Sabtu, 09 Mei 2026

SMKN 1 LABUAN BAJO : VENI, VIDI, VICI

 

Veni, Vidi dan Vici : kami datang, kami lihat dan kami menang. Itulah kira-kira slogan atau caption yang bisa disematkan kepada anak-anak SMKN 1 Labuan Bajo Program Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Slogan yang terkesan sombong tetapi juga elegan. Tetapi itulah ungkapan yang pas untuk SMKN 1 Labuan Bajo setelah menyabet campiun, juara pertama dalam kejuaraan Lomba Cerdas Cermat Akuntansi (LCCA) antar SMA/SMK/MA/MAK tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Flores (Unflor) di Ende tanggal 7-8 Mei 2026. LCCA tersebut menghadirkan SMA dan SMK seprovinsi NTT, jurusan IPS dan Akuntansi. 

Tema yang digelar oleh jurusan Akuntansi Unflor adalah "Mengukir Prestasi melalui Keteladan dan Kejujuran Akuntansi". 

Bagi SMKN 1 Labuan Bajo, keterlibatan dalam event akademik akhbar itu untuk menunjukkan bahwa sekolah melalui guru-guru telah bekerja dan berpihak pada peningkatan kompetensi peserta didik dan peserta didik itu bisa. 

Persiapan Lomba

Setelah mendapat surat dari Unflor yang berisi menginformasikan adanya event LCCA, Ketua Program  Akuntansi yakni Ibu Margartha Madis, S. Pd melakukan koordinasi dengan Wakil Kepala urusan Kurikulum, Bapak Yohanes Human, S. Pd dan juga kepala SMKN 1 Labuan Bajo, Ibu Viktoria Timung Wulang, S. PdKim untuk memastikan keikutsertaan dalam lomba tersebut. Setelah mendapatkan lampu hijau dari pimpinan sekolah, selanjutnya pihak program Akuntansi merespon cepat dan terukur dengan melakukan seleksi siswa yang akan menjadi peserta dalam lomba tersebut. Ada 9 orang siswa yang dipilih untuk melakukan bimbingan. Namun pada akhirnya program memutuskan untuk mengambil 6 orang terbaik untuk menjadi peserta tetap dalam lomba. 

Enam orang yang diambil dibagi dalam dua tim.  Tim A dan Tim B. Pada Tim A ada Ajeng, Angela dan Nesa dengan jubir Angela. Tiga anggota tim ini adalah siswa program Akuntansi kelas XII yang sudah tamat dan lulus tahun pelajaran 2025/2026. Sementara pada tim B ada Ana, Maria dan Celsiana dengan jubir Ana. Anggota tim B berasal  dari kelas XI Akuntansi yang masih aktif. 

Selain melakukan bimbingan belajar, guru juga menekankan siswa untuk terus menjaga kesehatan fisik dan psikis termasuk mental. Bapak Hila Harson, SE, Ibu Selviyati, S. Pd, Ibu Vanti, S. Pd dan Bapak Gregorius Narto, S. Pd menjadi guru terdepan dengan semangat tidak pernah pudar sedikitpun, setia dan sabar membimbing siswa. 

Pelaksanaan Lomba

Lomba dilaksanakan tanggal 7-8 Mei 2026. Dua tim dari SMKN 1 Labuan Bajo berada pada grup yang berbeda. Tim B tidak mampu bertahan, setelah kalah dalam pengumpulan nilai pada babak wajib, lempar maupun rebutan. Tim B angkat topi dan mengakui keunggulan Tim lain dalam grup. Sebaliknya bintang kejuaraan Tim A semakin bersinar terang, menyinari pikiran dan hati mereka. Pada babak penyisihan grup, Tim A mampu mengimbangi tim lain seperti SMKs Karya Ruteng, SMKN Aesesa, dan SMKS Gabriel Maumere dan berhasil masuk semifinal. Pada babak semifinal SMKN 1 Labuan Bajo semakin di depan dengan mengungguli  tiga sekolah di atas dengan perolehan nilai 850 dan masuk final. Pada babak final SMKN 1 Labuan Bajo bertarung melawan SMA ternama di NTT khususnya di Flores dan Lembata yaitu, SMAK Regina Pacis Bajawa dan SMA Nubatukan Lewoleba A. Ini pertarungan bergengsi antara SMA dan SMK. 

Hasil Lomba

Pada mulanya terhadap peserta LCCA SMKN 1 Labuan Bajo, sekolah tidak memberikan target juara minimal. Hal itu dilakukan karena selain tidak memberi beban psikologis peserta, juga karena SMKN 1 Labuan Bajo untuk kegiatan seperti ini baru menjadi pengalaman pertama. Disadari bahwa pengalaman kurang, situasi dan tempat baru  serta mental dan nyali yang rendah sungguh berpengaruh terhadap hasil yang ingin dicapai. 

Namun demikian guru guru di Program Akuntansi, pembimbing dan pendamping tetap dorong peserta lomba untuk terus tumbuhkan semangat dan mental juara melalui ketaatan, kedisiplinan, ketabahan dalam mengikuti bimbingan belajar yang dibuat oleh pembimbing dan pendamping. 

Setelah melalui fase grup, babak semifinal dengan hasil gemilang, SMKN 1 Labuan Bajo melenggang dengan senyum sumringah masuk ke babak final. Pada babak penetuan juara ini Tim A SMKN 1 Labuan Bajo berjuang hidup mati melawan SMAK Regina Pacis Bajawa dan SMAN Nubatukan Lewoleba A. Ini pertarungan bergengsi antara SMA dan SMK. Memang hasil tidak menciderai proses. Dengan bermodalkan disiplin, taat nasehat  pembimbing dan pendamping, menggunakan strategi  jitu serta dengan kemampuan akademik anak yang baik, akhirnya  Juara itu menghampiri mereka. Dengan langkah pasti setelah meraih angka tertinggi  975 akhirnya Juara itu tergegenggam di tangan  anak-anak kita. Anak Program Akuntansi SMKN 1 Labuan Bajo. Juara I. 

Bagi Program Akuntansi capaian ini sungguh sangat luar biasa dan membanggakan. Program ini sudah dilakukan akreditasi ulang pada tahun 2025. Pada akreditasi pertama tahun 2019 meraih predikat B. Sementara pada akreditasi ulang tahun 2025 meraih predikat A. Hasil akreditasi ini menceritakan bahwa pihak-pihak yang mengelola program ini tidak kerja main-main. Kerja keras dan serius mengelola program ini sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap nilai akreditasi yang unggul itu. Selain itu ada 2 event akademik yang telah diikuti Program Akuntansi dalam jarak waktu yang tidak terlalu jauh. Kegiatan Lomba Akuntansi di Poltek El Bajo Komodo Labuan Bajo pada akhir 2025 dan LCCA di  Unflor.  Kedua kegiatan tersebut sama-sama meraih hasil yang gemilang yaitu Juara I. 

Program Akuntansi SMKN 1 Labuan Bajo, tradisikan Ikut Lomba dan tradisikan meraih Juara. 

Profisiat buat Peserta LCCA, Pembimbing, Pendamping, Program Akuntansi, dan SMKN 1 Labuan Bajo.

Rabu, 08 April 2026

PERANGKAT AJAR KELAS XI PDF

https://drive.google.com/drive/folders/19bWnWPqyUiJ2zhB9ri2wDcl6Ub12bRhq?usp=drive_link 

MODUL AJAR / RPM


A. IDENTIFIKASI

Sekolah

SMKN 1 LABUAN BAJO

Nama Guru

STEFANUS SATU, S. Pd

Mata Pelajaran

Kreativitas, Inovasi dan Kewirausahaan (KIK)

Kelas / Semester

XI  / 1

Alokasi Waktu

10 JP (2 Pertemuan x 5 JP @45 Menit)

Analisis Peserta Didik:

Peserta didik kelas 11 SMK berada pada fase remaja akhir yang memiliki energi eksploratif tinggi namun seringkali terhambat oleh rasa takut akan kegagalan (fixed mindset). Di SMKN 1 Labuan Bajo, siswa terpapar pada industri pariwisata yang dinamis, menuntut kemampuan adaptasi dan kreativitas tinggi. Secara kognitif, mereka siap melakukan penalaran kritis namun memerlukan stimulasi konkret untuk membangun kemandirian dalam mengambil keputusan kewirausahaan.

Analisis Materi:

Materi mencakup dikotomi antara Growth Mindset dan Fixed Mindset, teknik berpikir kreatif (SCAMPER), serta identifikasi karakter wirausaha. Fokus utama bukan sekadar teori, melainkan internalisasi nilai-nilai kreativitas sebagai solusi atas hambatan mental (mental block) dalam berwirausaha.

Pilihan Dimensi Profil Lulusan:

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Kesehatan

Komunikasi

B. DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

1. Kreativitas Menerapkan konsep kreativitas, pola pikir berkembang (growth mindset), karakter wirausaha, eksplorasi ide, penciptaan gagasan baru, dan mengaplikasikan kreativitas dalam praktik kewirausahaan.

Lintas Disiplin Ilmu

Bahasa Indonesia (Literasi kritis), Informatika (Pemanfatan platform digital), dan Bimbingan Konseling (Psikologi perkembangan diri).

Tujuan Pembelajaran

Menganalisis konsep kreativitas dan menerapkan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam konteks kewirausahaan.

Topik Pembelajaran

Kreativitas dan Growth Mindset Wirausaha: Teori, Transformasi Mental, dan Refleksi Diri

Praktik Pedagogis (Model)

Deep Learning (6C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, Character, Citizenship) dengan model Inquiry-Based Learning dan Refleksi Metakognitif.

Kemitraan Pembelajaran

Observasi virtual atau wawancara dengan pelaku UMKM kreatif di Labuan Bajo (misal: pengusaha oleh-oleh atau jasa wisata).

Lingkungan Pembelajaran

Ruang kelas yang diatur secara kolaboratif (Round Table), area terbuka sekolah untuk aktivitas eksplorasi ide.

Pemanfaatan Digital

Padlet (Curating ideas), Mentimeter (Live polling), Canva (Mindset visualization), dan LMS/Google Classroom.

C. PENGALAMAN BELAJAR

Tahapan

Aktivitas Konkret (Deep Learning)

AWAL

Pembelajaran dimulai dengan 'Emotional Hook' melalui penayangan video singkat transformasi tokoh wirausaha sukses yang berangkat dari kegagalan total. Guru memfasilitasi sesi 'Mindset Check-in' di mana siswa diminta menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat mendengar kata 'Kegagalan' pada aplikasi Mentimeter. Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan sistem limbik (emosi) siswa dan membangun koneksi bermakna antara pengalaman pribadi mereka dengan materi yang akan dipelajari (Neuroscience: Emotion and Memory). Setelah itu, guru melakukan apersepsi melalui permainan 'The Unusual Use of an Object'. Siswa secara mandiri (Kemandirian) diberikan waktu 3 menit untuk memikirkan sebanyak mungkin fungsi tidak lazim dari sebuah benda sederhana (misal: jepit rambut atau botol plastik kosong). Aktivitas ini bertujuan untuk 'pemanasan' otak kanan dan menstimulasi jalur neural kreatif siswa sebelum masuk ke materi inti. Guru memberikan penguatan bahwa setiap orang memiliki potensi kreatif yang dapat dilatih, bukan bakat bawaan yang kaku. Guru kemudian memaparkan tujuan pembelajaran dan menyepakati 'Kontrak Belajar' bersama siswa. Di sini, prinsip Student Agency diterapkan dengan memberikan pilihan (Choice) kepada siswa mengenai bagaimana mereka ingin mendokumentasikan pembelajaran hari ini (apakah melalui catatan visual, podcast pendek, atau peta konsep). Guru menekankan bahwa dimensi Penalaran Kritis, Kreativitas, dan Kemandirian akan menjadi kompas utama selama proses belajar, menciptakan rasa kepemilikan (Ownership) atas tujuan belajar mereka sendiri.

(45 Menit)

INTI: Memahami

Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan 'Deep Dive Inquiry' terhadap konsep Growth vs Fixed Mindset. Guru menyediakan 'Station Learning' di mana setiap stasiun memiliki sumber belajar yang berbeda: video wawancara, artikel studi kasus bisnis yang bangkrut karena kaku (Fixed Mindset), dan biografi pengusaha yang melakukan pivot (Growth Mindset). Siswa harus melakukan Penalaran Kritis dengan membandingkan pola pikir di balik setiap kasus tersebut. Mereka didorong untuk saling bertanya 'Mengapa' dan 'Bagaimana jika' guna melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Interaksi guru-siswa berfokus pada teknik Scaffolding, di mana guru berkeliling bukan untuk memberikan jawaban, melainkan melontarkan pertanyaan provokatif yang menantang asumsi siswa. Siswa didorong untuk menyuarakan (Voice) pendapat mereka secara bebas tanpa takut salah. Di setiap stasiun, siswa harus mengumpulkan 'puzzle konsep' yang menggambarkan karakteristik kreativitas wirausaha, seperti keberanian mengambil risiko, orisinalitas, dan kegigihan. Penggunaan media digital seperti Padlet digunakan sebagai papan diskusi transparan. Setiap kelompok mengunggah hasil analisis kritis mereka ke Padlet, sehingga kelompok lain dapat memberikan umpan balik (Peer-Feedback) secara langsung. Proses ini membangun literasi digital sekaligus melatih kolaborasi dan komunikasi dalam menganalisis konsep-konsep abstrak menjadi pemahaman yang konkret dan aplikatif dalam konteks kewirausahaan lokal di Labuan Bajo. Sebagai penutup fase memahami, guru memfasilitasi 'Classroom Debates' mini tentang topik: 'Apakah kreativitas bisa diajarkan atau merupakan bakat lahir?'. Aktivitas ini bertujuan menguji pemahaman mendalam mereka tentang konsep Growth Mindset. Siswa harus mempertahankan argumen mereka dengan bukti dari studi kasus yang telah dibaca, yang secara langsung mengasah dimensi Penalaran Kritis mereka secara intensif.

(90 Menit)

INTI: Mengaplikasi

Siswa masuk ke fase 'The Creative Mindset Challenge'. Dalam fase ini, siswa diminta untuk mengidentifikasi satu masalah nyata yang ada di lingkungan sekolah atau sekitar Labuan Bajo (misal: sampah plastik, kurangnya akses informasi wisata bagi difabel, dll). Dengan menggunakan prinsip Kemandirian, setiap siswa atau kelompok kecil harus memilih satu masalah yang paling mereka pedulikan. Mereka kemudian menerapkan konsep kreativitas dan pola pikir berkembang untuk merancang draf solusi kewirausahaan sederhana. Guru memperkenalkan teknik SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to another use, Eliminate, Reverse) sebagai alat bantu berpikir kreatif. Siswa menerapkan teknik ini untuk membedah masalah yang dipilih. Di sini, Kreativitas siswa diuji untuk tidak hanya mencari solusi umum, tetapi solusi yang unik dan memiliki nilai ekonomi. Mereka didorong untuk melakukan 'Rapid Prototyping' ide, baik dalam bentuk gambar, maket dari bahan bekas, atau alur jasa (Service Design). Selama proses ini, guru berperan sebagai mentor/coach. Ketika siswa menemui hambatan (misal: 'Idenya terlalu sulit, Pak'), guru mendorong penggunaan 'The Power of Yet' (Saya belum bisa melakukannya, belum tentu tidak bisa). Siswa diajak untuk melakukan 'Trial and Error' kecil di dalam kelas, mencoba mempresentasikan ide kasar mereka kepada rekan sejawat untuk mendapatkan masukan. Ini adalah aplikasi nyata dari Growth Mindset di mana umpan balik dianggap sebagai bahan bakar untuk perbaikan, bukan kritik pribadi. Siswa memiliki kendali penuh (Ownership) atas proyek mereka. Mereka bebas memilih media presentasi, baik itu berupa poster digital Canva, simulasi drama pendek, atau presentasi 'Pitch Deck' ala startup. Di akhir sesi, setiap kelompok memamerkan 'Peta Transformasi Mindset' mereka yang menunjukkan bagaimana ide mereka berkembang dari konsep awal yang sederhana menjadi ide yang lebih kompleks dan solutif setelah melalui proses diskusi dan revisi.

(135 Menit)

INTI: Merefleksi

Refleksi dilakukan dengan pendekatan 'Metacognitive Journaling'. Siswa diminta untuk merenung secara mendalam tentang perjalanan emosional dan intelektual mereka selama pembelajaran. Mereka menjawab pertanyaan reflektif seperti: 'Asumsi apa yang saya miliki tentang diri saya sebelum kelas ini?', 'Bagaimana perubahan pola pikir ini akan mempengaruhi cara saya menghadapi kegagalan di masa depan?', dan 'Sejauh mana saya telah bertindak mandiri dalam tugas tadi?'. Ini membantu memperkuat jalur saraf terkait pemahaman diri (Self-Awareness). Guru memfasilitasi sesi 'Circle of Trust' di mana beberapa siswa secara sukarela berbagi refleksi mereka. Siswa didorong untuk jujur mengenai ketakutan atau keraguan mereka. Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemauan untuk berkembang (Growth Mindset). Refleksi ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir proyek, tetapi lebih pada proses internal perubahan mindset. Siswa juga melakukan evaluasi diri terhadap penguasaan Profil Lulusan (Penalaran Kritis, Kreativitas, Kemandirian) menggunakan radar chart sederhana yang mereka gambar sendiri. Mereka menentukan di titik mana mereka berada dan apa langkah konkret yang akan diambil untuk mencapai level berikutnya. Hal ini menegaskan bahwa belajar adalah perjalanan kontinu yang mereka kendalikan sendiri. Sebagai penutup refleksi, guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan kebutuhan nyata di industri pariwisata Labuan Bajo, di mana perubahan terjadi sangat cepat dan hanya mereka yang memiliki mindset berkembang serta kreativitas tinggi yang dapat bertahan dan memimpin. Siswa meninggalkan kelas dengan 'Mindset Statement' pribadi yang mereka tulis di selembar kertas dan ditempel di dinding kelas sebagai pengingat harian.

(45 Menit)

PENUTUP

Guru memandu sesi kesimpulan kolektif dengan teknik 'The Last Minute Stand'. Siswa secara bergantian berdiri dan menyampaikan satu kalimat kunci yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini, menghubungkannya dengan bagaimana mereka akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai calon wirausahawan. Guru merangkum semua poin tersebut menjadi sebuah 'Manifesto Kreativitas Kelas 11' yang akan dipasang di LMS sekolah sebagai referensi bersama. Sebagai rencana tindak lanjut, guru memberikan tantangan 'Growth Mindset in Action' untuk satu minggu ke depan: siswa diminta untuk mencoba satu hal baru yang selama ini mereka takuti atau anggap mereka tidak berbakat di dalamnya (misal: berbicara di depan umum, belajar coding dasar, atau memasak menu baru). Mereka diminta mencatat prosesnya dan membawanya pada pertemuan berikutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan apresiasi hangat dari guru atas keberanian siswa untuk keluar dari zona nyaman, menciptakan atmosfer yang menggembirakan dan penuh harapan.

(45 Menit)

D. ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Awal (Diagnostic)

Asesmen Proses (Formative)

Asesmen Akhir (Summative)

Tes Diagnostik Non-Kognitif (Kuesioner mindset Dweck) untuk memetakan profil awal mindset siswa (Fixed vs Growth).

Observasi sistematis menggunakan lembar ceklis selama diskusi kelompok (Penalaran Kritis) dan proses pengerjaan proyek (Kemandirian dan Kreativitas). Umpan balik formatif diberikan secara real-time melalui komentar di Padlet.

Portofolio 'Mindset Transformation Project' yang berisi: Analisis kasus, Draf Solusi Kreatif (SCAMPER), dan Jurnal Refleksi Metakognitif.

Teknik Penilaian:

Self-Assessment, Peer-Assessment (360 feedback), dan Rubrik Penilaian Kinerja.

E. RUBRIK PENILAIAN

Indikator

Baru Memulai

Berkembang

Cakap

Mahir

Penalaran Kritis (Analisis Mindset)

Hanya mampu menyebutkan definisi mindset tanpa mampu membedakan karakteristiknya secara jelas.

Mampu membedakan Fixed dan Growth mindset namun belum bisa mengaitkannya dengan kegagalan bisnis.

Mampu menganalisis hubungan antara pola pikir dengan keputusan bisnis dalam studi kasus secara logis.

Mampu melakukan analisis mendalam dan kritis terhadap berbagai kompleksitas pola pikir serta memberikan alternatif solusi yang berdasar pada data/teori.

Kreativitas (Aplikasi SCAMPER)

Menghasilkan ide yang bersifat meniru ide yang sudah ada tanpa ada modifikasi.

Mampu menggunakan 1-2 elemen SCAMPER untuk memodifikasi produk/jasa yang sudah ada.

Mampu menggunakan minimal 4 elemen SCAMPER untuk menghasilkan solusi yang orisinal dan aplikatif.

Menghasilkan gagasan yang sangat orisinal, disruptif, dan memiliki potensi nilai ekonomi tinggi serta keberlanjutan.

Kemandirian (Refleksi & Manajemen Belajar)

Memerlukan instruksi terus-menerus dan belum mampu melakukan refleksi mandiri.

Mampu mengerjakan tugas secara mandiri namun refleksi masih bersifat permukaan (hanya perasaan).

Mampu mengatur strategi belajar sendiri dan melakukan refleksi yang menghubungkan pengalaman dengan tindakan masa depan.

Menunjukkan determinasi tinggi dalam belajar, melakukan evaluasi diri secara jujur, dan memiliki rencana pengembangan diri yang sistematis.

F. PENGAYAAN & REMEDIAL

PENGAYAAN (HOTS):

Siswa yang sudah mahir diberikan tantangan untuk menjadi 'Mindset Coach' bagi adik kelas atau merancang proposal bisnis awal untuk dikompetisikan di tingkat sekolah/kabupaten.

REMEDIAL:

Pendampingan khusus (One-on-one coaching) untuk membantu siswa mengidentifikasi hambatan mental (mental block) mereka dan memberikan tugas kecil yang menjamin 'Quick Wins' untuk membangun kepercayaan diri.

G. LAMPIRAN TAMBAHAN

Bahan Bacaan Siswa:

Buku Paket PKK Kelas XI, Artikel tentang 'Kisah Sukses UMKM Labuan Bajo', Infografis 7 Teknik Berpikir Kreatif.

Bahan Bacaan Guru:

Mindset: The New Psychology of Success oleh Carol S. Dweck, Deep Learning: Engage the World Change the World oleh Michael Fullan.

Media Pembelajaran & Video:

Slide Presentasi, Video YouTube 'The Power of Belief', Template SCAMPER, Aplikasi Mentimeter/Padlet.

Glosarium:

Growth Mindset: Pola pikir berkembang. Fixed Mindset: Pola pikir statis. Pivot: Strategi mengubah arah bisnis tanpa mengubah visi. SCAMPER: Teknik memicu kreativitas.

Daftar Pustaka:

Dweck, C. S. (2006). Mindset. New York: Random House. Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta.

 

Jumat, 03 April 2026

KISI-KISI SOAL

 

SUMATIF HARIAN

Kurikulum Merdeka

SMK Kelas 11 - SMKN 1 Labuan Bajo

Topik: Kegiatan Produksi


KISI-KISI SOAL

No

Indikator

Level Kognitif

Tingkat Kesulitan

Bentuk Soal

1

Siswa mampu menciptakan solusi kreatif terhadap masalah limbah produksi.

C6

mudah

pg

2

Siswa mampu menganalisis hubungan antar faktor produksi dalam peta konsep.

C4

mudah

pg

3

Siswa mampu menganalisis dampak integrasi teknologi modern dalam proses produksi.

C4

sedang

pg

4

Siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis pemborosan dalam sistem produksi.

C4

mudah

pg

5

Siswa mampu mengevaluasi solusi teknis untuk masalah kualitas hasil produksi.

C5

sedang

pg

6

Siswa mampu merancang urutan proses produksi yang logis untuk produk kreatif.

C6

sedang

pg

7

Siswa mampu menganalisis tahapan dalam perencanaan dan pengendalian produksi.

C4

sedang

pg

8

Siswa mampu mengevaluasi risiko dari berbagai strategi sistem produksi.

C5

sedang

pg

9

Siswa mampu menganalisis masalah kolaborasi dalam tim produksi.

C4

sedang

pg

10

Siswa mampu merumuskan strategi produksi yang sesuai dengan target pasar.

C6

sedang

pg

11

Siswa mampu menganalisis data produksi untuk meningkatkan efisiensi.

C4

sulit

pg

12

Siswa mampu mengevaluasi peran teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan produksi.

C5

sulit

pg

13

Siswa mampu merancang solusi strategis terhadap kendala biaya produksi.

C6

sulit

pg

14

Siswa mampu mengevaluasi penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam produksi.

C5

mudah

pg

15

Siswa mampu menganalisis siklus pengembangan produk kreatif.

C4

sedang

pg

1

Siswa mampu menganalisis kendala dalam alur proses produksi.

C4

sedang

isian

2

Siswa mampu mengidentifikasi konsep efisiensi dalam produksi.

C4

mudah

isian

3

Siswa mampu menganalisis tahapan pengembangan produk.

C4

sedang

isian

4

Siswa mampu mengidentifikasi instrumen penjamin mutu produksi.

C4

mudah

isian

5

Siswa mampu mengevaluasi rasio efisiensi dalam kegiatan produksi.

C5

sulit

isian

1

Siswa mampu menganalisis sumber daya produksi (5M) dalam konteks kewirausahaan.

C4

mudah

essay

2

Siswa mampu mengevaluasi penerapan sistem produksi tertentu pada skala usaha berbeda.

C5

sedang

essay

3

Siswa mampu menganalisis dampak teknologi terhadap faktor-faktor produksi.

C4

sedang

essay

4

Siswa mampu merancang rencana produksi yang inovatif dan berwawasan lingkungan.

C6

sulit

essay

5

Siswa mampu menganalisis pentingnya pengendalian mutu dalam siklus produksi.

C4

sedang

essay

 

Mengetahui,
Kepala Sekolah



____________________

__________, __________
Guru Mata Pelajaran



Stefanus Satu, S.Pd