Konsentasi : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Fase /Kelas : F /XI
Capaian Pembelajaran :
Pada akhir fase F Peserta didik mampu mengidentifikasi
sikap dan perilaku yang membuat sukses dan gagal dalam berwirausaha, peserta didik mampu menyusun
rencana produksi meliputi menetapkan jenis dan jumlah produk, menetapkan
desain/rancangan produk,
menyusun proses kerja pembuatan prototipe/
contoh produk, dan menghitung biaya produksi.
Peserta didik mampu membuat produk mulai dari menyusun
rencana dan jadwal kerja, menetapkan strategi produksi, menetapkan kriteria standar/spesifikasi produk, melaksanakan kegiatan produksi, pengendalian mutu produk (quality assurance).
Peserta didik mampu membuat desain kemasan,
melaksanakan pengemasan produk, membuat labelling.
Peserta didik mampu menentukan
strategi distribusi dan memberikan layanan terhadap keluhan pelanggan
A. Pengertian Biaya
Produksi
Dalam operasional bisnis, pengertian biaya produksi adalah sejumlah dana
yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka melakukan pengolahan dan produksi
bahan baku demi terciptanya suatu produk.
Biaya produksi atau cost production merupakan biaya yang
dikeluarkan suatu perusahaan atau badan usaha, mulai dari proses pengolahan
bahan mentah hingga menghasilkan barang jadi.
Akumulasi dana yang dikeluarkan dalam proses ini disebut sebagai cost
production.
Biaya produksi diperlukan untuk mengetahui harga jual suatu produk.
Setelah seluruh biaya produksi dihitung, perusahaan bisa membaginya dengan
total output yang dihasilkan dari biaya tersebut dan menetapkan harga lengkap
dengan margin labanya.
Terdapat tiga unsur
yang berpengaruh pada besarnya cost produksi, yakni biaya
bahan baku langsung, tenaga kerja, dan overhead pabrik.
Bahan baku langsung merupakan bahan dengan wujud fisik dan akan diproses
menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.
Sementara itu, para tenaga kerja membantu proses produksi dan akan
mendapatkan upah.
Unsur yang terakhir adalah overhead pabrik yang
merupakan kumpulan komponen dalam industri manufaktur.
Biaya-biaya yang masuk dalam unsur ini seperti biaya bahan baku tidak
langsung, biaya pemeliharaan mesin, biaya air serta listrik, asuransi pabrik,
serta biaya-biaya lain yang termasuk pengeluaran rutin perusahaan.
Sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi untuk suatu barang dan jasa guna dijual kembali dan menghasilkan keuntungan.
Kegiatan tersebut tentu membutuhkan biaya, inilah yang bisa disebut dengan biaya produksi sebuah perusahaan.
A. Unsur Biaya Produksi
Pada dasarnya biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dilakukan pada
proses produksi perusahaan.
Biaya tersebut meliputi bahan baku, overhead pabrik dan
biaya tenaga kerja langsung. Ketiga unsur biaya tersebut sangat berpengaruh
pada kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.
1. Direct Material atau
Bahan Baku Langsung
Bahan yang berbentuk fisik serta diidentifikasi dan diproses menjadi
bagian barang jadi, atau dapat dilihat asal usulnya sebagai barang jadi dengan
cara ekonomis dan sederhana.
2. Direct Labor atau
Tenaga Kerja Langsung
Bahan baku yang menjadi produk jadi telah dikonversi oleh tenaga kerja
yang melakukan kegiatan tersebut dan bisa digabungkan secara layak ke produk
tertentu dalam proses produksi.
Keterlibatan sumber daya manusia membuat perusahaan wajib memberikan upah
sebagai ganti tenaga yang telah dikeluarkan.
Sehingga, unsur biaya produksi adalah biaya sumber daya manusia. Biaya
ini dikeluarkan oleh perusahaan dalam bentuk gaji bulanan atau dalam periode
tertentu sesuai kesepakatan.
3. Factory Overhead atau
Overhead Pabrik
Adanya unsur biaya manufaktur yang tidak terlihat secara langsung pada
pengeluaran tertentu.
Pada pelaporan keuangan, biasanya overhead
pabrik memasukkan semua biaya manufaktur. Tanpa memasukkan unsur bahan
baku langsung serta tenaga kerja langsung dalam proses produksi.
Adanya ketiga unsur penting ini tidak bisa dilepaskan dari biaya produksi
sebuah perusahaan.
Banyaknya biaya overhead pabrik juga akan memengaruhi
biaya yang akan dicatat dalam laporan keuangan, seperti:
- Adanya biaya bahan baku tak langsung
- Tenaga kerja tidak langsung
- Biaya pemeliharaan mesin serta reparasi
- Amortisasi dan depresiasi
- Biaya air dan listrik pabrik
- Asuransi pabrik
- Operasi, dll.
Hal tersebut akan berpengaruh dalam menghitung production cost
pada suatu bisnis.
Biaya-biaya tersebut memang melibatkan berbagai macam unsur dan kebutuhan
dalam pelaksanaan proses pembuatan suatu barang dan jasa.
Selain itu, pengaruh dari adanya biaya ini akan terlihat pada saat
pelaporan keuangan perusahaan.
A. Jenis-Jenis Biaya
Produksi
Secara garis besar, biaya produksi perusahaan ada dua jenis, yaitu biaya
produksi eksplisit dan implisit.
Selengkapnya tentang penjelasan dua jenis biaya produksi tersebut adalah
sebagai berikut.
Biaya Eksplisit (Langsung)
Biaya
eksplisit atau langsung merupakan jenis biaya produksi yang dialokasikan
perusahaan dalam membeli sejumlah kebutuhan dengan pembayaran tunai.
Dalam hal ini, contoh biaya produksi adalah pembelian bangunan, tanah,
mesin, gaji karyawan, dan bahan baku.
Jenis biaya produksi eksplisit akan dicatat secara langsung dalam laporan
keuangan. Besaran biaya langsung seringkali berbeda setiap waktunya. Mengingat
harga bahan baku atau kebutuhan lainnya mengalami naik turun.
Biaya Implisit (Tersembunyi)
Jenis biaya produksi berikutnya adalah biaya implisit (tersembunyi).
Biaya implisit merupakan pengeluaran perusahaan dalam memberikan fasilitas
produksi tanpa memengaruhi proses manufaktur secara langsung.
Namun hasilnya dirasakan dalam jangka panjang. Biasanya biaya tidak
langsung ini dimasukkan dalam biaya overhead.
Contoh biaya produksi eksplisit yaitu perawatan mesin, pelatihan SDM,
biaya sewa, dan sebagainya.
Contoh Komponen
Biaya Produksi
Ketika terlibat dalam sebuah proses produksi, sangat penting untuk
mengetahui hal apa saja yang termasuk production cost.
Apalagi pengeluaran dana tersebut akan berpengaruh pada harga barang dan
pelaporan keuangan perusahaan.
Beberapa contoh biaya produksi yang digunakan dalam acuan perhitungan
produksi terdiri dari:
Biaya Total (Total Cost = TC )
Dalam periode waktu tertentu, sebuah perusahaan akan menghasilkan
sejumlah barang jadi. Total biaya tetap dan biaya variabel yang digunakan
terhitung sebagai biaya produksi atau biaya total.
Rumus: TC = FC
+ VC
Biaya Rata-Rata ( AC = Average Cost )
Dalam menghasilkan barang, ada biaya yang harus dihasilkan dalam setiap
produksi per unitnya. Jadi, ketika total biaya dibagi dengan jumlah produk (
Quantitas = Q ) yang dihasilkan, maka nominal production cost yang
didapatkan akan disebut sebagai biaya rata-rata.
Rumus
: AC = TC : Q
Biaya Tetap ( FC = Fixed
Cost )
Biaya tetap merupakan jumlah biaya tetap yang harus dikeluarkan dan tidak
bergantung pada hasil produksi dalam kurun waktu tertentu.
Misalnya: biaya sewa gedung, biaya administrasi, serta pajak perusahaan.
Jika Biaya Tetap dibagi dengan
jumlah produksi ( Q ) maka menghasilkan Biaya Tetap Rata-Rata ( AFC )
Rumus
: AFC =
FC : Q
Biaya Variabel ( VC = Variable Cost )
Biaya
variabel merupakan biaya yang besarnya dapat berubah-ubah, tergantung dengan
hasil produksi. Bila hasil produksi besar, maka biaya variabel yang dikeluarkan
pun besar.
Sebaliknya, bila produksi kecil, maka biaya variabel yang dikeluarkan
kecil. Beberapa jenis biaya variabel adalah biaya bahan baku yang digunakan
serta upah pekerja harian.
Jika Biaya Variabel ( VC ) dibagi dengan jumlah produksi ( Q ) maka
mengasilkan biaya variable rata-rata ( AVC )
Rumus
: AVC = VC : Q
Biaya Marjinal ( MC = Marginal Cost )
Biaya marjinal adalah biaya tambahan yang diperlukan saat memproduksi
sebuah unit barang.
Marginal cost yang muncul saat adanya perluasan produksi ketika akan
menambah jumlah barang yang dihasilkan. Kondisi ini terjadi misalnya ada
pesanan mendadak yang harus dipenuhi.
Rumus : ∆TC : ∆Q
Teori Biaya Produksi
Sebelum menginjak pembahasan cara menghitung biaya produksi, sebaiknya
Anda perlu mengetahui teori biaya produksi. Adapun penjelasan teori biaya
produksi adalah sebagai berikut.
Full Costing
Full costing adalah metode perhitungan biaya produksi dengan
menjumlahkan seluruh unsur biaya produksi dalam perilaku tetap dan
variabel.
Jadi, seluruh biaya bahan baku, sumber daya manusia, dan overhead akan
dijumlahkan hingga menghasilkan biaya full costing.
Variable Costing
Ada pula cara perhitungan biaya produksi melibatkan biaya variabel saja
dengan unsur biaya produksi sama.
Kondisi demikian masuk dalam teori biaya produksi adalah variable
costing. Namun sangat jarang perusahaan menggunakan metode tersebut karena
biaya tetap tidak akan muncul nantinya.
Rumus Biaya Produksi
Setelah mengetahui berbagai jenis biaya produksi, di bawah ini dijelaskan
cara menghitung biaya produksi sehingga kamu bisa menetapkan harga jual suatu
produk.
- Tentukan
Penggunaan Teori Biaya Produksi
Pertama, cara menghitung biaya
produksi adalah menentukan penggunaan teori biaya produksi.
Kamu dapat menyesuaikan kondisi
keuangan perusahaan dengan teori biaya produksi yang cocok.
- Susun dan Total
Pembelian Bahan Baku ( BB )
Setelah menentukan metode yang tepat,
silakan buat daftar seluruh bahan baku yang sudah dibeli beserta harga per
satuannya. Kemudian, jumlahkan seluruh harga pembelian bahan baku.
Rumus biaya produksi berikut ini:
Persediaan
awal bahan baku + Pembelian bahan baku –
Persediaan akhir bahan baku = Biaya
bahan baku telah digunakan
- Rincikan dan
Jumlahkan Biaya Tenaga Kerja Langsung ( BTKL)
Kemudian kamu membuat perhitungan
rinci terkait jumlah sumber daya manusia yang dipekerjakan beserta posisi dan
besaran upah masing-masing. Lalu, total seluruh gaji masing-masing tenaga
kerja.
Hasil akhir tersebut merupakan biaya sumber daya manusia dan digunakan dalam perhitungan harga produksi.
- Buat
Perhitungan Biaya Overhead ( BOP
Berikutnya, perhitungan unsur biaya
produksi adalah biaya overhead. Setiap periode produksi bisa saja
alokasi dan besaran biaya ini berbeda-beda.
Catat seluruh pengeluaran biaya overhead secara
mendetail baik kuantitas dan harganya. Buatlah perhitungan biaya dari seluruh
pengeluaran tersebut.
- Jumlahkan
Seluruh Biaya Pengeluaran
Semua besaran total masing-masing
unsur biaya produksi telah diketahui. Selanjutnya, cara menghitung biaya
produksi adalah melakukan penjumlahan seluruh biaya pengeluaran baik secara
variabel atau tetap.
Kamu bisa menerapkan rumus biaya
produksi di bawah ini dalam perhitungannya.
Total
Biaya Produksi = Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Tenaga Kerja Langsung + Total Biaya Overhead Produksi atau
Biaya
Produksi = Biaya BB
+ BTKL + BOP
- Tetapkan Harga
Pokok Produksi Setiap Produk
Terakhir, silakan menetapkan harga
pokok produksi setiap produk melalui cara membagi total biaya produksi akhir
dengan total kuantitas produk.
Selain cara tersebut, kamu juga bisa
menggunakan rumus biaya produksi ini.
Harga Pokok Produksi Rata-rata
= (Jumlah biaya produksi + sisa awal persediaan barang saat proses produksi –
sisa akhir persediaan barang saat proses produksi) : kuantitas produk
Setelah mengetahui contoh production cost dan rumusnya,
berikutnya adalah mengetahui bagaimana cara dalam perhitungan biaya produksi
tersebut.
Contoh Pertama Rumus Biaya
Produksi:
Sebuah perusahaan CV. WAE TOTONINU Wae Kesambi bergerak dalam produksi sepatu formal pria.
Rupanya dalam kurun waktu satu bulan, mereka mampu memproduksi 2.500 produk
sepatu yang dapat langsung digunakan.
Produk ini rencananya akan dipasarkan ke enam toko besar termasuk
memasarkan di platform e-commerce. Dalam proses produksi 2.500 produk sepatu
maka akan diperlukan:
- Rp40.000.000 – pengadaan bahan baku
- Rp15.000.000 – membayar gaji karyawan
- Rp20.000.000 – iklan dan endorsement
- Rp6.000.000 – biaya kuota internet
- Rp6.000.000 – transport produk ke enam toko besar
- Rp5.000.000 – pengemasan produk
- Rp3.000.000 – pengeluaran gudang penyimpanan
Setelah ditambahkan, semua biaya tersebut akan menghasilkan production cost sebesar
Rp95.000.000. Bila dibagi dengan 2.500 unit produk, biaya rata-rata untuk satu
buah barang tersebut adalah Rp38.000.
Contoh Kedua Rumus Biaya Produksi:
Contoh lain , PT LARASAKTI adalah perusahaan dalam pengadaan alat rumah tangga.
Di awal Agustus, PT PT. LARASAKTI memiliki laporan bisnis sebagai
berikut:
- Persediaan bahan baku mentah Rp50.000.000
- Bahan baku setengah jadi Rp80.000.000
- Barang jadi yang siap dijual Rp110.000.000
- Pembelian persediaan bahan baku Rp700.000.000
- Biaya pengiriman Rp10.000.000.
- Biaya pemeliharaan mesin Rp8.000.000
- Sisa penggunaan bahan baku serta sisa bahan setengah jadi
Rp50.000.000
- Sisa bahan baku setengah jadi Rp10.000.000
- Alat rumah tangga siap dijual Rp25.000.000.
Tahap 1:
Bahan baku digunakan = saldo awal bahan baku + pembelian bahan baku -
saldo akhir bahan baku
80.000.000 + ( 700.000.000 +10.000.000) – 50.000.000 = 740.000.000
Tahap 2:
Total production cost = bahan baku digunakan + tenaga
kerja langsung + overhead produksi
135.000.000+ 8.000.000 = 143.000.000
Tahap 3:
Harga pokok produksi = total biaya + saldo awal persediaan – saldo akhir
persediaan
143.000.000 + 80.000.000 – 10.000.000 = 213.000.000
Tahap 4:
Harga pokok produksi = HPP + persediaan barang awal – persediaan barang
akhir.
213.000.000 + 110.000.000 – 25.000.000 = 298.000.000
Jadi, harga pokok produksi bulan Agustus adalah Rp298.000.000.
Dengan mengetahui proses dari perhitungan production cost serta
contohnya, kamu dapat menentukan berapa seharusnya harga barang yang akan
dipasarkan.
Bila ternyata biaya produksi masih terlampau besar, lakukanlah beberapa
langkah strategis untuk menekan komponen biaya ini. Misalnya, dengan menghemat
pemakaian listrik serta membeli peralatan produksi bekas.
TUGAS
Tujuan : 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis Biaya Produksi
2. Peserta didik dapat menghitung Biaya Produksi
Nama : ………………..
Kelas : ………………..
Insturksi : Hitunglah TC, AFC, AVC, AC dan MC
|
No |
Q |
FC |
VC |
TC |
AFC |
AVC |
AC |
MC |
|
1 |
0 |
1.000.000 |
- |
|
|
|
|
|
|
2 |
2 |
1.000.000 |
3.500.000 |
|
|
|
|
|
|
3 |
4 |
1.000.000 |
5.000.000 |
|
|
|
|
|
|
4 |
6 |
1.000.000 |
7.500.000 |
|
|
|
|
|
|
5 |
8 |
1.000.000 |
10.000.000 |
|
|
|
|
|
|
6 |
10 |
1.000.000 |
12.500.000 |
|
|
|
|
|
|
7 |
12 |
1.000.000 |
15.000.000 |
|
|
|
|
|
|
8 |
14 |
1.000.000 |
17.500.000 |
|
|
|
|
|
|
9 |
16 |
1.000.000 |
20.000.000 |
|
|
|
|
|
|
10 |
20 |
1.000.000 |
22.500.000 |
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar