Minggu, 16 Agustus 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.01



PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK NEGERI 1 LABUAN BAJO

Alamat: Jl. Raymundus Ramu No. 01, Ds. Batu Cermin, Kec. Komodo, Manggarai Barat, NTT

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.01

KREATIVITAS DAN GROWTH MINDSET WIRAUSAHA TEORI DAN REFLEKSI DIRI


Mata Pelajaran         : KIK

Fase / Kelas             : Fase F-SMK₃ / Kelas XI

Tahun Pelajaran       : 2026/2027

Guru                        : STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP                          : 196612311994121054

Semester                  : 1

 

IDENTIFIKASI

Asesmen pada Awal Pembelajaran (opsional):

Tes diagnostik kognitif dan non-kognitif singkat menggunakan kartu opini.

Instrumen: Daftar pernyataan setuju/tidak setuju mengenai mitos bakat wirausaha.

Tindak Lanjut:

• Sudah memahami: Peserta didik yang sudah memahami konsep growth mindset menjadi tutor sebaya dalam diskusi kelompok.

• Belum memahami: Peserta didik yang masih memiliki fixed mindset diberikan pendampingan khusus melalui studi kasus tokoh sukses yang memulai dari nol.

Dimensi Profil Lulusan:

☑ DPL3 — Penalaran Kritis

☑ DPL5 — Kolaborasi

☑ DPL4 — Kreativitas

☑ DPL6 — Kemandirian

☑ DPL8 — Komunikasi

Alasan: Dimensi ini dipilih untuk membentuk mentalitas wirausaha yang mampu menganalisis peluang, bekerja sama dalam tim, dan memiliki ketangguhan mental melalui pola pikir berkembang.

DESAIN

PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran:

KIK.F.01 Murid mampu menganalisis konsep kreativitas dan menerapkan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam konteks kewirausahaan.

Model Pembelajaran:

Problem Based Learning (PBL)

Praktik Pedagogis:

Pembelajaran berpusat pada murid dengan pendekatan konstruktivisme, di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam memecahkan masalah otentik terkait hambatan mental (mental block) dalam berwirausaha.

Kemitraan Pembelajaran (opsional):

-

Lingkungan Pembelajaran:

Ruang kelas yang disusun secara melingkar untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan presentasi.

Pemanfaatan Digital (opsional):

-

Total Alokasi Waktu:

2 Pertemuan · 450 menit (10 JP)

PENGALAMAN

BELAJAR

PERTEMUAN 1: Eksplorasi Kreativitas dan Dekonstruksi Fixed Mindset

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Discovery Learning [Otomatis]

Alasan: Pertemuan pertama difokuskan pada penemuan konsep mandiri dan penyamaan persepsi tentang kreativitas sebelum masuk ke pemecahan masalah.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Memulai sesi dengan teknik STOP untuk memfokuskan perhatian pada potensi diri.

🌍 Bermakna: Menghubungkan konsep kreativitas dengan potensi lokal Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

🎨 Menggembirakan: Permainan 'Tebak Fungsi Lain' untuk memicu tawa dan kreativitas tanpa batas.

Memahami · berkesadaran, bermakna

Pemberian rangsangan dan identifikasi masalah.

1. Perhatikan dua profil pengusaha berikut. Diskusikan, mana yang menurut kalian akan bertahan dalam 10 tahun ke depan dan apa alasannya?

   🎬 Skenario:

   Profil A: Budi merasa bakat memasaknya adalah warisan dan tidak perlu belajar teknik baru. Profil B: Siti merasa masakannya biasa saja, namun ia rajin mengikuti kursus online dan bereksperimen dengan bahan lokal Labuan Bajo setiap minggu meskipun sering gagal.

   ⏱ ~34 menit

2. Coba cari video pendek yang menunjukkan proses kegagalan seorang inovator sebelum mereka berhasil.

🎥 Video — Perlu tindakan guru:

🔎 Kata kunci: kisah kegagalan pengusaha sukses growth mindset indonesia

Catatan: Durasi maksimal 5 menit, pastikan konten inspiratif dan relevan dengan dunia SMK.

Link (isi manual): ______________________________________________

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna

Pengumpulan data dan pengolahan data.

1. Isilah lembar audit berikut dengan jujur. Tidak ada jawaban salah, yang ada adalah langkah awal untuk bertumbuh.

   📊 Tabel Data:

Tabel Audit Mindset: 1. Ketika saya gagal, saya merasa... (A. Bodoh, B. Perlu belajar lagi). 2. Ketika teman sukses, saya merasa... (A. Terancam, B. Terinspirasi). 3. Tantangan baru adalah... (A. Beban, B. Peluang).

   📄 Lembar Isian:

   Lembar Refleksi Diri: 'Satu hal yang akan saya ubah dari cara berpikir saya minggu ini adalah...'

   ⏱ ~50 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Generalisasi dan penarikan kesimpulan.

1. Mari kita renungkan perjalanan belajar hari ini dengan menjawab tiga pertanyaan penting.

   📎 Konten:

   1. Kognitif: Apa perbedaan mendasar antara orang yang kreatif karena bakat dengan orang yang kreatif karena latihan? 2. Metakognitif: Saat mengisi audit mindset tadi, bagian mana yang paling sulit kamu akui? Mengapa? 3. Sistem Diri: Bagaimana pola pikir growth mindset ini bisa membantumu menghadapi tantangan ekonomi di Labuan Bajo?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

PERTEMUAN 2: Penerapan Growth Mindset dalam Solusi Wirausaha Lokal

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) [Otomatis]

Alasan: Pertemuan kedua mengharuskan murid menerapkan konsep untuk memecahkan masalah nyata di lingkungan sekolah/daerah.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Visualisasi masa depan sebagai wirausahawan sukses di Labuan Bajo.

🌍 Bermakna: Mengangkat isu limbah pariwisata sebagai objek kreativitas.

🎨 Menggembirakan: Metode 'Pitching Santai' layaknya kompetisi startup namun dalam suasana yang mendukung.

Memahami · bermakna

Orientasi pada masalah dan mengorganisasi untuk belajar.

1. Bacalah data berikut dan diskusikan: Bagaimana growth mindset dapat mengubah masalah ini menjadi peluang kreatif?

   📊 Tabel Data:

Data Sampah Plastik Harian di Labuan Bajo: Januari (10 Ton), Februari (12 Ton), Maret (15 Ton). Keluhan Wisatawan: 'Kurangnya cinderamata yang unik dan ramah lingkungan'.

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna, berkesadaran

Membimbing penyelidikan dan mengembangkan hasil karya.

1. Gunakan teknik SCAMPER untuk memodifikasi ide kalian. Ingat, tidak ada ide yang bodoh dalam fase ini.

   📖 Teks Bacaan:

   Panduan SCAMPER: Substitute (Ganti bahan), Combine (Gabungkan fungsi), Adapt (Adaptasi ide lain), Modify (Ubah bentuk), Put to another use (Gunakan untuk hal lain), Eliminate (Hilangkan bagian tak perlu), Reverse (Balik alur).

   📋 Rubrik Mini:

   Ceklis Kreativitas: Apakah ide orisinal? Apakah memanfaatkan sumber daya lokal? Apakah solusi menjawab masalah?

   ⏱ ~60 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Menganalisis dan mengevaluasi proses.

1. Tanyakan pada diri kalian: Apakah kritik dari teman tadi membuatmu ingin berhenti atau justru memberimu ide baru?

   📎 Konten:

   1. Kognitif: Sebutkan 3 teknik kreativitas yang paling efektif kamu gunakan hari ini. 2. Metakognitif: Bagaimana perasaanmu saat idemu dikritik? Apa yang kamu lakukan untuk tetap tenang dan berpikir jernih? 3. Sistem Diri: Apakah kamu sekarang merasa lebih yakin bahwa kreativitas bisa dipelajari, bukan sekadar bakat?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

ASESMEN

PEMBELAJARAN

Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning):

Jenis: Self-assessment, Peer-assessment

Lembar refleksi harian dan formulir umpan balik teman sejawat.

Teknik: Penilaian diri menggunakan skala likert tentang keyakinan kemampuan bertumbuh.

Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning):

Jenis: Observasi, Tanya Jawab

Catatan anekdot selama diskusi kelompok.

Teknik: Guru berkeliling memberikan scaffolding saat murid melakukan brainstorming.

Asesmen Hasil Pembelajaran (Assessment of Learning):

Jenis: Penugasan Portofolio

Rubrik analisis konsep kreativitas dan rencana aksi growth mindset.

Teknik: Penyusunan dokumen 'My Growth Journey' yang berisi analisis diri dan rencana pengembangan kreativitas.

Rubrik / Kriteria KKTP:

Aspek yang Dinilai

Mahir

Cakap ✓

Layak

Baru Berkembang

Analisis Konsep Kreativitas

Mampu menjelaskan konsep kreativitas secara mendalam dan menghubungkannya dengan berbagai teknik inovasi.

Mampu menjelaskan konsep kreativitas dan memberikan contoh penerapannya.

Mampu menjelaskan definisi kreativitas namun contoh kurang relevan.

Belum mampu menjelaskan konsep kreativitas dengan benar.

Penerapan Growth Mindset

Menunjukkan konsistensi pola pikir berkembang saat menghadapi tantangan dan menerima kritik dengan sangat terbuka.

Menunjukkan pola pikir berkembang dalam sebagian besar aktivitas pembelajaran.

Mulai mencoba menerapkan pola pikir berkembang namun masih sering terpaku pada fixed mindset.

Menolak tantangan dan cenderung defensif terhadap umpan balik.

Kolaborasi dan Komunikasi

Aktif memimpin diskusi, mendengarkan secara empati, dan menyampaikan ide dengan sangat jelas.

Aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menyampaikan ide dengan jelas.

Berpartisipasi dalam diskusi jika diminta oleh anggota kelompok.

Pasif dalam kerja kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.

Tindak Lanjut:

✅ Sudah Mencapai TP: Diberikan proyek pengayaan berupa pembuatan proposal bisnis sederhana yang memanfaatkan potensi wisata Labuan Bajo.

⚠️ Belum Mencapai TP: Diberikan bimbingan konseling akademik untuk mengidentifikasi akar fixed mindset dan diberikan tugas bacaan biografi tokoh wirausaha yang gigih.

 

Mengetahui,

Kepala SMKN 1 LABUAN BAJO,

 

 

 

VIKTORIA  T. WULANG, S.PdkIM

NIP. 197109222006042007

MANGGARAI BARAT, 5 Agustus 2026

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP. 196612311994121054

 


CAPAIAN PEMBELAJARAN KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN ( KIK )

( Salinan Lampiran Kep BSKAP No.046/H/KR/2025

 Tentang Capaian Pembelajaran)


A. Rasional Mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) dirancang untuk membekali murid agar memiliki kemampuan berpikir secara holistik berkenaan dengan proses merancang, membuat usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) tidak hanya tentang belajar membuat produk atau membangun usaha, namun membelajarkan murid untuk mampu berpikir terbuka dalam mencari dan mengembangkan ide-ide yang kreatif, inovatif, serta bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Hal tersebut sejalan dengan Permendikbud ristek Nomor 5 tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Isi standar kompetensi lulusan tersebut antara lain menyebutkan untuk meningkatkan kompetensi murid agar dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut, melalui upaya menumbuhkembangkan jiwa wirausaha (entrepreneur) dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. Pada akhir fase mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) murid mampu membangun strategi kewirausahaan dengan didukung oleh pengetahuan operasional dasar dan faktual sesuai program keahlian atau kebutuhan masyarakat pada umumnya, dan bertanggung jawab terhadap usaha yang dijalankan melalui proses refleksi dan kolaborasi. Pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) berpusat pada murid (student centered learning) melalui berbagai macam pendekatan dan model pembelajaran, seperti design thinking, entrepreneurial learning, collaborative learning, pembelajaran berbasis proyek (project based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), atau pendekatan dan model pembelajaran lainnya yang relevan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK). Prinsip pembelajaran mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) mengacu kepada pembelajaran mendalam yang menempatkan murid sebagai pusat dari proses pembelajaran, dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Dengan demikian, mata pelajaran Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan mengajarkan murid untuk menjadi manusia yang tidak hanya cerdas secara ide, tetapi juga peka terhadap lingkungan, berani bertindak, dan mampu menciptakan perubahan dari yang siap menjadi pekerja dan perlahan bertransformasi siap membuka lapangan pekerjaan.

B. Tujuan Mata pelajaran Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan

KIK bertujuan membekali murid dengan pengetahuan yang holistik dan integratif baik hard skills maupun soft skills untuk:

1.     1.  menganalisis peluang dan merumuskan beberapa ide kreatif yang dapat dikembangkan menjadi solusi dari permasalahan yang ada;

2.     2.  mengorganisasikan sumber daya;

3.      3. mengembangkan rancangan inovatif dari ide kreatif yang telah dimiliki;

4.      4. dan menerapkan kewirausahaan serta memiliki keterampilan praktis dalam menjalankan usaha.

C. Karakteristik

Mata pelajaran ini dikembangkan dengan menerapkan tiga elemen utamanya yaitu kreativitas, inovasi dan kewirausahaan secara utuh dan menyeluruh di setiap proses untuk menghasilkan produk barang atau jasa. Ketiganya menjadi pilar utama yang saling terhubung dan membentuk alur pembelajaran dalam KIK, dari proses pengenalan potensi diri hingga penciptaan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat serta pengembangan usaha yang sudah dijalankan sebelumnya oleh murid. Penjelasan elemen dan deskripsinya sebagai berikut.

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan adalah sebagai berikut.

Elemen

Deskripsi

Kreativitas

Meliputi menerapkan konsep kreativitas, pola pikir berkembang (growth mindset), karakter wirausaha, eksplorasi ide, penciptaan gagasan baru, dan mengaplikasikan kreativitas dalam praktik kewirausahaan

Inovasi

Meliputi menerapkan konsep inovasi, proses berpikir inovatif melalui tahapan awal design thinking, pengembangan produk inovatif, penerapan teknologi dalam pengambilan keputusan dalam berinovasi, komersialisasi inovasi, dan evaluasi dalam perbaikan inovasi.

Kewirausahaan

Meliputi menerapkan konsep kewirausahaan berbasis, peluang usaha, perencanaan usaha, pengelolaan sumber daya, pemasaran, pengelolaan keuangan, etika tanggung jawab sosial dan pengelolaan risiko dalam berwirausaha serta Budaya korporasi.

 

 D. Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

1. Kreativitas Menerapkan konsep kreativitas, pola pikir berkembang (growth mindset), karakter wirausaha, eksplorasi ide, penciptaan gagasan baru, dan mengaplikasikan kreativitas dalam praktik kewirausahaan.

2. Inovasi Menerapkan konsep inovasi, proses berpikir inovatif melalui tahapan awal design thinking, pengembangan produk inovatif, penerapan teknologi dalam pengambilan keputusan dalam berinovasi, komersialisasi inovasi dan evaluasi dalam perbaikan inovasi.

3.Kewirausahaan Menerapkan konsep kewirausahaan, peluang usaha, perencanaan usaha, pengelolaan sumber daya, penerapan teknologi dalam berwirausaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, etika tanggung jawab sosial dan pengelolaan risiko dalam berwirausaha budaya korporasi.

 

VIII. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PILIHAN SMK/MAK Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pilihan pada SMK/MAK mengacu kepada mata pelajaran yang dipilih oleh masing-masing murid sesuai dengan kebutuhannya dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Mata Pelajaran Pilihan SMK meliputi:

1. Pendalaman mata pelajaran konsentrasi keahlian Pendalaman mata pelajaran konsentrasi keahlian mengacu kepada Capaian Pembelajaran mata pelajaran konsentrasi keahlian yang dijalani murid dengan menambah elemen dan/atau tujuan pembelajaran. Satuan Pendidikan dapat melakukan pendalaman terkait pembelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan yang sesuai dengan konsentrasi keahliannya.

 2. Pilihan mata pelajaran lintas konsentrasi keahlian Mata pelajaran lintas konsentrasi keahlian mengacu kepada Capaian Pembelajaran mata pelajaran konsentrasi keahlian pada program keahlian yang sama atau program keahlian lain dengan menggunakan elemen dan/atau tujuan pembelajaran yang ditawarkan. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan mata pelajaran lintas konsentrasi keahlian dapat mendatangkan pendidik dari SMK/MAK lain atau murid dapat melaksanakan pembelajaran mata pelajaran lintas konsentrasi keahlian di SMK/MAK lain yang bekerja sama.

3. Pendalaman mata pelajaran akademik Pendalaman mata pelajaran akademik mengacu kepada Capaian Pembelajaran mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Informatika, Projek IPAS, dan/atau Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai tujuan yang ditawarkan dengan mencakup seluruh elemen.

 4. Pendalaman mata pelajaran pilihan di SMA/MA Pendalaman mata pelajaran pilihan mengacu kepada Capaian Pembelajaran mata pelajaran pilihan di SMA/MA sesuai tujuan yang ditawarkan dengan mencakup seluruh elemen. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan mata pelajaran ini dapat mendatangkan pendidik dari SMA/MA atau murid dapat melaksanakan pembelajaran mata pelajaran tersebut di SMA/MA yang bekerja sama. Elemen dan/atau tujuan pembelajaran dialokasikan untuk minimum 2 (dua) jam pelajaran per minggu dan maksimum sesuai alokasi waktu Mata Pelajaran Pilihan pada struktur kurikulum. Penamaan mata pelajaran pilihan merujuk pada nomenklatur mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam struktur kurikulum atau dokumen capaian pembelajaran.

 

IX. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

A. Rasional Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah mata pelajaran yang merupakan wahana pembelajaran di dunia kerja (termasuk teaching factory). PKL memberikan kesempatan kepada murid menginternalisasi dan menerapkan soft skills (karakter dan budaya kerja) serta menerapkan, meningkatkan, dan mengembangkan penguasaan hard skills (kompetensi teknis) sesuai dengan konsentrasi keahliannya dan kebutuhan dunia kerja, serta kemandirian berwirausaha. Melalui mata pelajaran ini terdapat manfaat bagi murid, dunia kerja, dan satuan pendidikan. Bagi murid mendapat pengalaman langsung bekerja pada pekerjaan yang sesungguhnya sekaligus menerapkan pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajari. Bagi dunia kerja mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten serta dapat berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia. Bagi satuan pendidikan mendapat transfer pengetahuan dan teknologi dari dunia kerja serta membangun kerja sama yang lebih erat dan saling memberikan manfaat. Mata pelajaran PKL dirancang dalam struktur kurikulum SMK untuk dilaksanakan pada kelas XII (Program 3 Tahun) dan kelas XIII (Program 4 Tahun) dengan pertimbangan murid telah memiliki dasar-dasar kemampuan kerja yang cukup. PKL dilaksanakan secara blok sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan kebutuhan penguasaan kompetensi. Praktik Kerja Lapangan merupakan penyelarasan akhir atau kulminasi dari seluruh mata pelajaran. Pembelajarannya diselenggarakan berbasis proses bisnis dan mengikuti Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku di dunia kerja melalui tahapan mengamati, memahami, meniru tindakan, bekerja dengan bantuan dan pengawasan, bekerja mandiri, serta aktualisasi dan eksplorasi. Pembelajaran diarahkan untuk terjadinya penguasaan kompetensi secara utuh oleh murid sesuai pembagian pekerjaan di dunia kerja. Pelaksanaannya antara lain dapat menggunakan Sistem Pelatihan Berotasi atau Training Rotation System (TRS) atau sistem pelatihan lain yang sesuai. Rotasi dapat dilakukan dalam 1 (satu) dunia kerja dan/atau di berbagai dunia kerja yang disusun dan disepakati oleh satuan pendidikan dan dunia kerja. Mata pelajaran PKL berkontribusi pada penguatan nilai dan karakter pada dimensi profil lulusan. Nilai dan karakter tersebut disesuaikan dengan konteks pembelajaran PKL dan karakteristik dunia kerja.

B. Tujuan Mata pelajaran PKL bertujuan untuk:

 1. menginternalisasi soft skills di dunia kerja;

 2. menerapkan hard skills yang dikuasainya pada pekerjaan yang sesungguhnya sesuai POS yang berlaku;

 3 meningkatkan dan mengembangkan hard skills dalam bidangnya sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja; dan

4. menyiapkan kemandirian murid untuk berwirausaha.

C. Karakteristik Kegiatan pada mata pelajaran PKL direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dipantau, dan dievaluasi bersama oleh satuan pendidikan dan dunia kerja. Penyelenggaraan PKL menyesuaikan situasi, perkembangan teknologi, dan proses bisnis di dunia kerja. Mata pelajaran PKL diampu oleh tenaga pendidik yang ditugaskan oleh satuan pendidikan dan pembimbing teknis yang ditugaskan oleh pimpinan dunia kerja.

 

 

 

 Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran PKL adalah sebagai berikut

Elemen

Deskripsi

Internalisasi dan Penerapan Soft Skills

Meliputi internalisasi dan penerapan etika berkomunikasi secara lisan dan tulisan, integritas (antara lain jujur, disiplin, komitmen, dan tanggung jawab), etos kerja, bekerja secara mandiri, dan/atau bekerja sama di dalam tim, kepedulian sosial dan lingkungan serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan POS yang berlaku di dunia kerja.

Penerapan Hard Skills

Meliputi pelaksanaan pekerjaan sesuai POS yang berlaku di dunia kerja.

Peningkatan dan Pengembangan Hard Skills

Meliputi penguasaan kompetensi teknis baru dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas dipelajari sesuai konsentrasi keahlian.

Penyiapan Kemandirian Berwirausaha

Meliputi penyiapan kemandirian murid, penguatan dan pemahaman analisis usaha.

 

D. Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

1. Internalisasi dan penerapan soft skills Menerapkan etika berkomunikasi secara lisan dan tulisan, integritas (antara lain jujur, disiplin, komitmen, dan tanggung jawab), etos kerja, bekerja secara mandiri dan/atau bekerja di dalam tim, kepedulian sosial dan lingkungan, serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan POS yang berlaku di dunia kerja.

 2. Penerapan hard skills Menerapkan kompetensi teknis pada pekerjaan sesuai POS yang berlaku di dunia kerja.

3. Peningkatan dan pengembangan hard skills Menerapkan kompetensi teknis baru dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas dipelajari di satuan pendidikan sesuai konsentrasi keahlian.

 4. Penyiapan kemandirian berwirausaha Melakukan analisis usaha terkait dunia kerja secara mandiri.

 

 

KEPALA BADAN

 

TTD.

 

TONI TOHARUDIN

NIP 197004011995121

 

 

Salinan sesuai dengan aslinya,

Kepala Bagian Keuangan dan Umum,

 

 

ELLIS DARMAYANTI

NIP 198002062010122002

 

NERACA CINTA DI ATAS BUKIT SYLVIA




Oleh: Stefanus Satu



Siswa SMKN 1 Labuan Bajo, semua  tahu dua hal: anak Akuntansi paling rapi dalam berpakaian termasuk juga catatan pelajaran, dan anak Perhotelan paling rapi senyumnya. Chelsy, adalah siswi kelas XII Akuntansi, yang catatan dan pengerjaan tugas Jurnal dan Neracaya rapi dan tidak pernah ada coretan. Teman teman termasuk guru Program Akuntansi mengakui hal itu. Targetnya jelas: lulus, dapat beasiswa Politeknik Negeri di Bali, dan bantu ibunya yang buka warung di Kampung Ujung, Labuan Bajo.

 

Jhoni, adalah siswa kelas XII Perhotelan. Ia jago table manner, fasih bahasa Inggris, murah senyum tapi nilai Matematika Bisnisnya selalu di ujung tanduk. Cita-citanya jelas,  ia ingin jadi Hotel Manager, dengan kelas bintang empat yang berdiri megah menghadap laut Labuan Bajo.

 

Jhoni berasal dari Pacar, sedang Chelsy berasal dari Kempo. Pertemanan mereka berawal saat MPLS. Pertemanan itu terus mereka bina sampai di kelas XII. Mereka dating dan pulang sekolah bersama. Berbagi suka dan duka dalam menggapai cita-cita. Bahkan saling membantu mengerjakan tugas yang diberikan guru.

 

Pada hari itu di saat guru- guru mengikuti rapat, mereka dua bertemu tanpa janji. Mereka bertemu bukan di kantin, tapi di perpustakaan sekolah. Chelsy sudah berada di perpustakaan setengah jam, waktu Jhoni datang. Jhoni mengambil tempat duduk pas di hadapan Chelsy. Jhoni menatap Chelsy sembari menghidangkan senyum khasnya yang menggetarkan hati. Jhoni membuka percakapan dengan nada frustrasi karena sulitnya soal yang diberikan ibu guru.

 

 "Chelsy, ajarin aku dong. Kenapa laporan laba rugi ku malah jadi laporan laba nangis?" Chelsy yang sedang merekap laporan keuangan fiktif untuk lomba LKS menghela napas, berdiri lalu duduk di sebelahnya.

"Karena kamu ngitungnya sambil ngafal welcome drink. Nih, lihat. Debit kredit itu kayak pelayanan di hotel. Harus belens. Tamu datang, dan tamu pergi itu tamu yang dilayani. Kalau tidak dilayani berarti tidak seimbang, kacau semua."

 

Sejak hari itu, mereka membuat jadwal belajar bersama. Pulang sekolah, di teras belakang Starbuck Labuan Bajo yang menghadap ke  pelabuhan Marina, mereka duduk belajar berdua. Chelsy mengajari Jhoni menyusun Laporan Keuangan. Sebagai gantinya, Jhoni mengajari Chelsy Public Speaking — modal yang wajib kuasai  kalau nanti  Chelsy  harus presentasi di depan juri lomba. "Kamu kalau presentasi jangan nunduk terus lihat buku. Anggap juri itu tamu hotel. Tatap, senyum, sapa," kata Jhoni.

 

Awalnya  Chelsy  malu. Lama-lama, suaranya lantang. Kepercayaan dirinya naik, dan berakhir dengan hasil yang memukau. Sebaliknya, Jhoni yang dulu takut angka, mulai paham. Untuk pertama kalinya, nilai ujiannya di atas KKM. Ia menempelkan hasil ujiannya di loker Chelsy  dengan tulisan: Terima kasih, Bu Manager Keuangan ku.

 

Pada bulan Desember 2025 setelah ujian semester, SMKN 1 Labuan Bajo menyelenggarakan  LKS tingkat sekolah. Masing-masing Program Keahlian mempersiapkan siswa sebagai peserta LKS.Jhoni dan Chelsy terpilih sebagai peserta LKS oleh masing-masing program. Mereka berdua pun senang karena terpilih sebagai peserta. Jhoni dan Chelsy mempersiapkan diri dengan baik. Mereka mengikuti bimbingan belajar yang dijadwal guru program. Mengerjakan tugas yang diberikan. Berdiskusi dan bertanya jawab materi yang dilombakan.

 

 Malam sebelum lomba, keduanya duduk di Bukit Sylvia. Mereka menikmati udara laut yang dingin tapi menyegarkan. Menyegarkan pikiran keduanya yang terbebani dengan berbagai kesibukan mempersiapkan diri menghadapi LKS. Mereka melihat lampu-lampu kapal yang bekelap kelip bagai kunang-kunang di kejauhan di atas laut.

 

"Aku takut, Jhon. Kalau aku gagal, beasiswa ku gagal," kata Chelsy pelan.

Jhoni menjawab, "Aku juga takut. Tapi ingat yang kamu bilang? Sesuatu yang tidak seimbang pasti kacau. Hidup kita juga. Tidak bisa cuma mimpi tanpa belajar. Tidak bisa cuma belajar tanpa tujuan."

 

Keesokan harinya, setelah semua materi lomba selesai dilombakan, ketua panitia mengumumkan hasil perlombaan. Chelsy meraih juara 2 LKS Akuntansi. Jhoni meraih  juara 1 Lomba Tour Guiding, dengan presentasi tentang paket wisata berbasis laporan keuangan — ide yang ia dapat dari  Chelsy

.

Di panggung SMKN 1 Labuan Bajo, saat kepala sekolah menyebut nama mereka, mereka tidak bergandengan tangan. Mereka hanya saling mengangguk dari kejauhan, dengan berbagi  senyum yang bernafaskan cinta.  Cinta mereka bukan tentang nongkrong sampai lupa waktu. Cinta mereka adalah pengingat. Bahwa motivasi terbaik terkadang bukan dari buku, tapi dari seseorang yang membuatmu ingin membuka buku itu lagi. Dan dari atas bukit Sylvia di Labuan Bajo, mereka belajar satu hal: masa depan itu seperti mengelola hotel dan mengelola keuangan. Harus disiapkan dengan teliti, dilayani dengan hati, dan diperjuangkan setiap hari.

Kemenangan LKS  yang  mereka raih, tidak disambutnya dengan hura-hura atau gembira. Karena mereka menyadari kemenangan itu akan diikuti dengan kesedihan karena perpisahan. Perpisahan yang terjadi karena mengikuti Program PKL.

Seluruh siswa kelas XII di SMKN 1 Labuan Bajo disebar seperti jaring nelayan menuju tempat PKL. Chelsy  ditempatkan di bagian finance sebuah hotel bintang empat di Jalan Soekarno Hatta. Gedungnya dingin ber-AC, semuanya pakai sistem. Hari pertama, ia disuruh menginput 200 faktur pembelian bahan makanan dapur. Tangannya kram. Seniornya yang keras dan tegas bilang, "Anak SMK jangan cuma pinter teori. Di sini salah satu angka, bos bisa rugi puluhan juta."  Chelsy  hampir menangis di toilet. Ia ingin chat Jhoni untuk menceritakan pengalaman pahit pertamanya, tapi ia tahan. Ia buka buku kecilnya — jurnal harian yang selalu ia bawa — dan menulis: Debit = Kepercayaan. Kredit = Tanggung jawab. Harus seimbang.

 

Di tempat lain, Jhoni  ditempatkan di resort mewah di Pulau Kanawa. Harus menyeberang pakai kapal kecil tiap pagi jam 5. Kerjaannya sebagai trainee Front Office dan Restaurant. Ia harus menghafal nama 40 tamu bule, berikut  makanannya, dan harus tetap senyum meski ombak membuat seragamnya basah.

Mereka jarang bertemu. Cinta sebatas LDR. Labuan Bajo tiba-tiba terasa luas sekali. Chat mereka hanya berisi: Udah makan? Lagi input data, nanti ya. Aku baru selesai briefing tamu dari Jerman.

 

Sampai suatu sore, Jhoni  tidak membalas chattingan Chelsy selama dua hari. Chelsy  panik. Ia  pinjam  motor temannya dan nekat ke pelabuhan, menunggu kapal jemputan karyawan resort itu pulang. Hujan rintik.

 

Jhoni  turun dari kapal dengan wajah lelah, sepatunya berlumpur. " Jhon!" Jhoni kaget. "Chel? Kamu ngapain di sini? Basah."

"Kamu kenapa gak bales? Aku kira kamu tenggelam!" Jhoni  tertawa, tapi tawanya capek.

"HP ku jatuh ke laut pas bantu tamu snorkeling. Baru ganti LCD tadi. Mahal. Gaji PKL ku habis."

Chelsy  diam. Lalu ia merogoh tasnya. Ia menyodorkan amplop coklat kecil.

"Ini. Bonus dari hotel karena aku nemu selisih stok yang salah input kemarin. 300 ribu. Pakai dulu."

Jhoni  menolak keras. "Gak bisa. Itu hak kamu."

"Anggap aja ini investasi," kata Chelsy, meniru gaya guru Akuntansi mereka. "Nanti kalau kamu udah jadi General Manager, kamu ganti jadi 300 juta. Plus bunga."

Mereka tertawa di pelabuhan yang bau solar itu. Untuk pertama kalinya setelah dua minggu, mereka merasa seimbang lagi. Bukan karena uangnya, tapi karena ada yang mau menunggu di dermaga.

 

PKL selesai. Mereka kembali ke sekolah dengan muka ceria. Sudah bisa bersama lagi Bebas dari beban dan tekanan bos selama PKL. Chelsy pulang dengan  kulit lebih putih, halus mulus karena kerja di ruangan berAC. Sementara Jhony pulang dengan kulit gelap dan kusam namun  mental lebih dewasa.

 

Kelas XII semester akhir adalah neraka yang besar. Semester yang menguras pikiran dan tenaga oleh karena banyaknya kegiatan mempersiapkan ujian akhir sekolah. Tryout. Bimbingan karir. Orang tua yang mulai bertanya, "Habis lulus mau kemana?"

Ibu  Chelsy  yang warungnya sepi karena ada minimarket baru buka di dekatnya mulai sakit-sakitan.  Chelsy  mendapat tawaran: langsung kerja jadi kasir admin di hotel tempatnya PKL, gaji 2,2 juta. Tetap. Aman. Beasiswa Politeknik di Bali tiba-tiba terasa seperti mimpi yang terlalu mahal. Biaya kos, biaya hidup, jauh dari ibu.

 

Sementara Jhony  dapat tawaran magang lanjutan di Bali dari GM resort-nya. Jalur cepat. Kalau ia ambil, ia berangkat bulan depan. Tanpa UN, tanpa perpisahan.

 

Di ruang OSIS mereka bertengkar hebat.  "Kamu harus ambil, Jhon! Itu kesempatan emas! Gak semua anak Perhotelan dapat itu!" kata  Chelsy, matanya merah.

"Terus kamu? Kamu mau buang beasiswamu cuma buat jadi kasir? Kamu yang ajarin aku jangan takut angka, sekarang kamu takut sama masa depanmu sendiri?" Jhony  membalas, suaranya keras.

"Kamu gak ngerti! Ibuku butuh aku!"

"Aku ngerti! Makanya aku bilang kita harus berjuang bareng! Bukan nyerah bareng!"

Hening. Angin dari pelabuhan membawa bunyi klakson kapal.

Chelsy  menangis. Bukan karena marah, tapi karena  Jhony  benar. Dan Jhony  benar-benar takut kalau ia pergi, Chelsy  akan tetap di sini dan melupakannya.

 

Jhony  duduk, menghela napas. Ia membuka jurnal Chelsy  yang tertinggal di meja. Di halaman terakhir, ada tulisan tangan  Chelsy  yang baru. Rencana B: Jika tidak dapat beasiswa, tetap kuliah online sambil kerja. Tabungan: 1,5 jt. Target: 6 bulan.

Jhony  tersenyum kecil. Gadis Akuntansi ini bahkan membuat rencana cadangan untuk patah hatinya.

"Chel," bisiknya pelan. "Kita bikin laporan rugi laba untuk mimpi kita ya?"

Chelsy  mendongak bingung.

"Rugi kalau kita nyerah sekarang. Laba kalau kita tunda senang-senangnya setahun. Aku ke Bali, kamu ke Bali. Beda kampus, tapi pulau yang sama. Kita LDR-an pulau. Gimana?"

Chelsy  memukul lengan  Jhony.  "LDR-an pulau apaan. Kamu kira romantis?"

"Tapi realistis," jawab Jhony.

 

 

Hari kelulusan SMKN 1 Labuan Bajo. Semua pakai seragam putih  abu. Chelsy  akhirnya memutuskan ia menolak kerja tetap itu. Ia mengambil tabungannya, Dibantu guru BK mengajukan beasiswa KIP Kuliah, dan ia LOLOS Politeknik Negeri Bali jurusan Akuntansi Manajerial. Tipis, tapi lolos. Jhony  juga berangkat ke Bali, ikut program Diploma 1 Perhotelan percepatan plus magang dibayar.

 

Malam sebelum mereka berangkat, dengan kapal yang berbeda, mereka kembali ke Bukit Sylvia. Tempat yang sama. Langit Labuan Bajo malam itu jernih. Lampu-lampu kapal bagan seperti kunang-kunang di atas laut.

Chelsy  membawa dua buku. Satu jurnal lamanya yang sudah penuh, dan satu jurnal baru yang masih kosong.

"Buat kamu," katanya, memberikan jurnal baru itu pada Jhony. Jhony  membukanya. Di halaman pertama, sudah ada tulisan Maya:

Buku Besar Kehidupan  Jhony:
Saldo Awal: 1 Tekad, 1 Doa, 1 Chelsy yang cerewet. Jangan sampai tidak balance ya, Pak Manager.

Jhony  tertawa, matanya berkaca-kaca. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Sebuah name tag trainee hotel yang sudah pudar, yang ia pakai saat PKL.

"Buat kamu. Biar kalau kamu jadi auditor hotel nanti, kamu ingat pernah punya murid paling bodoh dalam sejarah Akuntansi "

 

Mereka tidak berjanji akan menikah. Mereka tidak berjanji akan selamanya. Anak SMK Labuan Bajo tahu, janji yang terlalu tinggi itu seperti overbudgeting — bahaya.

Mereka hanya berjanji satu hal.

"Setiap kita naik jabatan, atau naik semester, kita harus foto dengan background laut. Terus kirim ke satu sama lain. Biar kita ingat, kita berangkat dari laut yang sama."

Kapal pertama berbunyi. Harus turun.

Mereka berjalan menuruni Bukit Sylvia beriringan, tidak bergandengan, tapi langkahnya sama.

Di bawah, Labuan Bajo tetap bising, tetap panas, tetap penuh debu dan mimpi.

Dan di atas bukit, gazebo sekolah,  mereka yang kosong akhirnya benar-benar kosong — menunggu dua anak SMK angkatan berikutnya yang butuh tempat untuk belajar debit kredit kehidupan.