Minggu, 16 Agustus 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.01



PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK NEGERI 1 LABUAN BAJO

Alamat: Jl. Raymundus Ramu No. 01, Ds. Batu Cermin, Kec. Komodo, Manggarai Barat, NTT

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN TP KIK.F.01

KREATIVITAS DAN GROWTH MINDSET WIRAUSAHA TEORI DAN REFLEKSI DIRI


Mata Pelajaran         : KIK

Fase / Kelas             : Fase F-SMK₃ / Kelas XI

Tahun Pelajaran       : 2026/2027

Guru                        : STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP                          : 196612311994121054

Semester                  : 1

 

IDENTIFIKASI

Asesmen pada Awal Pembelajaran (opsional):

Tes diagnostik kognitif dan non-kognitif singkat menggunakan kartu opini.

Instrumen: Daftar pernyataan setuju/tidak setuju mengenai mitos bakat wirausaha.

Tindak Lanjut:

• Sudah memahami: Peserta didik yang sudah memahami konsep growth mindset menjadi tutor sebaya dalam diskusi kelompok.

• Belum memahami: Peserta didik yang masih memiliki fixed mindset diberikan pendampingan khusus melalui studi kasus tokoh sukses yang memulai dari nol.

Dimensi Profil Lulusan:

☑ DPL3 — Penalaran Kritis

☑ DPL5 — Kolaborasi

☑ DPL4 — Kreativitas

☑ DPL6 — Kemandirian

☑ DPL8 — Komunikasi

Alasan: Dimensi ini dipilih untuk membentuk mentalitas wirausaha yang mampu menganalisis peluang, bekerja sama dalam tim, dan memiliki ketangguhan mental melalui pola pikir berkembang.

DESAIN

PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran:

KIK.F.01 Murid mampu menganalisis konsep kreativitas dan menerapkan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam konteks kewirausahaan.

Model Pembelajaran:

Problem Based Learning (PBL)

Praktik Pedagogis:

Pembelajaran berpusat pada murid dengan pendekatan konstruktivisme, di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam memecahkan masalah otentik terkait hambatan mental (mental block) dalam berwirausaha.

Kemitraan Pembelajaran (opsional):

-

Lingkungan Pembelajaran:

Ruang kelas yang disusun secara melingkar untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan presentasi.

Pemanfaatan Digital (opsional):

-

Total Alokasi Waktu:

2 Pertemuan · 450 menit (10 JP)

PENGALAMAN

BELAJAR

PERTEMUAN 1: Eksplorasi Kreativitas dan Dekonstruksi Fixed Mindset

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Discovery Learning [Otomatis]

Alasan: Pertemuan pertama difokuskan pada penemuan konsep mandiri dan penyamaan persepsi tentang kreativitas sebelum masuk ke pemecahan masalah.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Memulai sesi dengan teknik STOP untuk memfokuskan perhatian pada potensi diri.

🌍 Bermakna: Menghubungkan konsep kreativitas dengan potensi lokal Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

🎨 Menggembirakan: Permainan 'Tebak Fungsi Lain' untuk memicu tawa dan kreativitas tanpa batas.

Memahami · berkesadaran, bermakna

Pemberian rangsangan dan identifikasi masalah.

1. Perhatikan dua profil pengusaha berikut. Diskusikan, mana yang menurut kalian akan bertahan dalam 10 tahun ke depan dan apa alasannya?

   🎬 Skenario:

   Profil A: Budi merasa bakat memasaknya adalah warisan dan tidak perlu belajar teknik baru. Profil B: Siti merasa masakannya biasa saja, namun ia rajin mengikuti kursus online dan bereksperimen dengan bahan lokal Labuan Bajo setiap minggu meskipun sering gagal.

   ⏱ ~34 menit

2. Coba cari video pendek yang menunjukkan proses kegagalan seorang inovator sebelum mereka berhasil.

🎥 Video — Perlu tindakan guru:

🔎 Kata kunci: kisah kegagalan pengusaha sukses growth mindset indonesia

Catatan: Durasi maksimal 5 menit, pastikan konten inspiratif dan relevan dengan dunia SMK.

Link (isi manual): ______________________________________________

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna

Pengumpulan data dan pengolahan data.

1. Isilah lembar audit berikut dengan jujur. Tidak ada jawaban salah, yang ada adalah langkah awal untuk bertumbuh.

   📊 Tabel Data:

Tabel Audit Mindset: 1. Ketika saya gagal, saya merasa... (A. Bodoh, B. Perlu belajar lagi). 2. Ketika teman sukses, saya merasa... (A. Terancam, B. Terinspirasi). 3. Tantangan baru adalah... (A. Beban, B. Peluang).

   📄 Lembar Isian:

   Lembar Refleksi Diri: 'Satu hal yang akan saya ubah dari cara berpikir saya minggu ini adalah...'

   ⏱ ~50 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Generalisasi dan penarikan kesimpulan.

1. Mari kita renungkan perjalanan belajar hari ini dengan menjawab tiga pertanyaan penting.

   📎 Konten:

   1. Kognitif: Apa perbedaan mendasar antara orang yang kreatif karena bakat dengan orang yang kreatif karena latihan? 2. Metakognitif: Saat mengisi audit mindset tadi, bagian mana yang paling sulit kamu akui? Mengapa? 3. Sistem Diri: Bagaimana pola pikir growth mindset ini bisa membantumu menghadapi tantangan ekonomi di Labuan Bajo?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

PERTEMUAN 2: Penerapan Growth Mindset dalam Solusi Wirausaha Lokal

Alokasi: 225 menit

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) [Otomatis]

Alasan: Pertemuan kedua mengharuskan murid menerapkan konsep untuk memecahkan masalah nyata di lingkungan sekolah/daerah.

Input Pembelajaran Mendalam:

💡 Berkesadaran: Visualisasi masa depan sebagai wirausahawan sukses di Labuan Bajo.

🌍 Bermakna: Mengangkat isu limbah pariwisata sebagai objek kreativitas.

🎨 Menggembirakan: Metode 'Pitching Santai' layaknya kompetisi startup namun dalam suasana yang mendukung.

Memahami · bermakna

Orientasi pada masalah dan mengorganisasi untuk belajar.

1. Bacalah data berikut dan diskusikan: Bagaimana growth mindset dapat mengubah masalah ini menjadi peluang kreatif?

   📊 Tabel Data:

Data Sampah Plastik Harian di Labuan Bajo: Januari (10 Ton), Februari (12 Ton), Maret (15 Ton). Keluhan Wisatawan: 'Kurangnya cinderamata yang unik dan ramah lingkungan'.

   ⏱ ~34 menit

⏱ Estimasi: 68 menit

Mengaplikasi · bermakna, berkesadaran

Membimbing penyelidikan dan mengembangkan hasil karya.

1. Gunakan teknik SCAMPER untuk memodifikasi ide kalian. Ingat, tidak ada ide yang bodoh dalam fase ini.

   📖 Teks Bacaan:

   Panduan SCAMPER: Substitute (Ganti bahan), Combine (Gabungkan fungsi), Adapt (Adaptasi ide lain), Modify (Ubah bentuk), Put to another use (Gunakan untuk hal lain), Eliminate (Hilangkan bagian tak perlu), Reverse (Balik alur).

   📋 Rubrik Mini:

   Ceklis Kreativitas: Apakah ide orisinal? Apakah memanfaatkan sumber daya lokal? Apakah solusi menjawab masalah?

   ⏱ ~60 menit

⏱ Estimasi: 113 menit

Merefleksi · berkesadaran

Menganalisis dan mengevaluasi proses.

1. Tanyakan pada diri kalian: Apakah kritik dari teman tadi membuatmu ingin berhenti atau justru memberimu ide baru?

   📎 Konten:

   1. Kognitif: Sebutkan 3 teknik kreativitas yang paling efektif kamu gunakan hari ini. 2. Metakognitif: Bagaimana perasaanmu saat idemu dikritik? Apa yang kamu lakukan untuk tetap tenang dan berpikir jernih? 3. Sistem Diri: Apakah kamu sekarang merasa lebih yakin bahwa kreativitas bisa dipelajari, bukan sekadar bakat?

   ⏱ ~44 menit

⏱ Estimasi: 44 menit

ASESMEN

PEMBELAJARAN

Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning):

Jenis: Self-assessment, Peer-assessment

Lembar refleksi harian dan formulir umpan balik teman sejawat.

Teknik: Penilaian diri menggunakan skala likert tentang keyakinan kemampuan bertumbuh.

Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning):

Jenis: Observasi, Tanya Jawab

Catatan anekdot selama diskusi kelompok.

Teknik: Guru berkeliling memberikan scaffolding saat murid melakukan brainstorming.

Asesmen Hasil Pembelajaran (Assessment of Learning):

Jenis: Penugasan Portofolio

Rubrik analisis konsep kreativitas dan rencana aksi growth mindset.

Teknik: Penyusunan dokumen 'My Growth Journey' yang berisi analisis diri dan rencana pengembangan kreativitas.

Rubrik / Kriteria KKTP:

Aspek yang Dinilai

Mahir

Cakap ✓

Layak

Baru Berkembang

Analisis Konsep Kreativitas

Mampu menjelaskan konsep kreativitas secara mendalam dan menghubungkannya dengan berbagai teknik inovasi.

Mampu menjelaskan konsep kreativitas dan memberikan contoh penerapannya.

Mampu menjelaskan definisi kreativitas namun contoh kurang relevan.

Belum mampu menjelaskan konsep kreativitas dengan benar.

Penerapan Growth Mindset

Menunjukkan konsistensi pola pikir berkembang saat menghadapi tantangan dan menerima kritik dengan sangat terbuka.

Menunjukkan pola pikir berkembang dalam sebagian besar aktivitas pembelajaran.

Mulai mencoba menerapkan pola pikir berkembang namun masih sering terpaku pada fixed mindset.

Menolak tantangan dan cenderung defensif terhadap umpan balik.

Kolaborasi dan Komunikasi

Aktif memimpin diskusi, mendengarkan secara empati, dan menyampaikan ide dengan sangat jelas.

Aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menyampaikan ide dengan jelas.

Berpartisipasi dalam diskusi jika diminta oleh anggota kelompok.

Pasif dalam kerja kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.

Tindak Lanjut:

✅ Sudah Mencapai TP: Diberikan proyek pengayaan berupa pembuatan proposal bisnis sederhana yang memanfaatkan potensi wisata Labuan Bajo.

⚠️ Belum Mencapai TP: Diberikan bimbingan konseling akademik untuk mengidentifikasi akar fixed mindset dan diberikan tugas bacaan biografi tokoh wirausaha yang gigih.

 

Mengetahui,

Kepala SMKN 1 LABUAN BAJO,

 

 

 

VIKTORIA  T. WULANG, S.PdkIM

NIP. 197109222006042007

MANGGARAI BARAT, 5 Agustus 2026

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

STEFANUS  SATU, S.Pd

NIP. 196612311994121054

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar