SMKN 1 Labuan Bajo
Kurikulum
Merdeka
Mata Pelajaran Kreativitas Inovasi Kewirausahaan
Kelas XI AKL
Topik:
Kegiatan Produksi
SOAL
Bagian 1. Pilihan Ganda (15 soal)
1. Sebuah UMKM kerajinan bambu
di Desa Sukamaju mengalami peningkatan pesat dalam permintaan ekspor. Namun,
pemilik menyadari bahwa limbah potongan bambu semakin menumpuk dan mencemari
lingkungan sekitar. Berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan
(sustainability), tindakan kreatif apa yang paling tepat dilakukan oleh
wirausahawan tersebut?
A. Membakar limbah bambu setiap malam
agar tidak menumpuk di area produksi.
B. Membayar pihak ketiga untuk
membuang limbah ke tempat pembuangan akhir.
C. Mengolah limbah bambu menjadi
produk briket atau kerajinan aksesoris kecil.
D. Mengurangi jumlah produksi agar
limbah yang dihasilkan tidak terlalu banyak.
E. Menimbun limbah bambu di dalam tanah agar membusuk secara alami.
2. Perhatikan peta
konsep mengenai faktor-faktor produksi di bawah ini! Bagian yang kosong pada
nomor (1) dan (2) secara berurutan adalah...
Peta konsep 'Faktor
Produksi' dengan cabang utama: 1. Alam, 2. [?], 3. Modal, 4. [?]. Keempat
cabang ini bermuara pada kotak 'Output Produksi'.
A. Uang dan Mesin
B. Tenaga Kerja dan Kewirausahaan
C. Bahan Baku dan Distribusi
D. Pemasaran dan Manajemen
E. Teknologi dan Informasi
3.
Seorang produsen sepatu olahraga memutuskan untuk menggunakan teknologi 3D
Printing dalam pembuatan sol sepatu custom. Analisislah apa dampak utama dari
penggunaan teknologi ini terhadap alur produksi dibandingkan dengan metode
cetak manual tradisional!
A. Meningkatkan
biaya bahan baku secara signifikan karena material plastik mahal.
B. Memperpanjang
waktu produksi karena mesin 3D printer bekerja sangat lambat.
C. Memungkinkan
personalisasi produk secara massal (mass customization) dengan efisiensi
tinggi.
D. Menghilangkan
kebutuhan akan tenaga kerja manusia di seluruh departemen.
E. Membatasi
kreativitas desain karena keterbatasan kemampuan mesin cetak.
4.
Dalam sistem produksi 'Lean Manufacturing', pemborosan (waste) harus
diminimalisir. Jika sebuah pabrik garmen memproduksi pakaian dalam jumlah besar
melampaui pesanan yang masuk karena mengejar target efisiensi mesin, jenis
pemborosan apa yang sedang terjadi?
A. Defect (Produk
cacat)
B. Over-processing
(Proses berlebihan)
C. Inventory
(Persediaan menumpuk)
D. Overproduction
(Produksi berlebihan)
E. Waiting (Waktu
tunggu)
5.
Sebuah startup kuliner memproduksi keripik buah dengan kemasan plastik biasa.
Setelah satu bulan, mereka menerima komplain bahwa keripik menjadi cepat
melempem. Evaluasilah langkah produksi mana yang paling efektif untuk
memperbaiki kualitas produk tersebut!
A. Menambah jumlah
bahan pengawet kimia ke dalam keripik buah.
B. Mengganti kemasan
menjadi aluminium foil dengan sistem vacuum sealing.
C. Menurunkan
harga jual agar produk lebih cepat habis di tangan konsumen.
D. Meningkatkan
suhu penggorengan agar keripik lebih keras dan tahan lama.
E. Memperpendek
masa kadaluarsa pada label kemasan tanpa mengubah proses.
6.
Anda diminta untuk merancang alur produksi untuk produk fashion 'reworked
denim' (pakaian baru dari jeans bekas). Urutan langkah produksi yang paling
logis dan kreatif untuk memastikan kualitas dan keunikan produk adalah...
A. Penjahitan -
Pemotongan - Pembersihan bahan - Desain - Finishing
B. Pembersihan
bahan - Desain - Pemotongan - Penjahitan - Quality Control
C. Desain -
Penjahitan - Pembersihan bahan - Pemotongan - Pemasaran
D. Pemotongan -
Penjahitan - Desain - Quality Control - Pembersihan
E. Pemasaran -
Pembersihan - Desain - Penjahitan - Pengemasan
7.
Lengkapilah peta konsep mengenai tahapan perencanaan produksi (Production
Planning) berikut ini agar menjadi alur yang benar!
Peta konsep alur produksi: Routing
-> [1] -> [2] -> Follow-up.
A. 1) Scheduling,
2) Dispatching
B. 1) Marketing,
2) Selling
C. 1) Budgeting,
2) Financing
D. 1) Designing,
2) Branding
E. 1) Recruiting,
2) Training
8.
Sebuah perusahaan furnitur ingin beralih dari produksi massal ke sistem 'Make
to Order' (produksi hanya saat ada pesanan). Evaluasilah risiko utama yang
mungkin dihadapi perusahaan dalam proses produksinya!
A. Gudang akan penuh dengan
penumpukan barang jadi yang tidak laku.
B. Waktu tunggu (lead time) pelanggan
menjadi lebih lama dibandingkan produk ready stock.
C. Biaya bahan baku akan menjadi
lebih murah karena membeli dalam jumlah sedikit.
D. Kreativitas pengrajin akan menurun
karena hanya mengikuti pesanan.
E. Perusahaan tidak membutuhkan lagi
bagian quality control.
9.
Dalam memproduksi konten digital sebagai produk kreatif, kolaborasi antar tim
(Communication & Collaboration) sangat krusial. Jika terjadi
ketidaksesuaian antara hasil editor video dengan naskah yang dibuat
scriptwriter, tahap produksi mana yang perlu diperbaiki?
A. Tahap
distribusi konten ke media sosial.
B. Tahap
pra-produksi (briefing dan sinkronisasi konsep).
C. Tahap
penganggaran (budgeting) peralatan.
D. Tahap pencarian
sponsor atau investor.
E. Tahap pemilihan
platform penyiaran.
10. Seorang wirausahawan muda
ingin memproduksi tas dari serat alam. Ia memiliki dua pilihan: (1) Menggunakan
mesin otomatis dengan hasil seragam, atau (2) Menggunakan alat tenun
tradisional (ATBM) dengan hasil yang memiliki nilai seni tinggi namun lambat.
Jika target pasarnya adalah kolektor seni luar negeri, pilihlah strategi
produksi yang paling tepat!
A. Menggunakan mesin otomatis agar
bisa memproduksi ribuan tas dalam sehari.
B. Menggunakan ATBM karena nilai
eksklusivitas dan 'storytelling' produk lebih dihargai pasar seni.
C. Menggunakan bahan sintetis agar
lebih mudah dijahit dengan mesin otomatis.
D. Menghentikan produksi karena kedua
metode tersebut memiliki risiko kerugian.
E. Mengimpor tas jadi dari luar
negeri lalu menempelkan label brand sendiri.
11. Perhatikan data produksi
harian PT Maju Jaya: Input Bahan Baku 100kg, Produk Jadi Layak Jual 85kg,
Produk Cacat 10kg, Limbah Proses 5kg. Analisislah langkah apa yang paling
kritis untuk meningkatkan efisiensi produksi perusahaan tersebut!
A. Meningkatkan input bahan baku
menjadi 200kg agar produk jadi bertambah.
B. Melakukan evaluasi pada tahap
proses untuk menekan angka produk cacat (10kg).
C. Menjual limbah proses (5kg) dengan
harga murah ke pasar tradisional.
D. Mengurangi jumlah tenaga kerja
agar biaya operasional menurun.
E. Mengganti jenis produk yang
diproduksi dengan bahan baku yang lebih murah.
12. Dalam era Industri 4.0,
seorang pengusaha roti mulai mengintegrasikan sensor IoT (Internet of Things)
pada oven produksinya untuk memantau suhu secara real-time dari ponselnya.
Evaluasilah bagaimana inovasi ini mempengaruhi karakter 'Critical Thinking'
dalam pengelolaan produksi!
A. Membuat
pengusaha menjadi malas karena semua sudah otomatis.
B. Menghilangkan
kebutuhan akan intuisi dan pengalaman dalam membuat roti.
C. Memungkinkan
pengambilan keputusan berbasis data (data-driven) jika terjadi anomali suhu.
D. Hanya menambah
biaya pengeluaran listrik dan internet tanpa manfaat nyata.
E. Memaksa
pengusaha untuk selalu berada di depan komputer setiap saat.
13.
Bayangkan Anda adalah manajer produksi sebuah pabrik sabun organik. Anda
menemukan bahwa salah satu bahan baku utama (minyak kelapa) mengalami kenaikan
harga 50%. Rancanglah strategi produksi kreatif agar harga jual produk tetap
stabil tanpa mengorbankan kualitas inti!
A. Mengganti
minyak kelapa dengan minyak goreng bekas (jelantah) tanpa filtrasi.
B. Mengecilkan
ukuran sabun secara drastis (shrinkflation) namun harga tetap.
C. Melakukan
negosiasi kontrak jangka panjang dengan petani lokal atau mencari substitusi
minyak nabati lain yang setara kualitasnya.
D. Menutup pabrik
sementara sampai harga minyak kelapa kembali normal.
E. Mengurangi
konsentrasi bahan aktif sabun sehingga sabun kurang berbusa.
14.
Sebuah bengkel modifikasi motor ingin menerapkan prinsip 'Citizenship'
(Kewarganegaraan) dalam kegiatan produksinya. Manakah tindakan berikut yang
paling mencerminkan integrasi nilai tersebut?
A. Menggunakan
knalpot brong yang suaranya sangat bising agar terkenal.
B. Membuang oli
bekas ke selokan warga saat malam hari agar tidak ketahuan.
C. Membuka program
magang bagi pemuda putus sekolah di lingkungan sekitar bengkel untuk belajar
mekanik.
D. Hanya menerima
pelanggan dari kalangan pejabat atau orang kaya saja.
E. Menghindari
pembayaran pajak usaha dengan memanipulasi laporan produksi.
15.
Analisis alur produksi berikut: (1) Riset Pasar -> (2) Pembuatan Prototipe
-> (3) Uji Coba Produk -> (4) Produksi Massal -> (5) Evaluasi
Konsumen. Jika tahap (3) menunjukkan hasil bahwa produk sulit digunakan oleh
konsumen, tindakan apa yang harus diambil sesuai prinsip kreativitas dan
inovasi?
A. Tetap
melanjutkan ke tahap (4) karena biaya riset sudah terlalu mahal.
B. Kembali ke
tahap (2) untuk merevisi desain prototipe berdasarkan feedback uji coba.
C. Langsung
melompat ke tahap (5) untuk melihat apakah ada konsumen yang menyukainya.
D. Menghapus
produk tersebut dan menggantinya dengan produk milik kompetitor.
E. Menyalahkan tim
uji coba karena dianggap tidak kompeten dalam menguji.
Bagian 2. Isian Singkat (5 soal)
1. Dalam alur produksi massal,
seringkali terjadi penumpukan barang pada satu titik proses yang memperlambat
seluruh rangkaian produksi. Fenomena hambatan atau titik macet ini secara
teknis disebut dengan istilah...
2. Metode produksi yang berfokus
pada penghapusan pemborosan (waste) dan peningkatan efisiensi secara
terus-menerus untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dikenal dengan
istilah...
3. Sebelum memproduksi produk
dalam skala besar, wirausahawan perlu membuat model awal yang dapat diuji coba
fungsinya. Tahapan pembuatan model awal ini disebut...
4. Dokumen tertulis yang berisi
instruksi langkah-demi-langkah yang harus diikuti oleh pekerja untuk memastikan
kualitas produk tetap konsisten dan aman disebut dengan...
5. Indikator keberhasilan
produksi yang mengukur rasio antara total output yang dihasilkan dibandingkan
dengan total input (sumber daya) yang digunakan disebut...
Bagian 3. Essay / Uraian (5
soal)
1. Seorang siswa SMK ingin
membuka usaha keripik pisang dengan berbagai varian rasa. Analisislah rencana
produksi usaha tersebut menggunakan unsur 5M (Man, Money, Material, Machine,
Method) agar proses produksinya berjalan efektif dan efisien!
2. Sistem produksi Just-In-Time
(JIT) sering digunakan perusahaan besar untuk menekan biaya gudang. Evaluasilah
apakah sistem JIT ini cocok diterapkan untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
di Indonesia yang baru merintis? Berikan alasan dan risiko yang mungkin
dihadapi!
3. Di era industri 4.0, banyak
usaha mulai beralih menggunakan otomatisasi mesin. Analisislah dampak positif
dan negatif penggunaan teknologi otomatisasi terhadap aspek 'Man' (tenaga
kerja) dan aspek 'Cost' (biaya) dalam jangka panjang!
4. Sebagai seorang inovator,
rancanglah sebuah alur produksi yang menerapkan konsep 'Green Production'
(Produksi Ramah Lingkungan) untuk sebuah usaha konveksi pakaian. Jelaskan
langkah-langkah inovatif yang Anda ambil untuk meminimalkan limbah kain!
5. Mengapa kegiatan Quality
Control (QC) harus dilakukan di setiap tahapan produksi (awal, tengah, dan
akhir) dan bukan hanya di akhir proses saja? Jelaskan kaitannya dengan
efisiensi biaya dan kepuasan pelanggan!
|
Mengetahui, |
__________, __________ |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar