Minggu, 16 Agustus 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.XI.02



PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK NEGERI 1 LABUAN BAJO

Alamat: Jl. Raymundus Ramu No. 01, Ds. Batu Cermin, Kec. Komodo, Manggarai Barat, NTT

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.XI.02

EKSPLORASI IDE DAN PENCIPTAAN GAGASAN BARU KEWIRAUSAHAAN


Mata Pelajaran         : KIK

Fase / Kelas             : Fase F-SMK₃ / Kelas XI

Tahun Pelajaran       : 2026/2027

Guru                        : STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP                          : 196612311994121054

Semester                  : 1


IDENTIFIKASI

Asesmen pada Awal Pembelajaran (opsional):

Curah Pendapat (Brainstorming) Terstruktur

Instrumen: Daftar Pertanyaan Pemantik Diagnostik

Tindak Lanjut:

• Sudah memahami: Peserta didik yang sudah memahami teknik SCAMPER diminta menjadi tutor sebaya dalam kelompok.

• Belum memahami: Peserta didik yang belum mengenal konsep dasar ide bisnis diberikan lembar panduan visual (infografis) tentang sumber-sumber peluang usaha.

Dimensi Profil Lulusan:

• Kreativitas

• Kolaborasi

• Kemandirian

• Komunikasi

Alasan: Siswa kelas XI SMK memerlukan kemampuan bekerja sama dalam tim (Kolaborasi) untuk menghasilkan gagasan unik (Kreativitas) secara berani (Kemandirian) dan mampu mempresentasikannya kepada calon mitra (Komunikasi).

DESAIN

PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran:

KIK.F.02: Mengaplikasikan kreativitas melalui eksplorasi ide dan penciptaan gagasan baru dalam praktik kewirausahaan.

Model Pembelajaran:

Problem Based Learning (PBL)

Praktik Pedagogis:

Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah otentik yang berpusat pada peserta didik. Strategi meliputi orientasi masalah nyata di Labuan Bajo, penyelidikan kelompok, dan pengembangan solusi kreatif.

Kemitraan Pembelajaran (opsional):

UMKM Lokal Labuan Bajo (sebagai objek studi kasus)

Lingkungan Pembelajaran:

Ruang kelas dengan pengaturan meja berkelompok dan akses area terbuka sekolah untuk observasi.

Pemanfaatan Digital (opsional):

Penggunaan platform desain grafis sederhana dan aplikasi pengolah presentasi.

Total Alokasi Waktu:

2 Pertemuan · 450 menit (10 JP)

PENGALAMAN

BELAJAR

PERTEMUAN 1: Eksplorasi Peluang dan Teknik Berpikir Kreatif

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Discovery Learning [Otomatis]

Alasan: Pertemuan pertama difokuskan pada penemuan konsep dan stimulasi ide dari lingkungan sekitar sebelum masuk ke pemecahan masalah berat.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Siswa diajak menyadari potensi unik diri dan lingkungan Labuan Bajo sebagai sumber inspirasi tanpa batas.

🌍 Bermakna: Menghubungkan ide bisnis dengan kebutuhan nyata wisatawan dan masyarakat di destinasi pariwisata super prioritas.

🎨 Menggembirakan: Permainan 'Asosiasi Kata Kilat' untuk memicu tawa dan kelenturan berpikir.

Memahami · berkesadaran, menggembirakan

Pemberian rangsangan (stimulation) dan identifikasi masalah.

1. Amatilah tabel data kunjungan wisatawan berikut dan diskusikan: Layanan apa yang paling dibutuhkan namun belum tersedia secara maksimal di Labuan Bajo?

   📊 Tabel Data:

Data Kunjungan Wisatawan Fiktif Labuan Bajo 2024: Januari (15.000 org), Februari (12.000 org), Maret (18.000 org). Keluhan utama: 45% kurangnya variasi oleh-oleh non-makanan, 30% transportasi lokal yang sulit diakses aplikasi, 25% kurangnya aktivitas malam hari.

   ⏱ ~38 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna

Pengumpulan data dan pengolahan data.

1. Gunakan teknik SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to another use, Eliminate, Reverse) untuk mengubah produk 'Kain Tenun NTT' menjadi produk gaya hidup modern bagi Gen-Z.

   🎬 Skenario:

   Skenario: Anda adalah tim kreatif sebuah startup. Anda diminta menciptakan 1 produk turunan dari limbah perca kain tenun yang memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan mancanegara usia 20-30 tahun.

   📄 Lembar Isian:

   Kolom SCAMPER: (S) Ganti bahan apa? (C) Gabungkan dengan apa? (A) Sesuaikan untuk siapa? dst.

🖼️ Gambar — Perlu tindakan guru:

🔎 Kata kunci: modern NTT weaving fashion accessories

Catatan: Cari gambar referensi aksesoris modern berbahan etnik untuk inspirasi visual siswa.

Link (isi manual): ______________________________________________

   ⏱ ~75 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Pembuktian dan menarik kesimpulan.

1. Jawablah pertanyaan berikut di buku jurnal kewirausahaan kalian untuk melihat sejauh mana perkembangan cara berpikir kalian hari ini.

   📎 Konten:

   1. (Kognitif) Apa perbedaan mendasar antara 'ide' dan 'peluang' yang kalian temukan hari ini? 2. (Metakognitif) Saat terjebak macet ide, langkah apa yang paling efektif membantu kalian berpikir kembali? 3. (Sistem Diri) Jika kalian menjadi pengusaha sukses di Labuan Bajo, dampak positif apa yang paling ingin kalian berikan untuk warga lokal?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

PERTEMUAN 2: Validasi Gagasan dan Presentasi Kreatif

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) [Otomatis]

Alasan: Fokus pada penyelesaian masalah nyata melalui gagasan yang telah dibuat dan mempresentasikannya untuk diuji.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Membangun empati terhadap calon pelanggan agar solusi yang diciptakan tepat sasaran.

🌍 Bermakna: Menyadari bahwa satu gagasan kecil bisa menjadi solusi ekonomi bagi keluarga.

🎨 Menggembirakan: Simulasi 'Elevator Pitch' di mana siswa harus meyakinkan 'investor' dalam waktu singkat.

Memahami · berkesadaran, bermakna

Orientasi peserta didik pada masalah dan mengorganisasikan belajar.

1. Bacalah kisah singkat 'Kedai Kopi Flores X' yang sepi pengunjung meskipun kopinya enak. Identifikasi 3 masalah utama dari sisi kreativitas pemasaran.

   📝 Soal Cerita:

   Kedai Kopi Flores X berlokasi di jalan utama, rasa kopi juara. Namun, desain interiornya gelap, tidak ada WiFi, dan menu hanya tertulis di kertas HVS. Di sebelahnya, kedai baru dengan kopi instan namun dekorasi 'instagramable' justru sangat ramai. Apa yang salah dengan kreativitas Kedai X?

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna

Membimbing penyelidikan dan mengembangkan hasil karya.

1. Susunlah sebuah 'Pitch Deck' 3 halaman yang berisi: Masalah, Solusi Kreatif Anda, dan Keunikan Produk dibandingkan pesaing.

   🎬 Skenario:

   Anda akan tampil di depan kelas yang berperan sebagai Panel Investor Pariwisata. Anda hanya punya waktu 3 menit untuk menjelaskan mengapa ide bisnis Anda layak didanai sebesar Rp 10.000.000.

   📋 Rubrik Mini:

   Kriteria: Orisinalitas Ide (1-4), Kelayakan Implementasi (1-4), Kualitas Komunikasi (1-4).

🎥 Video — Perlu tindakan guru:

🔎 Kata kunci: best elevator pitch for students examples

Catatan: Cari video pendek contoh presentasi bisnis singkat yang energik untuk ditiru gayanya oleh siswa.

Link (isi manual): ______________________________________________

   ⏱ ~79 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

1. Mari kita renungkan proses dua hari ini. Silakan tuliskan jawaban jujur kalian pada lembar refleksi akhir unit.

   📎 Konten:

   1. (Kognitif) Mengapa sebuah ide bisnis harus terus dieksplorasi dan tidak boleh berhenti di satu titik? 2. (Metakognitif) Bagian mana dari proses kerja kelompok yang paling menantang bagi cara berkomunikasi kalian? 3. (Sistem Diri) Setelah presentasi tadi, apakah kalian merasa lebih percaya diri untuk menjadi seorang wirausahawan di masa depan? Mengapa?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

ASESMEN

PEMBELAJARAN

Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning):

Jenis: Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman

Lembar Ceklis Kolaborasi Kelompok

Teknik: Self-assessment setelah presentasi

Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning):

Jenis: Observasi, Umpan Balik Lisan

Catatan Anekdot Guru

Teknik: Monitoring saat diskusi kelompok dan pengerjaan SCAMPER

Asesmen Hasil Pembelajaran (Assessment of Learning):

Jenis: Penilaian Produk, Penilaian Kinerja

Rubrik Penilaian Pitch Deck dan Presentasi

Teknik: Sumatif Lingkup Materi di akhir pertemuan ke-2

Rubrik / Kriteria KKTP:

Pendekatan: Rubrik  ·  Level minimal: Cakap

Aspek yang Dinilai

Mahir

Cakap ✓

Layak

Baru Berkembang

Pemahaman Konsep Inovasi

Menganalisis potensi keberlanjutan sebuah inovasi dalam skala ekonomi atau sosial di konteks pasar yang baru.

Menjelaskan keterkaitan antara ide kreatif, pemecahan masalah, dan nilai tambah sebagai kesatuan konsep inovasi.

Mengidentifikasi beberapa jenis inovasi secara terpisah namun belum memahami hubungan antara kreativitas dan nilai guna.

Menyebutkan satu contoh inovasi tanpa menjelaskan karakteristik dasar yang membedakannya dari ide biasa.

Tahap Empathize & Define

Menemukan akar masalah tersembunyi (latent needs) melalui sintesis data empiris yang tidak terduga sebelumnya.

Merumuskan 'Point of View' (POV) yang menghubungkan profil pengguna, kebutuhan, dan wawasan (insight) secara logis.

Mengumpulkan berbagai data pengguna namun kesulitan menarik benang merah untuk merumuskan pernyataan masalah yang fokus.

Mengumpulkan satu data keluhan pengguna tanpa mampu mengidentifikasi kebutuhan dasar yang melatarbelakanginya.

Tahap Ideasi Inovatif

Menciptakan konsep solusi orisinal yang mengintegrasikan berbagai perspektif multidisiplin untuk menjawab tantangan masa depan.

Memilih solusi prioritas berdasarkan keterkaitan antara kebutuhan pengguna, kelayakan, dan potensi dampak yang dihasilkan.

Menghasilkan daftar ide yang bervariasi namun belum mempertimbangkan kelayakan teknis atau relevansi dengan masalah.

Menghasilkan satu ide solusi yang bersifat umum dan sudah lazim ditemukan di lingkungan sekitar.

Tindak Lanjut:

✅ Sudah Mencapai TP: Peserta didik diberikan tantangan untuk mengunggah konsep ide bisnis mereka ke media sosial untuk mendapatkan respon publik (validasi pasar nyata).

⚠️ Belum Mencapai TP: Peserta didik diberikan sesi konsultasi khusus (coaching) untuk menyederhanakan ide mereka agar lebih realistis untuk dijalankan.

 

Mengetahui,

Kepala SMKN 1 LABUAN BAJO,

 

 

 

VIKTORIA  T. WULANG, S.PdkIM

NIP. 197109222006042007

MANGGARAI BARAT, 5 Agustus 2026

Guru Mata Pelajaran,

 

 

STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP. 196612311994121054

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.01



PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK NEGERI 1 LABUAN BAJO

Alamat: Jl. Raymundus Ramu No. 01, Ds. Batu Cermin, Kec. Komodo, Manggarai Barat, NTT

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.01

KREATIVITAS DAN GROWTH MINDSET WIRAUSAHA TEORI DAN REFLEKSI DIRI


Mata Pelajaran         : KIK

Fase / Kelas             : Fase F-SMK₃ / Kelas XI

Tahun Pelajaran       : 2026/2027

Guru                        : STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP                          : 196612311994121054

Semester                  : 1

 

IDENTIFIKASI

Asesmen pada Awal Pembelajaran (opsional):

Tes diagnostik kognitif dan non-kognitif singkat menggunakan kartu opini.

Instrumen: Daftar pernyataan setuju/tidak setuju mengenai mitos bakat wirausaha.

Tindak Lanjut:

• Sudah memahami: Peserta didik yang sudah memahami konsep growth mindset menjadi tutor sebaya dalam diskusi kelompok.

• Belum memahami: Peserta didik yang masih memiliki fixed mindset diberikan pendampingan khusus melalui studi kasus tokoh sukses yang memulai dari nol.

Dimensi Profil Lulusan:

☑ DPL3 — Penalaran Kritis

☑ DPL5 — Kolaborasi

☑ DPL4 — Kreativitas

☑ DPL6 — Kemandirian

☑ DPL8 — Komunikasi

Alasan: Dimensi ini dipilih untuk membentuk mentalitas wirausaha yang mampu menganalisis peluang, bekerja sama dalam tim, dan memiliki ketangguhan mental melalui pola pikir berkembang.

DESAIN

PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran:

KIK.F.01 Murid mampu menganalisis konsep kreativitas dan menerapkan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam konteks kewirausahaan.

Model Pembelajaran:

Problem Based Learning (PBL)

Praktik Pedagogis:

Pembelajaran berpusat pada murid dengan pendekatan konstruktivisme, di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam memecahkan masalah otentik terkait hambatan mental (mental block) dalam berwirausaha.

Kemitraan Pembelajaran (opsional):

-

Lingkungan Pembelajaran:

Ruang kelas yang disusun secara melingkar untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan presentasi.

Pemanfaatan Digital (opsional):

-

Total Alokasi Waktu:

2 Pertemuan · 450 menit (10 JP)

PENGALAMAN

BELAJAR

PERTEMUAN 1: Eksplorasi Kreativitas dan Dekonstruksi Fixed Mindset

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Discovery Learning [Otomatis]

Alasan: Pertemuan pertama difokuskan pada penemuan konsep mandiri dan penyamaan persepsi tentang kreativitas sebelum masuk ke pemecahan masalah.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Memulai sesi dengan teknik STOP untuk memfokuskan perhatian pada potensi diri.

🌍 Bermakna: Menghubungkan konsep kreativitas dengan potensi lokal Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

🎨 Menggembirakan: Permainan 'Tebak Fungsi Lain' untuk memicu tawa dan kreativitas tanpa batas.

Memahami · berkesadaran, bermakna

Pemberian rangsangan dan identifikasi masalah.

1. Perhatikan dua profil pengusaha berikut. Diskusikan, mana yang menurut kalian akan bertahan dalam 10 tahun ke depan dan apa alasannya?

   🎬 Skenario:

   Profil A: Budi merasa bakat memasaknya adalah warisan dan tidak perlu belajar teknik baru. Profil B: Siti merasa masakannya biasa saja, namun ia rajin mengikuti kursus online dan bereksperimen dengan bahan lokal Labuan Bajo setiap minggu meskipun sering gagal.

   ⏱ ~34 menit

2. Coba cari video pendek yang menunjukkan proses kegagalan seorang inovator sebelum mereka berhasil.

🎥 Video — Perlu tindakan guru:

🔎 Kata kunci: kisah kegagalan pengusaha sukses growth mindset indonesia

Catatan: Durasi maksimal 5 menit, pastikan konten inspiratif dan relevan dengan dunia SMK.

Link (isi manual): ______________________________________________

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna

Pengumpulan data dan pengolahan data.

1. Isilah lembar audit berikut dengan jujur. Tidak ada jawaban salah, yang ada adalah langkah awal untuk bertumbuh.

   📊 Tabel Data:

Tabel Audit Mindset: 1. Ketika saya gagal, saya merasa... (A. Bodoh, B. Perlu belajar lagi). 2. Ketika teman sukses, saya merasa... (A. Terancam, B. Terinspirasi). 3. Tantangan baru adalah... (A. Beban, B. Peluang).

   📄 Lembar Isian:

   Lembar Refleksi Diri: 'Satu hal yang akan saya ubah dari cara berpikir saya minggu ini adalah...'

   ⏱ ~50 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Generalisasi dan penarikan kesimpulan.

1. Mari kita renungkan perjalanan belajar hari ini dengan menjawab tiga pertanyaan penting.

   📎 Konten:

   1. Kognitif: Apa perbedaan mendasar antara orang yang kreatif karena bakat dengan orang yang kreatif karena latihan? 2. Metakognitif: Saat mengisi audit mindset tadi, bagian mana yang paling sulit kamu akui? Mengapa? 3. Sistem Diri: Bagaimana pola pikir growth mindset ini bisa membantumu menghadapi tantangan ekonomi di Labuan Bajo?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

PERTEMUAN 2: Penerapan Growth Mindset dalam Solusi Wirausaha Lokal

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) [Otomatis]

Alasan: Pertemuan kedua mengharuskan murid menerapkan konsep untuk memecahkan masalah nyata di lingkungan sekolah/daerah.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Visualisasi masa depan sebagai wirausahawan sukses di Labuan Bajo.

🌍 Bermakna: Mengangkat isu limbah pariwisata sebagai objek kreativitas.

🎨 Menggembirakan: Metode 'Pitching Santai' layaknya kompetisi startup namun dalam suasana yang mendukung.

Memahami · bermakna

Orientasi pada masalah dan mengorganisasi untuk belajar.

1. Bacalah data berikut dan diskusikan: Bagaimana growth mindset dapat mengubah masalah ini menjadi peluang kreatif?

   📊 Tabel Data:

Data Sampah Plastik Harian di Labuan Bajo: Januari (10 Ton), Februari (12 Ton), Maret (15 Ton). Keluhan Wisatawan: 'Kurangnya cinderamata yang unik dan ramah lingkungan'.

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna, berkesadaran

Membimbing penyelidikan dan mengembangkan hasil karya.

1. Gunakan teknik SCAMPER untuk memodifikasi ide kalian. Ingat, tidak ada ide yang bodoh dalam fase ini.

   📖 Teks Bacaan:

   Panduan SCAMPER: Substitute (Ganti bahan), Combine (Gabungkan fungsi), Adapt (Adaptasi ide lain), Modify (Ubah bentuk), Put to another use (Gunakan untuk hal lain), Eliminate (Hilangkan bagian tak perlu), Reverse (Balik alur).

   📋 Rubrik Mini:

   Ceklis Kreativitas: Apakah ide orisinal? Apakah memanfaatkan sumber daya lokal? Apakah solusi menjawab masalah?

   ⏱ ~60 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Menganalisis dan mengevaluasi proses.

1. Tanyakan pada diri kalian: Apakah kritik dari teman tadi membuatmu ingin berhenti atau justru memberimu ide baru?

   📎 Konten:

   1. Kognitif: Sebutkan 3 teknik kreativitas yang paling efektif kamu gunakan hari ini. 2. Metakognitif: Bagaimana perasaanmu saat idemu dikritik? Apa yang kamu lakukan untuk tetap tenang dan berpikir jernih? 3. Sistem Diri: Apakah kamu sekarang merasa lebih yakin bahwa kreativitas bisa dipelajari, bukan sekadar bakat?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

ASESMEN

PEMBELAJARAN

Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning):

Jenis: Self-assessment, Peer-assessment

Lembar refleksi harian dan formulir umpan balik teman sejawat.

Teknik: Penilaian diri menggunakan skala likert tentang keyakinan kemampuan bertumbuh.

Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning):

Jenis: Observasi, Tanya Jawab

Catatan anekdot selama diskusi kelompok.

Teknik: Guru berkeliling memberikan scaffolding saat murid melakukan brainstorming.

Asesmen Hasil Pembelajaran (Assessment of Learning):

Jenis: Penugasan Portofolio

Rubrik analisis konsep kreativitas dan rencana aksi growth mindset.

Teknik: Penyusunan dokumen 'My Growth Journey' yang berisi analisis diri dan rencana pengembangan kreativitas.

Rubrik / Kriteria KKTP:

Aspek yang Dinilai

Mahir

Cakap ✓

Layak

Baru Berkembang

Analisis Konsep Kreativitas

Mampu menjelaskan konsep kreativitas secara mendalam dan menghubungkannya dengan berbagai teknik inovasi.

Mampu menjelaskan konsep kreativitas dan memberikan contoh penerapannya.

Mampu menjelaskan definisi kreativitas namun contoh kurang relevan.

Belum mampu menjelaskan konsep kreativitas dengan benar.

Penerapan Growth Mindset

Menunjukkan konsistensi pola pikir berkembang saat menghadapi tantangan dan menerima kritik dengan sangat terbuka.

Menunjukkan pola pikir berkembang dalam sebagian besar aktivitas pembelajaran.

Mulai mencoba menerapkan pola pikir berkembang namun masih sering terpaku pada fixed mindset.

Menolak tantangan dan cenderung defensif terhadap umpan balik.

Kolaborasi dan Komunikasi

Aktif memimpin diskusi, mendengarkan secara empati, dan menyampaikan ide dengan sangat jelas.

Aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menyampaikan ide dengan jelas.

Berpartisipasi dalam diskusi jika diminta oleh anggota kelompok.

Pasif dalam kerja kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.

Tindak Lanjut:

✅ Sudah Mencapai TP: Diberikan proyek pengayaan berupa pembuatan proposal bisnis sederhana yang memanfaatkan potensi wisata Labuan Bajo.

⚠️ Belum Mencapai TP: Diberikan bimbingan konseling akademik untuk mengidentifikasi akar fixed mindset dan diberikan tugas bacaan biografi tokoh wirausaha yang gigih.

 

Mengetahui,

Kepala SMKN 1 LABUAN BAJO,

 

 

 

VIKTORIA  T. WULANG, S.PdkIM

NIP. 197109222006042007

MANGGARAI BARAT, 5 Agustus 2026

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP. 196612311994121054