Jumat, 03 April 2026

SUMATIF HARIAN

 

                                                                SMKN 1 Labuan  Bajo

Kurikulum Merdeka

Mata Pelajaran Kreativitas Inovasi Kewirausahaan

Kelas XI AKL

Topik: Kegiatan Produksi


SOAL

Bagian 1. Pilihan Ganda (15 soal)

1. Sebuah UMKM kerajinan bambu di Desa Sukamaju mengalami peningkatan pesat dalam permintaan ekspor. Namun, pemilik menyadari bahwa limbah potongan bambu semakin menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar. Berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainability), tindakan kreatif apa yang paling tepat dilakukan oleh wirausahawan tersebut?

A. Membakar limbah bambu setiap malam agar tidak menumpuk di area produksi.

B. Membayar pihak ketiga untuk membuang limbah ke tempat pembuangan akhir.

C. Mengolah limbah bambu menjadi produk briket atau kerajinan aksesoris kecil.

D. Mengurangi jumlah produksi agar limbah yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

E. Menimbun limbah bambu di dalam tanah agar membusuk secara alami.

2. Perhatikan peta konsep mengenai faktor-faktor produksi di bawah ini! Bagian yang kosong pada nomor (1) dan (2) secara berurutan adalah...

Peta konsep 'Faktor Produksi' dengan cabang utama: 1. Alam, 2. [?], 3. Modal, 4. [?]. Keempat cabang ini bermuara pada kotak 'Output Produksi'.

A. Uang dan Mesin

B. Tenaga Kerja dan Kewirausahaan

C. Bahan Baku dan Distribusi

D. Pemasaran dan Manajemen

E. Teknologi dan Informasi

3. Seorang produsen sepatu olahraga memutuskan untuk menggunakan teknologi 3D Printing dalam pembuatan sol sepatu custom. Analisislah apa dampak utama dari penggunaan teknologi ini terhadap alur produksi dibandingkan dengan metode cetak manual tradisional!

A. Meningkatkan biaya bahan baku secara signifikan karena material plastik mahal.

B. Memperpanjang waktu produksi karena mesin 3D printer bekerja sangat lambat.

C. Memungkinkan personalisasi produk secara massal (mass customization) dengan efisiensi tinggi.

D. Menghilangkan kebutuhan akan tenaga kerja manusia di seluruh departemen.

E. Membatasi kreativitas desain karena keterbatasan kemampuan mesin cetak.

4. Dalam sistem produksi 'Lean Manufacturing', pemborosan (waste) harus diminimalisir. Jika sebuah pabrik garmen memproduksi pakaian dalam jumlah besar melampaui pesanan yang masuk karena mengejar target efisiensi mesin, jenis pemborosan apa yang sedang terjadi?

A. Defect (Produk cacat)

B. Over-processing (Proses berlebihan)

C. Inventory (Persediaan menumpuk)

D. Overproduction (Produksi berlebihan)

E. Waiting (Waktu tunggu)

5. Sebuah startup kuliner memproduksi keripik buah dengan kemasan plastik biasa. Setelah satu bulan, mereka menerima komplain bahwa keripik menjadi cepat melempem. Evaluasilah langkah produksi mana yang paling efektif untuk memperbaiki kualitas produk tersebut!

A. Menambah jumlah bahan pengawet kimia ke dalam keripik buah.

B. Mengganti kemasan menjadi aluminium foil dengan sistem vacuum sealing.

C. Menurunkan harga jual agar produk lebih cepat habis di tangan konsumen.

D. Meningkatkan suhu penggorengan agar keripik lebih keras dan tahan lama.

E. Memperpendek masa kadaluarsa pada label kemasan tanpa mengubah proses.

6. Anda diminta untuk merancang alur produksi untuk produk fashion 'reworked denim' (pakaian baru dari jeans bekas). Urutan langkah produksi yang paling logis dan kreatif untuk memastikan kualitas dan keunikan produk adalah...

A. Penjahitan - Pemotongan - Pembersihan bahan - Desain - Finishing

B. Pembersihan bahan - Desain - Pemotongan - Penjahitan - Quality Control

C. Desain - Penjahitan - Pembersihan bahan - Pemotongan - Pemasaran

D. Pemotongan - Penjahitan - Desain - Quality Control - Pembersihan

E. Pemasaran - Pembersihan - Desain - Penjahitan - Pengemasan

7. Lengkapilah peta konsep mengenai tahapan perencanaan produksi (Production Planning) berikut ini agar menjadi alur yang benar!

Peta konsep alur produksi: Routing -> [1] -> [2] -> Follow-up.

A. 1) Scheduling, 2) Dispatching

B. 1) Marketing, 2) Selling

C. 1) Budgeting, 2) Financing

D. 1) Designing, 2) Branding

E. 1) Recruiting, 2) Training

8. Sebuah perusahaan furnitur ingin beralih dari produksi massal ke sistem 'Make to Order' (produksi hanya saat ada pesanan). Evaluasilah risiko utama yang mungkin dihadapi perusahaan dalam proses produksinya!

A. Gudang akan penuh dengan penumpukan barang jadi yang tidak laku.

B. Waktu tunggu (lead time) pelanggan menjadi lebih lama dibandingkan produk ready stock.

C. Biaya bahan baku akan menjadi lebih murah karena membeli dalam jumlah sedikit.

D. Kreativitas pengrajin akan menurun karena hanya mengikuti pesanan.

E. Perusahaan tidak membutuhkan lagi bagian quality control.

9. Dalam memproduksi konten digital sebagai produk kreatif, kolaborasi antar tim (Communication & Collaboration) sangat krusial. Jika terjadi ketidaksesuaian antara hasil editor video dengan naskah yang dibuat scriptwriter, tahap produksi mana yang perlu diperbaiki?

A. Tahap distribusi konten ke media sosial.

B. Tahap pra-produksi (briefing dan sinkronisasi konsep).

C. Tahap penganggaran (budgeting) peralatan.

D. Tahap pencarian sponsor atau investor.

E. Tahap pemilihan platform penyiaran.

10. Seorang wirausahawan muda ingin memproduksi tas dari serat alam. Ia memiliki dua pilihan: (1) Menggunakan mesin otomatis dengan hasil seragam, atau (2) Menggunakan alat tenun tradisional (ATBM) dengan hasil yang memiliki nilai seni tinggi namun lambat. Jika target pasarnya adalah kolektor seni luar negeri, pilihlah strategi produksi yang paling tepat!

A. Menggunakan mesin otomatis agar bisa memproduksi ribuan tas dalam sehari.

B. Menggunakan ATBM karena nilai eksklusivitas dan 'storytelling' produk lebih dihargai pasar seni.

C. Menggunakan bahan sintetis agar lebih mudah dijahit dengan mesin otomatis.

D. Menghentikan produksi karena kedua metode tersebut memiliki risiko kerugian.

E. Mengimpor tas jadi dari luar negeri lalu menempelkan label brand sendiri.

11. Perhatikan data produksi harian PT Maju Jaya: Input Bahan Baku 100kg, Produk Jadi Layak Jual 85kg, Produk Cacat 10kg, Limbah Proses 5kg. Analisislah langkah apa yang paling kritis untuk meningkatkan efisiensi produksi perusahaan tersebut!

A. Meningkatkan input bahan baku menjadi 200kg agar produk jadi bertambah.

B. Melakukan evaluasi pada tahap proses untuk menekan angka produk cacat (10kg).

C. Menjual limbah proses (5kg) dengan harga murah ke pasar tradisional.

D. Mengurangi jumlah tenaga kerja agar biaya operasional menurun.

E. Mengganti jenis produk yang diproduksi dengan bahan baku yang lebih murah.

12. Dalam era Industri 4.0, seorang pengusaha roti mulai mengintegrasikan sensor IoT (Internet of Things) pada oven produksinya untuk memantau suhu secara real-time dari ponselnya. Evaluasilah bagaimana inovasi ini mempengaruhi karakter 'Critical Thinking' dalam pengelolaan produksi!

A. Membuat pengusaha menjadi malas karena semua sudah otomatis.

B. Menghilangkan kebutuhan akan intuisi dan pengalaman dalam membuat roti.

C. Memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven) jika terjadi anomali suhu.

D. Hanya menambah biaya pengeluaran listrik dan internet tanpa manfaat nyata.

E. Memaksa pengusaha untuk selalu berada di depan komputer setiap saat.

13. Bayangkan Anda adalah manajer produksi sebuah pabrik sabun organik. Anda menemukan bahwa salah satu bahan baku utama (minyak kelapa) mengalami kenaikan harga 50%. Rancanglah strategi produksi kreatif agar harga jual produk tetap stabil tanpa mengorbankan kualitas inti!

A. Mengganti minyak kelapa dengan minyak goreng bekas (jelantah) tanpa filtrasi.

B. Mengecilkan ukuran sabun secara drastis (shrinkflation) namun harga tetap.

C. Melakukan negosiasi kontrak jangka panjang dengan petani lokal atau mencari substitusi minyak nabati lain yang setara kualitasnya.

D. Menutup pabrik sementara sampai harga minyak kelapa kembali normal.

E. Mengurangi konsentrasi bahan aktif sabun sehingga sabun kurang berbusa.

14. Sebuah bengkel modifikasi motor ingin menerapkan prinsip 'Citizenship' (Kewarganegaraan) dalam kegiatan produksinya. Manakah tindakan berikut yang paling mencerminkan integrasi nilai tersebut?

A. Menggunakan knalpot brong yang suaranya sangat bising agar terkenal.

B. Membuang oli bekas ke selokan warga saat malam hari agar tidak ketahuan.

C. Membuka program magang bagi pemuda putus sekolah di lingkungan sekitar bengkel untuk belajar mekanik.

D. Hanya menerima pelanggan dari kalangan pejabat atau orang kaya saja.

E. Menghindari pembayaran pajak usaha dengan memanipulasi laporan produksi.

15. Analisis alur produksi berikut: (1) Riset Pasar -> (2) Pembuatan Prototipe -> (3) Uji Coba Produk -> (4) Produksi Massal -> (5) Evaluasi Konsumen. Jika tahap (3) menunjukkan hasil bahwa produk sulit digunakan oleh konsumen, tindakan apa yang harus diambil sesuai prinsip kreativitas dan inovasi?

A. Tetap melanjutkan ke tahap (4) karena biaya riset sudah terlalu mahal.

B. Kembali ke tahap (2) untuk merevisi desain prototipe berdasarkan feedback uji coba.

C. Langsung melompat ke tahap (5) untuk melihat apakah ada konsumen yang menyukainya.

D. Menghapus produk tersebut dan menggantinya dengan produk milik kompetitor.

E. Menyalahkan tim uji coba karena dianggap tidak kompeten dalam menguji.

Bagian 2. Isian Singkat (5 soal)

1. Dalam alur produksi massal, seringkali terjadi penumpukan barang pada satu titik proses yang memperlambat seluruh rangkaian produksi. Fenomena hambatan atau titik macet ini secara teknis disebut dengan istilah...

2. Metode produksi yang berfokus pada penghapusan pemborosan (waste) dan peningkatan efisiensi secara terus-menerus untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dikenal dengan istilah...

3. Sebelum memproduksi produk dalam skala besar, wirausahawan perlu membuat model awal yang dapat diuji coba fungsinya. Tahapan pembuatan model awal ini disebut...

4. Dokumen tertulis yang berisi instruksi langkah-demi-langkah yang harus diikuti oleh pekerja untuk memastikan kualitas produk tetap konsisten dan aman disebut dengan...

5. Indikator keberhasilan produksi yang mengukur rasio antara total output yang dihasilkan dibandingkan dengan total input (sumber daya) yang digunakan disebut...

Bagian 3. Essay / Uraian (5 soal)

1. Seorang siswa SMK ingin membuka usaha keripik pisang dengan berbagai varian rasa. Analisislah rencana produksi usaha tersebut menggunakan unsur 5M (Man, Money, Material, Machine, Method) agar proses produksinya berjalan efektif dan efisien!

2. Sistem produksi Just-In-Time (JIT) sering digunakan perusahaan besar untuk menekan biaya gudang. Evaluasilah apakah sistem JIT ini cocok diterapkan untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia yang baru merintis? Berikan alasan dan risiko yang mungkin dihadapi!

3. Di era industri 4.0, banyak usaha mulai beralih menggunakan otomatisasi mesin. Analisislah dampak positif dan negatif penggunaan teknologi otomatisasi terhadap aspek 'Man' (tenaga kerja) dan aspek 'Cost' (biaya) dalam jangka panjang!

4. Sebagai seorang inovator, rancanglah sebuah alur produksi yang menerapkan konsep 'Green Production' (Produksi Ramah Lingkungan) untuk sebuah usaha konveksi pakaian. Jelaskan langkah-langkah inovatif yang Anda ambil untuk meminimalkan limbah kain!

5. Mengapa kegiatan Quality Control (QC) harus dilakukan di setiap tahapan produksi (awal, tengah, dan akhir) dan bukan hanya di akhir proses saja? Jelaskan kaitannya dengan efisiensi biaya dan kepuasan pelanggan!

 

Mengetahui,
Kepala Sekolah



____________________

__________, __________
Guru Mata Pelajaran



Stefanus Satu, S.Pd

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar