Selasa, 02 September 2025

Kreatifitas Mengalahkan Kemalasan

 

Oleh: Stefanus Satu

Tangal 23 Juli setiap tahun secara nasional dirayakan Hari Anak Nasional ( HAN ). Perayaan HAN tahun 2025 merupakan perayaan yang ke 41 terhitung sejak tahun 1984, yaitu sejak ditetapkannya Keputusan Presiden ( Keppres ) Nomor 44 Tahun 1984 tentang penetapan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.

Hari Anak Nasional tahun 2025 dirayakan dengan mengusung tema utama “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045” dengan tagline Anak Indonesia Bersaudara.

Hari Anak Nasional adalah momen yang tepat untuk merayakan potensi dan kreativitas anak-anak Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak memiliki peran penting dalam membentuk masa depan negara. Namun, banyak anak yang masih terjebak dalam kemalasan dan kurangnya motivasi untuk mengembangkan potensi diri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana kreativitas dapat membantu mengalahkan kemalasan dan meningkatkan motivasi anak-anak. Apa persoalannya?

Fenomena yang terjadi dan dimiliki oleh anak anak millennium sekarang adalah berusaha untuk selalu berada pada zona nyaman. Zona yang tidak banyak tuntutan, tidak visioner  dan  berusaha menghindar dari tantangan atau pasrah pada keadaan. Belum mampu menemukan alternatif solusi atas problematic hidup yang dihadapinya  Dengan kata lain belum  memiliki cara berpikir  kreatif  dan inovatif.

Pada sisi lain dunia terus berkembang dan perubahan perubahan tidak terbendung dari waktu ke waktu. Kemampuan seperti pengetahuan, keterampilan serta  sikap dan perilaku yang baik  untuk dapat memenangkan kompetisi semakin dibutuhkan. Memiliki cara berpikir yang terus bertumbuh ( grouth Mainset)  dan berpikir divergen menjadi sinyal kuat mampu bergerak maju melawan tantangan jaman  serta tidak tergilas roda-roda perubahan yang terus menggelinding.

Kreativitas sebagai Solusi

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan inovatif. Demikian pendapat J.P. Guilford  yang ditulis dalam  artikelnya yang berjudul "Creativity" yang dipublikasikan dalam American Psychologist pada tahun 1950. Dikatakan bahwa kreativitas melibatkan kemampuan untuk menghasilkan banyak ide baru dan unik, serta kemampuan untuk berpikir divergen (berpikir yang menghasilkan banyak kemungkinan jawaban). Hal yang sama disampaikan juga oleh Paul Torrance, dalam bukunya berjudul "Guiding Creative Talent" yang diterbitkan pada tahun 1962.  Torrance mendefinisikan kreativitas sebagai proses yang melibatkan kepekaan terhadap masalah, kemampuan untuk menghasilkan banyak ide, dan kemampuan untuk mengembangkan dan menguji ide-ide tersebut.

 Dengan kreativitas, anak-anak dapat mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Kreativitas juga dapat membantu anak-anak mengatasi kemalasan dan meningkatkan motivasi untuk belajar. Ketika anak-anak terlibat dalam aktivitas kreatif, mereka dapat merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mencapai tujuan.

Kreatifitas bukan bawaan lahir. Kreatifitas bisa dilatih dan dikembangkan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk  melatih  dan mengembangkan kreatifitas, seperti berikut,

1). Berpikir Divergen, yaitu  kemampuan untuk menghasilkan banyak ide dan solusi yang berbeda-beda. Melatih berpikir divergen dapat dilakukan  cara  seperti brainstorming, mind mapping, atau membuat daftar ide-ide yang terkait dengan topik tertentu, 2).Mengembangkan Rasa Ingin Tahu. Rasa ingin tahu yang kuat dapat membantu  untuk mengembangkan kreativitas. Memupuk rasa ingin tahu dapat dilakukan  dengan membaca buku, menonton film dokumenter, atau menghadiri seminar dan workshop yang terkait dengan topik yang diminati, 3). Berlatih Membuat Sesuatu yang Baru. Membuat sesuatu yang baru dapat membantu  untuk mengembangkan kreativitas. Misalnya dengan  mencoba membuat kerajinan tangan, menulis cerita pendek, atau membuat lagu, 4). Mengambil Risiko. Mengambil risiko dapat membantu  untuk mengembangkan kreativitas. Mencoba melakukan hal-hal baru yang belum pernah  dilakukan sebelumnya, seperti mengikuti kompetisi atau mempresentasikan ide-ide kepada orang lain, 5). Berkolaborasi dengan Orang Lain. Berkolaborasi dengan orang lain dapat membantu untuk mengembangkan kreativitas. Misalnya bergabung dengan kelompok diskusi atau tim proyek yang terkait dengan topik yang diminati, 6). Mengembangkan Kemampuan Mengamati. Kemampuan mengamati yang baik dapat membantu untuk mengembangkan kreativitas. Mmelatih kemampuan mengamati dapat dilakukan dengan memperhatikan detail-detail kecil dalam lingkungan sekitar kita, 7). Memberikan Waktu untuk Beristirahat. Memberikan waktu untuk beristirahat dapat membantu  untuk mengembangkan kreativitas. Mengambil waktu untuk relaksasi dan memulihkan energy merupakan cara yang dapat membantu melatih dan mengembangkan kreatifitas. 8). Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk bereksperimen dan mencoba hal-hal baru, 9). Anak-anak perlu didorong untuk berpikir kritis dan mencari solusi untuk masalah yang dihadapi.  Kreativitas dapat dikembangkan dengan latihan dan pengalaman yang terus-menerus.

Kreatifitas yang tinggi bermanfaat untuk : 1). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis: Kreativitas dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, 2). Meningkatkan motivasi: Kreativitas dapat membantu anak-anak meningkatkan motivasi untuk belajar dan mencapai tujuan. 3). Meningkatkan kepercayaan diri: Kreativitas dapat membantu anak-anak meningkatkan kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan untuk mengambil risiko.

Kesimpulan

Kreativitas adalah kunci untuk mengalahkan kemalasan dan meningkatkan motivasi anak-anak. Dengan mengembangkan kreativitas, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan motivasi, dan mengembangkan potensi diri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan potensi diri. Mari kita merayakan Hari Anak Nasional dengan mempromosikan kreativitas dan meningkatkan potensi anak-anak Indonesia menuju Anak Indonesia Hebat.

 

 Stefanus Satu, S.Pd. Guru di SMKN 1 Labuan Bajo.  Alamat Rumah : Jalan Jati Putih, Desa Batu Cermin, Labuan Bajo

Minggu, 24 Agustus 2025

 CP  TP   dan  ATP   ELEMEN 3 : KEWIRAUSAHAAN

                                                                   Oleh Stefanus  Satu

 

NO

CP

TP

ATP

AW/JP

Kelas/

Smtr

1.

3.  

Kewirausahaan Menerapkan konsep kewirausahaan, peluang usaha, perencanaan usaha, pengelolaan sumber daya, penerapan teknologi dalam berwirausaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, etika tanggung jawab sosial dan pengelolaan risiko dalam berwirausaha serta budaya korporasi

TP 3. 1:

Mengenal Konsep Kewirausahaan dan Peluang Usaha: Siswa dapat menjelaskan konsep kewirausahaan, mengidentifikasi peluang usaha, dan menetapkan jenis usaha yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

 

 

ATP 3.1.1

Siswa dapat menjelaskan konsep kewirausahaan dan perannya dalam menciptakan peluang usaha..

 

 

 

 

 

 

ATP 3.1.2

Siswa dapat mengidentifikasi peluang usaha yang sesuai dengan minat dan bakatnya

 

 

 

 

 

ATP 3. 1.3

Siswa dapat menetapkan jenis usaha yang sesuai dengan minat, bakat, dan peluang usaha yang telah diidentifikasi.

.

 

 

 

 

TP 3.2 :  

Menyusun Perencanaan Usaha dan Pengelolaan Sumber Daya: Siswa dapat menyusun proposal usaha yang meliputi perencanaan usaha, biaya produksi, break even point (BEP), dan return on investment (ROI), serta mengelola sumber daya yang tersedia untuk menjalankan usaha.

 

ATP  3.2.1

Siswa dapat menyusun proposal usaha yang meliputi perencanaan usaha, biaya produksi, dan target pasar

 

 

 

 

 

ATP  3.2.2

Siswa dapat menghitung BEP dan ROI untuk menentukan kelayakan usaha.

 

 

 

 

 

 

ATP 3.2.3

Siswa dapat mengelola sumber daya yang tersedia untuk menjalankan usaha.

.

 

 

 

 

TP 3.3 :

Menerapkan Teknologi dalam Berwirausaha dan Pemasaran: Siswa dapat menerapkan teknologi dalam berwirausaha, seperti menggunakan media sosial untuk memasarkan produk, serta menentukan segmen pasar dan harga produk yang sesuai.

 

ATP  3.3.1

Siswa dapat menerapkan teknologi dalam berwirausaha, seperti menggunakan media sosial untuk memasarkan produk.

 

 

 

 

 

ATP  3.3.2

Siswa dapat menentukan segmen pasar yang sesuai untuk produk atau jasa yang ditawarkan.

 

 

 

 

 

 

ATP  3.3.3

Siswa dapat menentukan harga produk yang sesuai dengan segmen pasar dan target pasar.

 

 

 

 

 

TP 3.4 :

Mengelola Keuangan dan Risiko dalam Berwirausaha: Siswa dapat menyusun laporan keuangan yang meliputi laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas, serta mengelola risiko dalam berwirausaha dengan mengidentifikasi potensi risiko dan mengembangkan strategi mitigasi.

 

ATP  3.4.1

Siswa dapat menyusun laporan keuangan yang meliputi laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

 

 

 

 

 

 

ATP  3.4.2

Siswa dapat mengelola risiko dalam berwirausaha dengan mengidentifikasi potensi risiko dan mengembangkan strategi mitigasi.

 

 

 

 

 

ATP 3.4.3

Siswa dapat mengintegrasikan laporan keuangan dan manajemen risiko dalam membuat keputusan bisnis yang tepat.

 

 

 

 

TP  3.5 :

Menerapkan Etika Tanggung Jawab Sosial dan Budaya Korporasi: Siswa dapat menerapkan etika tanggung jawab sosial dalam berwirausaha, seperti mematuhi peraturan tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), serta mengembangkan budaya korporasi yang positif dalam menjalankan usaha

ATP  3.5.1

Siswa dapat memahami etika tanggung jawab sosial dalam berwirausaha dan pentingnya mematuhi peraturan tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

 

 

 

 

 

ATP  3. 5.2

Siswa dapat mengembangkan budaya korporasi yang positif dalam menjalankan usaha.

 

 

 

 

 

 

ATP  3.5.3

Siswa dapat menerapkan etika tanggung jawab sosial dan budaya korporasi yang positif dalam menjalankan usaha..

 

 

CP TP Dan ATP UNTUK ELEMEN 2

 CP TP  Dan ATP UNTUK ELEMEN 2

Oleh Stefanus Satu

 

NO

CP

TP

ATP

AW/JP

Kelas/

Smtr

1.

2. Meliputi menerapkan konsep inovasi, proses berpikir inovatif melalui tahapan awal design thinking, pengembangan produk inovatif, penerapan teknologi dalam pengambilan keputusan dalam berinovasi, komersialisasi inovasi, dan evaluasi dalam perbaikan inovasi.

 

TP 2. 1:

Mengenal Konsep Inovasi dan Design Thinking: Siswa dapat menjelaskan konsep inovasi dan proses berpikir inovatif melalui tahapan awal design thinking, termasuk empati, definisi, ideasi, prototyping, dan pengujian.

 

ATP 2.1.1

Siswa dapat menjelaskan konsep inovasi dan Design Thinking serta memahami pentingnya inovasi dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

ATP 2.1.2

Siswa dapat mengaplikasikan tahapan Design Thinking, termasuk empati, definisi, ideasi, prototyping, dan pengujian

 

 

 

 

 

ATP 2. 1.3

Siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir inovatif melalui Design Thinking dan mengaplikasikannya dalam situasi nyata.

.

 

 

 

 

TP 2.2 :  

Mengembangkan Produk Inovatif: Siswa dapat mengembangkan produk inovatif dengan menerapkan prinsip-prinsip design thinking, seperti memahami kebutuhan pengguna, menghasilkan ide kreatif, dan membuat prototipe untuk menguji konsep.

ATP  2.2.1

Siswa dapat memahami kebutuhan pengguna dan mengidentifikasi peluang untuk mengembangkan produk inovatif.

 

 

 

 

 

 

ATP  2.2.2

Siswa dapat menghasilkan ide kreatif untuk mengembangkan produk inovatif dengan menerapkan prinsip-prinsip design thinking.

 

 

 

 

 

 

ATP 2.2.3

Siswa dapat membuat prototipe produk inovatif dan menguji konsep untuk memastikan bahwa produk memenuhi kebutuhan pengguna.

 

 

 

 

TP 2.3 :

Menerapkan Teknologi dalam Pengambilan Keputusan: Siswa dapat menerapkan teknologi dalam pengambilan keputusan dalam berinovasi, seperti menggunakan alat digital untuk menganalisis data, mengidentifikasi peluang, dan mengembangkan solusi.

ATP  2.3.1

Siswa dapat memahami peran teknologi dalam pengambilan keputusan dalam berinovasi dan mengidentifikasi alat digital yang dapat digunakan.

 

 

 

 

 

ATP  2.3.2

Siswa dapat menggunakan alat digital untuk menganalisis data dan mengidentifikasi peluang dalam berinovasi.

 

 

 

 

 

ATP  2.3.3

Siswa dapat mengembangkan solusi inovatif dengan menggunakan teknologi dan menguji efektivitasnya.

 

 

 

 

 

TP 2.4 :

Mengkomersialisasikan Inovasi: Siswa dapat menjelaskan proses komersialisasi inovasi, termasuk mengidentifikasi target pasar, mengembangkan strategi pemasaran, dan memprediksi potensi keberhasilan produk inovatif.

ATP  2.4.1

Siswa dapat memahami proses komersialisasi inovasi dan pentingnya mengidentifikasi target pasar.

 

 

 

 

 

ATP  2.4.2

Siswa dapat mengembangkan strategi pemasaran untuk produk inovatif dan memprediksi potensi keberhasilan .

 

 

 

 

 

ATP 2.4.3

Siswa dapat mengevaluasi dan mengoptimalkan strategi pemasaran untuk meningkatkan keberhasilan produk inovatif.

 

 

 

 

 

TP  2.5 :

Mengevaluasi dan Memperbaiki Inovasi: Siswa dapat melakukan evaluasi terhadap inovasi yang telah dikembangkan dan memberikan saran perbaikan berdasarkan hasil evaluasi, umpan balik dari pengguna, dan analisis pasar.

 

ATP  2.5.1

Siswa dapat melakukan evaluasi terhadap inovasi yang telah dikembangkan dan mengidentifikasi area perbaikan

 

 

 

 

 

ATP  2. 5.2

Siswa dapat mengumpulkan umpan balik dari pengguna dan melakukan analisis pasar untuk memperbaiki inovasi.

 

 

 

 

 

ATP  2.5.3

Siswa dapat memberikan saran perbaikan dan mengimplementasikan perubahan untuk meningkatkan kualitas inovasi.