akun-akun yang terpengaruh oleh sebuah transaksi jasa dengan ketepatan 100%.

*       Peserta didik dapat menyusun jurnal umum yang seimbang (balance) antara posisi debit dan kredit berdasarkan bukti transaksi yang tersedia.

3. Asesmen

*       Asesmen Diagnostik (Awal): Kuis singkat melalui Mentimeter mengenai pemahaman posisi saldo normal akun (Harta, Utang, Modal, Pendapatan, Beban).

*       Asesmen Formatif (Proses): Observasi kinerja kelompok saat mendesain proyek jurnal dan penilaian antar teman (peer-assessment) dalam kolaborasi tim.

*       Asesmen Sumatif (Akhir): Laporan proyek "Jurnal Keuangan Usaha Kreatif" dan presentasi hasil kerja kelompok (Rubrik terlampir).

4. Pemahaman Bermakna

*       Pencatatan keuangan yang akurat melalui entry jurnal adalah fondasi utama bagi seorang wirausahawan untuk mengambil keputusan bisnis yang cerdas, inovatif, dan berkelanjutan.

5. Pertanyaan Pemantik

  1. Jika kalian memiliki usaha jasa fotografi dan mendapatkan uang muka, apakah uang tersebut langsung dianggap sebagai keuntungan atau kewajiban?
  2. Apa yang akan terjadi pada masa depan bisnis kalian jika setiap pengeluaran kecil tidak pernah dicatat secara kronologis?

6. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke-1

Kegiatan

Deskripsi (Fokus pada: Eksplorasi konsep dasar dan pemahaman awal.)

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Guru memulai dengan sesi (Joyful Learning) melalui game "Tebak Akun" di mana siswa bergerak ke sisi kiri kelas untuk Debit dan kanan untuk Kredit. Dilanjutkan dengan (Mindful Learning): Siswa diminta memejamkan mata sejenak, membayangkan satu usaha jasa yang ingin mereka bangun di Labuan Bajo, dan menyadari bahwa setiap rupiah yang keluar-masuk adalah "napas" dari impian tersebut.

.. Menit

Kegiatan Inti

Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar. Guru mengajukan masalah: "Bagaimana cara memastikan usaha jasa yang baru kalian rintis tidak bangkrut karena pengelolaan uang yang berantakan?" (Deep Learning - Pembelajaran Bermakna).

Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek. Siswa membentuk kelompok (4 orang) untuk merancang proyek "Buku Jurnal Usaha Kreatif". Mereka menentukan jenis usaha jasa (misal: Tour Guide, Laundry, atau Desain Grafis) (Deep Learning - Kolaboratif).

Sintaks 3: Menyusun Jadwal. Kelompok menyusun timeline pengerjaan proyek, mulai dari pengumpulan bukti transaksi fiktif hingga entry ke dalam jurnal.

…  Menit

Penutup

Siswa melakukan refleksi singkat tentang pentingnya integritas dalam mencatat transaksi. Guru memberikan apresiasi atas desain proyek yang unik dari setiap kelompok.

…  Menit

Pertemuan Ke-2

Kegiatan

Deskripsi (Fokus pada: Refleksi, evaluasi, penyimpulan, atau presentasi hasil karya.)

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Guru melakukan (Mindful Learning) dengan teknik pernapasan STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk memfokuskan konsentrasi siswa sebelum masuk ke detail angka akuntansi. Guru mengaitkan materi dengan keberhasilan pengusaha lokal Labuan Bajo yang tertib administrasi (Joyful Learning).

…  Menit

Kegiatan Inti

Sintaks 4: Memonitor Kemajuan Proyek. Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis saat siswa melakukan entry jurnal dari bukti transaksi yang mereka buat. Guru memastikan setiap kelompok menerapkan nalar kritis dalam menentukan posisi akun (Deep Learning - Refleksi).

Sintaks 5: Menguji Hasil. Setiap kelompok mempresentasikan hasil jurnal mereka menggunakan proyektor. Kelompok lain memberikan tanggapan terkait akurasi data (Deep Learning - Kolaboratif).

Sintaks 6: Mengevaluasi Pengalaman. Guru dan siswa mendiskusikan kendala yang dihadapi selama proses entry jurnal dan bagaimana cara mengatasinya di dunia nyata.

…  Menit

Penutup

Penarikan kesimpulan bersama bahwa entry jurnal bukan sekadar angka, melainkan cerita perjalanan sebuah bisnis. Doa penutup dan salam.

…  Menit

7. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik

Untuk Peserta Didik: Apakah saya sudah merasa percaya diri dalam membedakan transaksi yang masuk ke kolom debit dan kredit secara mandiri? Bagian mana dari proses penyusunan jurnal proyek ini yang paling memberikan pemahaman baru bagi saya tentang dunia wirausaha?

Untuk Pendidik: Apakah pendekatan Deep Learning yang saya terapkan sudah berhasil membuat siswa merasa bahwa akuntansi adalah kebutuhan bisnis, bukan sekadar beban hafalan? Sejauh mana model PjBL ini mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi dan penalaran kritis siswa dalam menyelesaikan masalah keuangan yang kompleks?


C. Lampiran

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Judul: Proyek Jurnal Umum Usaha Kreatif Jasa

Petunjuk Belajar: Baca setiap bukti transaksi dengan teliti, diskusikan dengan rekan kelompok, dan gunakan format jurnal yang telah disediakan.

 

Kompetensi Dasar/Materi Pokok: Entry Jurnal Umum Perusahaan Jasa.

 

Informasi Pendukung (Materi Ajar): Jurnal umum adalah media pencatatan transaksi secara kronologis. Rumus dasar: Aset = Liabilitas + Ekuitas.

 

Tugas/Langkah Kerja:

  1. Buatlah minimal 10 transaksi fiktif untuk usaha jasa pilihanmu.
  2. Siapkan bukti transaksi (nota/kuitansi) sederhana.
  3. Catatlah transaksi tersebut ke dalam format Jurnal Umum.

 

Penilaian: Akurasi akun, keseimbangan debit/kredit, dan kerapian laporan.

Identitas Siswa:

Nomor

Nama Anggota Kelompok

Kelas

1.

 

 

2.

 

 

3.

 

 

4.

 

 

5.

 

 

Tujuan LKPD: Melatih siswa melakukan pencatatan transaksi keuangan secara sistematis dan akurat.

Alat dan Bahan: Kertas format jurnal/Laptop (Excel), Bukti Transaksi, Alat Tulis.

Langkah Kegiatan: Identifikasi Transaksi -> Analisis Akun -> Tentukan Debit/Kredit -> Entry Jurnal.

Pertanyaan: Mengapa transaksi pendapatan jasa yang diterima di muka dicatat sebagai utang, bukan langsung sebagai pendapatan?

Kesimpulan: Jurnal umum berfungsi sebagai catatan historis yang menjamin setiap transaksi memiliki bukti dan pertanggungjawaban.

Kunci Jawaban (Untuk Guru): Jawaban bervariasi tergantung proyek siswa, namun fokus pada keseimbangan (Balance) dan ketepatan pemilihan akun (misal: Beban Gaji di Debit, Kas di Kredit).

Rubrik Penilaian (Untuk Guru):

Kriteria

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Perlu Bimbingan)

Analisis Transaksi

Semua akun tepat

1-2 akun salah

3-4 akun salah

>5 akun salah

Akurasi Angka

Jurnal Balance 100%

Balance tapi ada salah input

Tidak Balance sedikit

Tidak Balance total

Kerja Sama Tim

Sangat aktif & kompak

Aktif berkontribusi

Kurang berkontribusi

Pasif

2. Pengayaan dan Remedial

*       Pengayaan: Siswa diminta mencoba entry jurnal menggunakan software akuntansi sederhana (seperti MYOB atau Jurnal.id).

*       Remedial: Pendampingan tutor sebaya untuk memahami kembali logika Debit-Kredit melalui kartu simulasi transaksi.

3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik

*       Bahan Bacaan Peserta Didik: Ringkasan materi tentang siklus akuntansi perusahaan jasa dan tabel saldo normal akun.

*       Bahan Bacaan Pendidik: Panduan implementasi Deep Learning dalam pendidikan vokasi dan strategi PjBL untuk materi numerasi.

4. Media Pembelajaran

*       Video Pembelajaran: "Cara Mudah Membuat Jurnal Umum Perusahaan Jasa" - Link: https://www.youtube.com/watch?v=S_Ym6_8vWig

5. Glosarium

*       Entry Jurnal: Proses mencatat transaksi keuangan ke dalam buku jurnal.

*       Kronologis: Urutan waktu terjadinya peristiwa atau transaksi.

*       Saldo Normal: Klasifikasi apakah suatu akun akan bertambah di posisi Debit atau Kredit.

6. Daftar Pustaka

*       Kieso, D. E., et al. (2020). Accounting Principles. Wiley.

*       Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka.

*       Weygandt, J. J. (2018). Financial Accounting. Pearson Education.