(
Salinan Lampiran Kep BSKAP No.046/H/KR/2025
Tentang Capaian Pembelajaran)
A. Rasional Mata
pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) dirancang untuk
membekali murid agar memiliki kemampuan berpikir secara holistik berkenaan
dengan proses merancang, membuat usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Mata
Pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) tidak hanya tentang
belajar membuat produk atau membangun usaha, namun membelajarkan murid untuk
mampu berpikir terbuka dalam mencari dan mengembangkan ide-ide yang kreatif,
inovatif, serta bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Hal tersebut sejalan
dengan Permendikbud ristek Nomor 5 tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah. Isi standar kompetensi lulusan tersebut antara lain
menyebutkan untuk meningkatkan kompetensi murid agar dapat hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut, melalui upaya menumbuhkembangkan jiwa
wirausaha (entrepreneur) dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan
sekitarnya. Pada akhir fase mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan
Kewirausahaan (KIK) murid mampu membangun strategi kewirausahaan dengan
didukung oleh pengetahuan operasional dasar dan faktual sesuai program keahlian
atau kebutuhan masyarakat pada umumnya, dan bertanggung jawab terhadap usaha
yang dijalankan melalui proses refleksi dan kolaborasi. Pelaksanaan
pembelajaran pada mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK)
berpusat pada murid (student centered learning) melalui berbagai macam
pendekatan dan model pembelajaran, seperti design thinking, entrepreneurial
learning, collaborative learning, pembelajaran berbasis proyek (project based
learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), atau
pendekatan dan model pembelajaran lainnya yang relevan sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK).
Prinsip pembelajaran mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan
(KIK) mengacu kepada pembelajaran mendalam yang menempatkan murid sebagai pusat
dari proses pembelajaran, dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran
(mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Dengan demikian,
mata pelajaran Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan mengajarkan murid untuk
menjadi manusia yang tidak hanya cerdas secara ide, tetapi juga peka terhadap
lingkungan, berani bertindak, dan mampu menciptakan perubahan dari yang siap
menjadi pekerja dan perlahan bertransformasi siap membuka lapangan pekerjaan.
B. Tujuan Mata pelajaran
Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan
KIK bertujuan membekali
murid dengan pengetahuan yang holistik dan integratif baik hard skills maupun
soft skills untuk:
1. 1. menganalisis peluang dan merumuskan
beberapa ide kreatif yang dapat dikembangkan menjadi solusi dari permasalahan
yang ada;
2. 2. mengorganisasikan sumber daya;
3. 3. mengembangkan rancangan inovatif dari ide
kreatif yang telah dimiliki;
4. 4. dan menerapkan kewirausahaan serta
memiliki keterampilan praktis dalam menjalankan usaha.
C. Karakteristik
Mata pelajaran ini
dikembangkan dengan menerapkan tiga elemen utamanya yaitu kreativitas, inovasi
dan kewirausahaan secara utuh dan menyeluruh di setiap proses untuk
menghasilkan produk barang atau jasa. Ketiganya menjadi pilar utama yang saling
terhubung dan membentuk alur pembelajaran dalam KIK, dari proses pengenalan
potensi diri hingga penciptaan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat
serta pengembangan usaha yang sudah dijalankan sebelumnya oleh murid.
Penjelasan elemen dan deskripsinya sebagai berikut.
Elemen dan deskripsi
elemen mata pelajaran Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan adalah sebagai
berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Kreativitas |
Meliputi
menerapkan konsep kreativitas, pola pikir berkembang (growth mindset),
karakter wirausaha, eksplorasi ide, penciptaan gagasan baru, dan
mengaplikasikan kreativitas dalam praktik kewirausahaan |
|
Inovasi |
Meliputi
menerapkan konsep inovasi, proses berpikir inovatif melalui tahapan awal
design thinking, pengembangan produk inovatif, penerapan teknologi dalam
pengambilan keputusan dalam berinovasi, komersialisasi inovasi, dan evaluasi
dalam perbaikan inovasi. |
|
Kewirausahaan |
Meliputi
menerapkan konsep kewirausahaan berbasis, peluang usaha, perencanaan usaha,
pengelolaan sumber daya, pemasaran, pengelolaan keuangan, etika tanggung
jawab sosial dan pengelolaan risiko dalam berwirausaha serta Budaya
korporasi. |
D. Capaian Pembelajaran
Pada
akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.
Kreativitas Menerapkan konsep kreativitas, pola pikir berkembang (growth
mindset), karakter wirausaha, eksplorasi ide, penciptaan gagasan baru, dan
mengaplikasikan kreativitas dalam praktik kewirausahaan.
2.
Inovasi Menerapkan konsep inovasi, proses berpikir inovatif melalui tahapan
awal design thinking, pengembangan produk inovatif, penerapan teknologi dalam
pengambilan keputusan dalam berinovasi, komersialisasi inovasi dan evaluasi
dalam perbaikan inovasi.
3.Kewirausahaan
Menerapkan konsep kewirausahaan, peluang usaha, perencanaan usaha, pengelolaan
sumber daya, penerapan teknologi dalam berwirausaha, pemasaran, pengelolaan
keuangan, etika tanggung jawab sosial dan pengelolaan risiko dalam berwirausaha
budaya korporasi.
VIII. CAPAIAN
PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PILIHAN SMK/MAK Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran
Pilihan pada SMK/MAK mengacu kepada mata pelajaran yang dipilih oleh
masing-masing murid sesuai dengan kebutuhannya dan diselenggarakan oleh satuan
pendidikan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Mata Pelajaran Pilihan SMK
meliputi:
1. Pendalaman mata
pelajaran konsentrasi keahlian Pendalaman mata pelajaran konsentrasi keahlian
mengacu kepada Capaian Pembelajaran mata pelajaran konsentrasi keahlian yang
dijalani murid dengan menambah elemen dan/atau tujuan pembelajaran. Satuan
Pendidikan dapat melakukan pendalaman terkait pembelajaran Kreativitas,
Inovasi, dan Kewirausahaan yang sesuai dengan konsentrasi keahliannya.
2. Pilihan mata pelajaran lintas konsentrasi
keahlian Mata pelajaran lintas konsentrasi keahlian mengacu kepada Capaian
Pembelajaran mata pelajaran konsentrasi keahlian pada program keahlian yang
sama atau program keahlian lain dengan menggunakan elemen dan/atau tujuan
pembelajaran yang ditawarkan. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan mata
pelajaran lintas konsentrasi keahlian dapat mendatangkan pendidik dari SMK/MAK
lain atau murid dapat melaksanakan pembelajaran mata pelajaran lintas
konsentrasi keahlian di SMK/MAK lain yang bekerja sama.
3. Pendalaman mata
pelajaran akademik Pendalaman mata pelajaran akademik mengacu kepada Capaian
Pembelajaran mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Informatika, Projek
IPAS, dan/atau Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai tujuan yang ditawarkan
dengan mencakup seluruh elemen.
4. Pendalaman mata pelajaran pilihan di SMA/MA
Pendalaman mata pelajaran pilihan mengacu kepada Capaian Pembelajaran mata
pelajaran pilihan di SMA/MA sesuai tujuan yang ditawarkan dengan mencakup
seluruh elemen. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan mata pelajaran ini
dapat mendatangkan pendidik dari SMA/MA atau murid dapat melaksanakan
pembelajaran mata pelajaran tersebut di SMA/MA yang bekerja sama. Elemen
dan/atau tujuan pembelajaran dialokasikan untuk minimum 2 (dua) jam pelajaran
per minggu dan maksimum sesuai alokasi waktu Mata Pelajaran Pilihan pada
struktur kurikulum. Penamaan mata pelajaran pilihan merujuk pada nomenklatur
mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam struktur kurikulum atau dokumen
capaian pembelajaran.
IX. CAPAIAN PEMBELAJARAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
A. Rasional Praktik Kerja
Lapangan (PKL) adalah mata pelajaran yang merupakan wahana pembelajaran di
dunia kerja (termasuk teaching factory). PKL memberikan kesempatan kepada murid
menginternalisasi dan menerapkan soft skills (karakter dan budaya kerja) serta
menerapkan, meningkatkan, dan mengembangkan penguasaan hard skills (kompetensi
teknis) sesuai dengan konsentrasi keahliannya dan kebutuhan dunia kerja, serta
kemandirian berwirausaha. Melalui mata pelajaran ini terdapat manfaat bagi
murid, dunia kerja, dan satuan pendidikan. Bagi murid mendapat pengalaman
langsung bekerja pada pekerjaan yang sesungguhnya sekaligus menerapkan
pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajari. Bagi dunia kerja mendapatkan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten serta dapat berkontribusi dalam
pengembangan SDM Indonesia. Bagi satuan pendidikan mendapat transfer
pengetahuan dan teknologi dari dunia kerja serta membangun kerja sama yang
lebih erat dan saling memberikan manfaat. Mata pelajaran PKL dirancang dalam
struktur kurikulum SMK untuk dilaksanakan pada kelas XII (Program 3 Tahun) dan
kelas XIII (Program 4 Tahun) dengan pertimbangan murid telah memiliki
dasar-dasar kemampuan kerja yang cukup. PKL dilaksanakan secara blok sesuai
dengan ketersediaan sumber daya dan kebutuhan penguasaan kompetensi. Praktik
Kerja Lapangan merupakan penyelarasan akhir atau kulminasi dari seluruh mata
pelajaran. Pembelajarannya diselenggarakan berbasis proses bisnis dan mengikuti
Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku di dunia kerja melalui tahapan
mengamati, memahami, meniru tindakan, bekerja dengan bantuan dan pengawasan,
bekerja mandiri, serta aktualisasi dan eksplorasi. Pembelajaran diarahkan untuk
terjadinya penguasaan kompetensi secara utuh oleh murid sesuai pembagian
pekerjaan di dunia kerja. Pelaksanaannya antara lain dapat menggunakan Sistem
Pelatihan Berotasi atau Training Rotation System (TRS) atau sistem pelatihan
lain yang sesuai. Rotasi dapat dilakukan dalam 1 (satu) dunia kerja dan/atau di
berbagai dunia kerja yang disusun dan disepakati oleh satuan pendidikan dan
dunia kerja. Mata pelajaran PKL berkontribusi pada penguatan nilai dan karakter
pada dimensi profil lulusan. Nilai dan karakter tersebut disesuaikan dengan
konteks pembelajaran PKL dan karakteristik dunia kerja.
B. Tujuan Mata pelajaran
PKL bertujuan untuk:
1. menginternalisasi soft skills di dunia
kerja;
2. menerapkan hard skills yang dikuasainya
pada pekerjaan yang sesungguhnya sesuai POS yang berlaku;
3 meningkatkan dan mengembangkan hard skills
dalam bidangnya sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja; dan
4.
menyiapkan kemandirian murid untuk berwirausaha.
C. Karakteristik Kegiatan
pada mata pelajaran PKL direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dipantau, dan
dievaluasi bersama oleh satuan pendidikan dan dunia kerja. Penyelenggaraan PKL
menyesuaikan situasi, perkembangan teknologi, dan proses bisnis di dunia kerja.
Mata pelajaran PKL diampu oleh tenaga pendidik yang ditugaskan oleh satuan pendidikan
dan pembimbing teknis yang ditugaskan oleh pimpinan dunia kerja.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran PKL
adalah sebagai berikut
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Internalisasi dan
Penerapan Soft Skills |
Meliputi internalisasi
dan penerapan etika berkomunikasi secara lisan dan tulisan, integritas
(antara lain jujur, disiplin, komitmen, dan tanggung jawab), etos kerja,
bekerja secara mandiri, dan/atau bekerja sama di dalam tim, kepedulian sosial
dan lingkungan serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan POS yang berlaku di
dunia kerja. |
|
Penerapan Hard Skills |
Meliputi pelaksanaan
pekerjaan sesuai POS yang berlaku di dunia kerja. |
|
Peningkatan dan
Pengembangan Hard Skills |
Meliputi penguasaan
kompetensi teknis baru dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas dipelajari
sesuai konsentrasi keahlian. |
|
Penyiapan Kemandirian
Berwirausaha |
Meliputi penyiapan
kemandirian murid, penguatan dan pemahaman analisis usaha. |
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.
Internalisasi dan penerapan soft skills Menerapkan etika berkomunikasi secara
lisan dan tulisan, integritas (antara lain jujur, disiplin, komitmen, dan
tanggung jawab), etos kerja, bekerja secara mandiri dan/atau bekerja di dalam
tim, kepedulian sosial dan lingkungan, serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan
POS yang berlaku di dunia kerja.
2. Penerapan hard skills Menerapkan kompetensi
teknis pada pekerjaan sesuai POS yang berlaku di dunia kerja.
3.
Peningkatan dan pengembangan hard skills Menerapkan kompetensi teknis baru
dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas dipelajari di satuan pendidikan
sesuai konsentrasi keahlian.
4. Penyiapan kemandirian berwirausaha
Melakukan analisis usaha terkait dunia kerja secara mandiri.
KEPALA
BADAN
TTD.
TONI
TOHARUDIN
NIP
197004011995121
Salinan
sesuai dengan aslinya,
Kepala
Bagian Keuangan dan Umum,
ELLIS
DARMAYANTI
NIP
198002062010122002
Tidak ada komentar:
Posting Komentar