Senin, 30 Maret 2026

MODUL AJAR MAPEL KIK

 

TOPIK "ENTRY JURNAL PERUSAHAAN JASA"



A. Informasi Umum

Komponen

Keterangan

Nama Penyusun

STEFANUS SATU, S.Pd

Institusi

SMKN 1 LABUAN BAJO

Tahun Penyusunan

2025

Jenjang Pendidikan

SMK

Kelas

XII

Fase

F

Alokasi Waktu

Kompetensi Awal

Peserta didik telah memahami konsep dasar akuntansi, penggolongan akun, dan mekanisme Debit-Kredit pada perusahaan jasa.

Dimensi Profil Lulusan

Penalaran Kritis: Menganalisis bukti transaksi secara akurat sebelum melakukan entry jurnal. Kolaborasi: Bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan proyek penyusunan siklus akuntansi. Kreativitas: Mendesain format jurnal dan laporan yang inovatif untuk usaha jasa kreatif. Kemandirian: Bertanggung jawab atas akurasi data finansial yang dikelola secara personal. Komunikasi: Mempresentasikan hasil pencatatan keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami stakeholder.

Sarana dan Prasarana

Ruang kelas, Proyektor, Laptop, Jaringan Internet, Bukti Transaksi (Nota, Kuitansi, Faktur), Spreadsheet/Excel.

Target Peserta Didik

Peserta didik reguler (32-36 siswa)

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam


B. Komponen Inti

1. Tujuan Pembelajaran

*       Peserta didik mampu menganalisis transaksi keuangan pada perusahaan jasa secara kritis dan akurat melalui kegiatan observasi bisnis nyata.

*       Peserta didik mampu melakukan entry jurnal umum (pencatatan kronologis) untuk usaha kreatif jasa dengan menggunakan perangkat digital maupun manual secara mandiri dan kolaboratif.

2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

*       Peserta didik dapat mengidentifikasi akun-akun yang terpengaruh oleh sebuah transaksi jasa dengan ketepatan 100%.

*       Peserta didik dapat menyusun jurnal umum yang seimbang (balance) antara posisi debit dan kredit berdasarkan bukti transaksi yang tersedia.

3. Asesmen

*       Asesmen Diagnostik (Awal): Kuis singkat melalui Mentimeter mengenai pemahaman posisi saldo normal akun (Harta, Utang, Modal, Pendapatan, Beban).

*       Asesmen Formatif (Proses): Observasi kinerja kelompok saat mendesain proyek jurnal dan penilaian antar teman (peer-assessment) dalam kolaborasi tim.

*       Asesmen Sumatif (Akhir): Laporan proyek "Jurnal Keuangan Usaha Kreatif" dan presentasi hasil kerja kelompok (Rubrik terlampir).

4. Pemahaman Bermakna

*       Pencatatan keuangan yang akurat melalui entry jurnal adalah fondasi utama bagi seorang wirausahawan untuk mengambil keputusan bisnis yang cerdas, inovatif, dan berkelanjutan.

5. Pertanyaan Pemantik

  1. Jika kalian memiliki usaha jasa fotografi dan mendapatkan uang muka, apakah uang tersebut langsung dianggap sebagai keuntungan atau kewajiban?
  2. Apa yang akan terjadi pada masa depan bisnis kalian jika setiap pengeluaran kecil tidak pernah dicatat secara kronologis?

6. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke-1

Kegiatan

Deskripsi (Fokus pada: Eksplorasi konsep dasar dan pemahaman awal.)

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Guru memulai dengan sesi (Joyful Learning) melalui game "Tebak Akun" di mana siswa bergerak ke sisi kiri kelas untuk Debit dan kanan untuk Kredit. Dilanjutkan dengan (Mindful Learning): Siswa diminta memejamkan mata sejenak, membayangkan satu usaha jasa yang ingin mereka bangun di Labuan Bajo, dan menyadari bahwa setiap rupiah yang keluar-masuk adalah "napas" dari impian tersebut.

.. Menit

Kegiatan Inti

Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar. Guru mengajukan masalah: "Bagaimana cara memastikan usaha jasa yang baru kalian rintis tidak bangkrut karena pengelolaan uang yang berantakan?" (Deep Learning - Pembelajaran Bermakna).

Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek. Siswa membentuk kelompok (4 orang) untuk merancang proyek "Buku Jurnal Usaha Kreatif". Mereka menentukan jenis usaha jasa (misal: Tour Guide, Laundry, atau Desain Grafis) (Deep Learning - Kolaboratif).

Sintaks 3: Menyusun Jadwal. Kelompok menyusun timeline pengerjaan proyek, mulai dari pengumpulan bukti transaksi fiktif hingga entry ke dalam jurnal.

…  Menit

Penutup

Siswa melakukan refleksi singkat tentang pentingnya integritas dalam mencatat transaksi. Guru memberikan apresiasi atas desain proyek yang unik dari setiap kelompok.

…  Menit

Pertemuan Ke-2

Kegiatan

Deskripsi (Fokus pada: Refleksi, evaluasi, penyimpulan, atau presentasi hasil karya.)

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Guru melakukan (Mindful Learning) dengan teknik pernapasan STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk memfokuskan konsentrasi siswa sebelum masuk ke detail angka akuntansi. Guru mengaitkan materi dengan keberhasilan pengusaha lokal Labuan Bajo yang tertib administrasi (Joyful Learning).

…  Menit

Kegiatan Inti

Sintaks 4: Memonitor Kemajuan Proyek. Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis saat siswa melakukan entry jurnal dari bukti transaksi yang mereka buat. Guru memastikan setiap kelompok menerapkan nalar kritis dalam menentukan posisi akun (Deep Learning - Refleksi).

Sintaks 5: Menguji Hasil. Setiap kelompok mempresentasikan hasil jurnal mereka menggunakan proyektor. Kelompok lain memberikan tanggapan terkait akurasi data (Deep Learning - Kolaboratif).

Sintaks 6: Mengevaluasi Pengalaman. Guru dan siswa mendiskusikan kendala yang dihadapi selama proses entry jurnal dan bagaimana cara mengatasinya di dunia nyata.

…  Menit

Penutup

Penarikan kesimpulan bersama bahwa entry jurnal bukan sekadar angka, melainkan cerita perjalanan sebuah bisnis. Doa penutup dan salam.

…  Menit

7. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik

Untuk Peserta Didik: Apakah saya sudah merasa percaya diri dalam membedakan transaksi yang masuk ke kolom debit dan kredit secara mandiri? Bagian mana dari proses penyusunan jurnal proyek ini yang paling memberikan pemahaman baru bagi saya tentang dunia wirausaha?

Untuk Pendidik: Apakah pendekatan Deep Learning yang saya terapkan sudah berhasil membuat siswa merasa bahwa akuntansi adalah kebutuhan bisnis, bukan sekadar beban hafalan? Sejauh mana model PjBL ini mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi dan penalaran kritis siswa dalam menyelesaikan masalah keuangan yang kompleks?


C. Lampiran

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Judul: Proyek Jurnal Umum Usaha Kreatif Jasa

Petunjuk Belajar: Baca setiap bukti transaksi dengan teliti, diskusikan dengan rekan kelompok, dan gunakan format jurnal yang telah disediakan.

 

Kompetensi Dasar/Materi Pokok: Entry Jurnal Umum Perusahaan Jasa.

 

Informasi Pendukung (Materi Ajar): Jurnal umum adalah media pencatatan transaksi secara kronologis. Rumus dasar: Aset = Liabilitas + Ekuitas.

 

Tugas/Langkah Kerja:

  1. Buatlah minimal 10 transaksi fiktif untuk usaha jasa pilihanmu.
  2. Siapkan bukti transaksi (nota/kuitansi) sederhana.
  3. Catatlah transaksi tersebut ke dalam format Jurnal Umum.

 

Penilaian: Akurasi akun, keseimbangan debit/kredit, dan kerapian laporan.

Identitas Siswa:

Nomor

Nama Anggota Kelompok

Kelas

1.

 

 

2.

 

 

3.

 

 

4.

 

 

5.

 

 

Tujuan LKPD: Melatih siswa melakukan pencatatan transaksi keuangan secara sistematis dan akurat.

Alat dan Bahan: Kertas format jurnal/Laptop (Excel), Bukti Transaksi, Alat Tulis.

Langkah Kegiatan: Identifikasi Transaksi -> Analisis Akun -> Tentukan Debit/Kredit -> Entry Jurnal.

Pertanyaan: Mengapa transaksi pendapatan jasa yang diterima di muka dicatat sebagai utang, bukan langsung sebagai pendapatan?

Kesimpulan: Jurnal umum berfungsi sebagai catatan historis yang menjamin setiap transaksi memiliki bukti dan pertanggungjawaban.

Kunci Jawaban (Untuk Guru): Jawaban bervariasi tergantung proyek siswa, namun fokus pada keseimbangan (Balance) dan ketepatan pemilihan akun (misal: Beban Gaji di Debit, Kas di Kredit).

Rubrik Penilaian (Untuk Guru):

Kriteria

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Perlu Bimbingan)

Analisis Transaksi

Semua akun tepat

1-2 akun salah

3-4 akun salah

>5 akun salah

Akurasi Angka

Jurnal Balance 100%

Balance tapi ada salah input

Tidak Balance sedikit

Tidak Balance total

Kerja Sama Tim

Sangat aktif & kompak

Aktif berkontribusi

Kurang berkontribusi

Pasif

2. Pengayaan dan Remedial

*       Pengayaan: Siswa diminta mencoba entry jurnal menggunakan software akuntansi sederhana (seperti MYOB atau Jurnal.id).

*       Remedial: Pendampingan tutor sebaya untuk memahami kembali logika Debit-Kredit melalui kartu simulasi transaksi.

3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik

*       Bahan Bacaan Peserta Didik: Ringkasan materi tentang siklus akuntansi perusahaan jasa dan tabel saldo normal akun.

*       Bahan Bacaan Pendidik: Panduan implementasi Deep Learning dalam pendidikan vokasi dan strategi PjBL untuk materi numerasi.

4. Media Pembelajaran

*       Video Pembelajaran: "Cara Mudah Membuat Jurnal Umum Perusahaan Jasa" - Link: https://www.youtube.com/watch?v=S_Ym6_8vWig

5. Glosarium

*       Entry Jurnal: Proses mencatat transaksi keuangan ke dalam buku jurnal.

*       Kronologis: Urutan waktu terjadinya peristiwa atau transaksi.

*       Saldo Normal: Klasifikasi apakah suatu akun akan bertambah di posisi Debit atau Kredit.

6. Daftar Pustaka

*       Kieso, D. E., et al. (2020). Accounting Principles. Wiley.

*       Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka.

*       Weygandt, J. J. (2018). Financial Accounting. Pearson Education.


MODUL AJAR MAPEL KIK

 


TOPIK "MAPPING MINAT KEWIRAUSAHAAN SISWA"

A. Informasi Umum

KOMPONEN

KETERANGAN

Nama Penyusun

Stefanus Satu, S.Pd

Institusi

SMKN 1 LABUAN BAJO

Tahun Penyusunan

2025

Jenjang Pendidikan

SMK

Kelas

XI

Fase

F

Alokasi Waktu

2 JP (2 x 45 Menit)

Kompetensi Awal

Berdasarkan ATP Fase sebelumnya, peserta didik diasumsikan telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep dasar kewirausahaan dan karakteristik seorang wirausahawan sebagai topik prasyarat untuk Mapping Minat Kewirausahaan Siswa.

Dimensi Profil Lulusan

Penalaran Kritis: Peserta didik menganalisis secara objektif kekuatan, kelemahan, dan minat pribadi mereka. Kolaborasi: Peserta didik saling berdiskusi dan memberikan umpan balik positif saat proses pemetaan minat. Kreativitas: Peserta didik menuangkan hasil pemetaan minatnya ke dalam bentuk visual (mind map) yang menarik. Kemandirian: Peserta didik secara mandiri melakukan asesmen diri dan bertanggung jawab atas pilihan minatnya. Komunikasi: Peserta didik mempresentasikan hasil pemetaan minatnya dengan bahasa yang jelas dan persuasif di depan kelas.

Sarana dan Prasarana

Ruang kelas yang nyaman, Proyektor, Laptop, Jaringan Internet, Kertas Plano/A3, Sticky notes berbagai warna, Spidol warna-warni, dan Papan Tulis.

Target Peserta Didik

Peserta didik reguler (28-32 siswa)

Model Pembelajaran

Discovery Learning dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam

B. Komponen Inti

1. Tujuan Pembelajaran

*      Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memetakan minat, bakat, serta potensi kewirausahaan dalam dirinya melalui asesmen diri secara komprehensif.

*       Peserta didik mampu merancang satu gagasan awal bidang usaha yang selaras dengan hasil pemetaan minat kewirausahaan pribadinya secara kreatif.

2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

*       Peserta didik dapat menyusun visualisasi "Peta Minat Kewirausahaan" (menggunakan metode mind map atau kanvas) yang memuat hobi, keahlian, dan hal yang disukai.

*       Peserta didik dapat menjelaskan keterkaitan antara peta minat yang dibuatnya dengan minimal satu peluang ide bisnis yang realistis.

3. Asesmen

*       Asesmen Diagnostik (Awal): Tanya jawab lisan di awal pembelajaran mengenai hobi utama siswa dan apakah mereka pernah berpikir untuk menghasilkan uang dari hobi tersebut.

*       Asesmen Formatif (Proses): Observasi guru terhadap keaktifan siswa selama proses diskusi kelompok, pengumpulan data diri, dan pembuatan visualisasi peta minat.

*       Asesmen Sumatif (Akhir): Penilaian produk berupa "Peta Minat Kewirausahaan" dan presentasi singkat siswa di akhir pembelajaran (rubrik terlampir di bagian lampiran).

4. Pemahaman Bermakna

*       Memahami dan memetakan minat serta potensi diri secara jujur adalah fondasi paling krusial untuk menemukan ide bisnis yang tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan kebermaknaan dalam menjalani kehidupan.

5. Pertanyaan Pemantik

  1. Pernahkah kamu melakukan suatu kegiatan yang sangat kamu sukai sampai-sampai kamu lupa waktu, dan menurutmu bisakah kegiatan itu diubah menjadi sumber penghasilan?
  2. Mengapa banyak pengusaha sukses dan tokoh dunia selalu menyarankan kita untuk "membangun bisnis dari apa yang kita cintai"?

6. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke-1

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi Waktu

Pendahuluan

1. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran siswa.
2. Guru mengajak siswa melakukan teknik STOP (berhenti sejenak, ambil napas dalam, amati sensasi tubuh, lalu lanjutkan) agar siswa memusatkan perhatian sepenuhnya pada kelas (Mindful Learning).
3. Guru memberikan permainan tebak gaya singkat bertema "Profesi Impian" untuk mencairkan suasana dan membangkitkan semangat (Joyful Learning).
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, dan memberikan pertanyaan pemantik terkait materi "Mapping Minat Kewirausahaan Siswa".

… Menit

Kegiatan Inti

1. Stimulation (Pemberian rangsangan): Guru menayangkan video singkat tentang seorang wirausahawan muda sukses yang memulai bisnisnya murni dari hobi (misalnya hobi modifikasi motor atau memasak). Siswa diminta mengamati bagaimana hobi tersebut bertransformasi menjadi bisnis (Deep Learning - Pembelajaran Bermakna).
2. Problem statement (Identifikasi masalah): Siswa didorong untuk merumuskan masalah terkait dirinya sendiri, seperti: "Apa sebenarnya minat dan keahlian utama saya? Bagaimana cara memetakannya agar bisa menjadi ide kewirausahaan yang potensial?"
3. Data collection (Pengumpulan data): Siswa secara berpasangan saling mewawancarai untuk menggali kelebihan dan minat yang mungkin tidak disadari oleh diri sendiri. Siswa juga menuliskan daftar hobi, hal yang disukai, dan keterampilan yang dikuasai di atas sticky notes (Deep Learning - Kolaboratif).
4. Data processing (Pengolahan data): Siswa secara individu mengelompokkan sticky notes tersebut ke dalam kertas plano/A3 untuk menyusun sebuah "Peta Minat Kewirausahaan" (Mind Map). Mereka mengkategorikan data menjadi: Hobi, Keahlian, Hal yang dibutuhkan orang lain, dan Potensi Bisnis.
5. Verification (Pembuktian): Siswa membandingkan hasil peta minat mereka dengan berbagai jenis model bisnis yang ada saat ini (jasa, produk kreatif, digital). Siswa saling meninjau karya teman sebangku dan memberikan masukan apakah ide bisnis yang ditarik dari minat tersebut realistis.
6. Generalization (Menarik kesimpulan): Siswa menarik kesimpulan dengan menetapkan 1 atau 2 bidang kewirausahaan yang paling relevan dengan profil minat mereka. Beberapa perwakilan siswa mempresentasikan hasil mapping-nya di depan kelas. Siswa menyadari bahwa setiap individu memiliki jalur sukses yang unik sesuai dengan potensinya masing-masing (Deep Learning - Refleksi).

… Menit

Penutup

1. Guru memberikan apresiasi atas antusiasme dan karya peta minat yang telah dibuat oleh siswa.
2. Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin penting dari kegiatan pemetaan minat hari ini.
3. Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (mengembangkan ide bisnis dari peta minat).
4. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

… Menit

7. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik

Untuk Peserta Didik: Apa satu hal baru yang paling mengejutkan yang kamu temukan tentang potensi dirimu sendiri setelah melakukan pemetaan minat hari ini? Bagaimana perasaanmu setelah menyadari bahwa hobi atau hal-hal kecil yang kamu sukai ternyata memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha yang nyata?

Untuk Pendidik: Apakah metode visualisasi menggunakan sticky notes dan kertas plano efektif dalam membantu siswa yang biasanya kesulitan mengenali minat dan bakat mereka sendiri? Bagian mana dari sintaks Discovery Learning hari ini yang pelaksanaannya kurang optimal dan perlu saya perbaiki agar siswa bisa lebih mendalami makna dari minat mereka di pertemuan selanjutnya?

C. Lampiran

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Judul: Mapping Minat dan Potensi Kewirausahaan Pribadi

Petunjuk Belajar: Bacalah setiap instruksi dengan teliti. Kerjakan asesmen diri ini dengan jujur sesuai dengan apa yang benar-benar kamu rasakan dan sukai, bukan berdasarkan apa yang disukai temanmu. Diskusikan dengan teman sebangku pada sesi wawancara silang untuk mendapatkan sudut pandang objektif tentang dirimu.

Kompetensi Dasar/Materi Pokok: Pemetaan Minat Kewirausahaan Siswa (Self-Assessment & Mind Mapping).

Informasi Pendukung (Materi Ajar): Dalam kewirausahaan, passion atau minat yang kuat adalah bahan bakar utama. Konsep Ikigai dari Jepang mengajarkan bahwa irisan antara "Apa yang kamu sukai", "Apa yang kamu kuasai", "Apa yang dibutuhkan dunia", dan "Apa yang bisa membuatmu dibayar" adalah titik ideal untuk menentukan karir atau bisnis. Memetakan minat membantu kita menemukan titik ideal tersebut.

Tugas/Langkah Kerja: Membuat visualisasi Peta Minat Kewirausahaan (Mind Map) dan merumuskan satu ide bisnis yang selaras.

Penilaian: Penilaian dilakukan berdasarkan kelengkapan data diri yang digali, kreativitas visualisasi peta minat, dan kelogisan hubungan antara minat dengan ide bisnis yang dirumuskan.

Identitas Siswa:

Nomor

Nama Anggota

Kelas

1

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

Tujuan LKPD: Melalui LKPD ini, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi minat, hobi, dan keahlian pribadinya, serta mampu memetakannya menjadi sebuah gagasan awal kewirausahaan.

Alat dan Bahan:

  1. Alat tulis (Pena, Pensil)
  2. Spidol warna-warni
  3. Sticky notes (minimal 3 warna berbeda)
  4. Kertas Plano atau Kertas Gambar A3

Langkah Kegiatan:

  1. Tuliskan 5 hal yang paling kamu sukai (hobi/kegiatan luang) di sticky notes warna merah.
  2. Tuliskan 3 hal/keterampilan yang paling kamu kuasai (bisa akademis maupun non-akademis) di sticky notes warna kuning.
  3. Lakukan wawancara 3 menit dengan teman sebangku. Tanyakan: "Menurutmu, apa kelebihan utamaku?". Tulis jawaban temanmu di sticky notes warna hijau.
  4. Tempelkan semua sticky notes tersebut di atas kertas A3.
  5. Tarik garis penghubung (mind map) antara hal yang kamu sukai dan hal yang kamu kuasai.
  6. Di bagian tengah kertas, tuliskan 1 atau 2 ide bisnis/usaha yang bisa menggabungkan elemen-elemen dari sticky notes tersebut.

 

 

Pertanyaan:

  1. Berdasarkan peta minat yang telah kamu buat, sebutkan satu ide usaha yang paling mungkin kamu jalankan saat ini!
  2. Apa tantangan terbesar yang mungkin kamu hadapi jika kamu benar-benar mewujudkan ide usaha berdasarkan minatmu tersebut?

Kesimpulan: ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Kunci Jawaban (Untuk Guru): Jawaban bersifat terbuka dan subjektif sesuai dengan karakteristik dan minat masing-masing siswa. Guru menilai kelogisan (benang merah) antara minat yang ditulis dengan ide bisnis yang dihasilkan. (Contoh logis: Minat bermain game + Keahlian desain grafis = Ide bisnis jasa pembuatan logo tim Esport).

Rubrik Penilaian (Untuk Guru):

Aspek Penilaian

Sangat Baik (4)

Baik (3)

Cukup (2)

Kurang (1)

Kedalaman Analisis Diri

Mampu mengidentifikasi >5 minat/keahlian secara spesifik dan jujur.

Mampu mengidentifikasi 3-4 minat/keahlian dengan cukup jelas.

Mampu mengidentifikasi 1-2 minat namun masih terlalu umum.

Belum mampu mengidentifikasi minat dan keahlian diri.

Kreativitas Visual (Mind Map)

Peta minat sangat rapi, menggunakan pengkodean warna, dan sangat menarik secara visual.

Peta minat rapi dan menggunakan warna, namun desain standar.

Peta minat kurang rapi dan tidak menggunakan variasi warna.

Peta minat dibuat asal-asalan dan sulit dibaca.

Relevansi Ide Bisnis

Ide bisnis sangat logis, inovatif, dan sangat terhubung dengan peta minat.

Ide bisnis logis dan terhubung dengan peta minat.

Ide bisnis kurang terhubung dengan peta minat yang dibuat.

Tidak mampu merumuskan ide bisnis dari peta minat.

2. Pengayaan dan Remedial

*       Pengayaan: Peserta didik yang telah berhasil merumuskan ide bisnis dengan sangat baik diminta untuk melakukan wawancara singkat dengan seorang pelaku UMKM di sekitar tempat tinggalnya untuk menanyakan apakah bisnis yang dijalankan UMKM tersebut berawal dari minat/hobi.

*       Remedial: Peserta didik yang kesulitan memetakan minatnya akan didampingi secara khusus oleh guru untuk mengisi instrumen tes minat bakat online sederhana (seperti tes RIASEC/Holland Code) untuk memancing pemahaman tentang potensi diri mereka.

 

 

3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik

*       Bahan Bacaan Peserta Didik: Modul ringkas tentang "Konsep Ikigai dalam Kewirausahaan". Materi ini membahas cara menemukan irisan antara Passion (Gairah), Mission (Misi), Vocation (Keahlian), dan Profession (Profesi) agar siswa paham bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang disukai dan dibutuhkan masyarakat.

*       Bahan Bacaan Pendidik: Artikel jurnal atau bab buku pedagogik mengenai penerapan model Discovery Learning dalam pendidikan vokasi/SMK, serta literatur tentang Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) karya Howard Gardner untuk membantu guru memahami keberagaman bakat siswa.

4. Media Pembelajaran

*       Video Pembelajaran: Video YouTube dari channel Satu Persen berjudul "Cara Mengetahui Minat dan Bakat (Ikigai)". Link URL: https://www.youtube.com/watch?v=G2SffvhLzM4

5. Glosarium

*       Mapping: Pemetaan; proses mengumpulkan, mengelompokkan, dan memvisualisasikan data atau informasi (dalam hal ini minat siswa) agar lebih mudah dipahami.

*       Passion: Gairah atau keinginan yang sangat kuat terhadap suatu hal atau aktivitas tertentu yang dilakukan dengan senang hati tanpa merasa terpaksa.

*       Ikigai: Konsep dari Jepang yang berarti "alasan untuk hidup", sering digunakan dalam bisnis untuk menemukan keseimbangan antara minat, keahlian, kebutuhan pasar, dan penghasilan.

*       Mind Map: Peta pikiran; metode mencatat kreatif yang memetakan pikiran secara visual menggunakan garis, kata kunci, dan warna.

6. Daftar Pustaka

*       Direktorat Pembinaan SMK. (2019). Bahan Ajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

*       Alma, Buchari. (2016). Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung: Alfabeta.

*       Mulyatiningsih, Endang. (2014). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta. (Sebagai referensi pendekatan Discovery Learning).