Rabu, 20 Maret 2024

Cara Menetapkan Harga Jual Produk

 

                                              Dirangkum oleh Stefanus Satu, S.Pd

Harga jual produk adalah salah satu hal penting yang harus diputuskan oleh penjual atau pengusaha dalam menjual produknya.

Cara menentukan harga jual produk didasari oleh berbagai banyak faktor.  Salah dalam menentukan harga jual  dengan baik, maka akan berpotensi pada kegagalan bisnis . Sebagai seorang pebisnis yang baik, sudah seharusnya  mengetahui cara menentukan harga jual produk agar tidak mengalami kerugian.

Harga jual adalah  harga barang  yang dibebankan kepada pelanggan. Harga barang terbentuk oleh  biaya produksi ditambah non produksi, dan laba yang diharapkan.

Banyak variabel yang bisa mempengaruhi penentuan harga jual produk. Hal ini meliputi elastisitas permintaan, laba perusahaan, produk, sasaran produk, hingga persaingan pasar dan permintaan pelanggan.

Cara menentukan harga jual produk dapat dipengaruhi oleh Biaya produksi + Biaya non produksi + Laba yang diharapkan.

Jika tidak mempertimbangkan tiga variabel tersebut, ada dua risiko yang akan Anda hadapi.

  • Menetapkan harga jual produk dengan  murah, maka imbasnya produk Anda banyak yang terjual. Namun, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan keuntungan yang sedikit bahkan Mengalami kerugian.
  • Menetapkan harga jual produk mahal, maka imbasnya produk Anda sedikit yang terjual dan tidak bisa memperoleh keuntungan yang diinginkan.

Maka dari itu, ada baiknya Anda mengetahui dan memahami cara menentukan harga jual agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan harga pokok penjualan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Produk

Ada  beberapa faktor yang bisa mempengaruhi cara menentukan harga jual produk.

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Faktor pertama yang bisa mempengaruhi cara menentukan harga jual produk adalah biaya tetap atau fixed costBiaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap dan  harus dikeluarkan berapapun volume produksi perusahaan. Contoh biaya tetap adalah biaya perawatan mesin, tagihan listrik, sewa gedung, upah pekerja, dan hal lainnya.

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Faktor kedua yang bisa mempengaruhi cara menentukan harga jual produk adalah biaya variabel. Biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sesuai jumlah produksi. Seperti, biaya bahan baku, upah pekerja tambahan (jika ada), dan hal lainnya. Biaya variable jumlahnya berubah ubah mengikuti perubahan jumlah produksi.

3. Break Even Point (BEP)

Break even point adalah sebuah kondisi dimana jumlah pengeluaran untuk biaya produksi memiliki jumlah yang sama dengan pendapatan atau laba yang diterima dari hasil penjualan. BEP dikenal juga dengan nama analisis Titik Impas. Pada kondisi ini Perusahaan tidak mengalami keuntungan dan juga tidak mengalami kerugian.

Perhitungan BEP sangatlah penting dalam cara menghitung harga jual produk. Sebab bisa menjadi dasar untuk melakukan analisis proyeksi berapa jumlah produk yang harus diproduksi hingga biaya yang dibutuhkan, dan harga penjualan yang harus ditentukan agar tidak mengalami kerugian.

Metode Menentukan Harga Jual Produk

1. Margin Pricing

Margin pricing adalah salah satu cara menentukan harga jual produk dengan menetukan persentasi keuntungan atas produk yang dijual. Metode ini sangat fleksibel , karena bisa dibandingkan juga dengan harga barang yang sejenis milik pesaing, apakah tinggi  atau rendah.

Berikut rumus harga jual produk dengan menggunakan metode penerapan harga margin pricing adalah:

Margin Pricing  = (harga jual – harga modal) / harga jual x 100%

Contoh, Bisnis  Anda bergerak di bidang makanan dan menjual berbagai macam donat dan kue-kue. Satu donat yang Anda jual berkisar Rp15.000,00 dengan modal Rp10.000,00. Maka cara menghitung keuntungan jualan dengan margin pricing adalah:

(Rp15.000,00 – Rp10.000,00) / Rp15.000,00 x 100%

= Rp5.000,00 / Rp15.000,00 x 100%

= 0,33 x 100%

= 33%

Jadi, keuntungan untuk setiap satu donat yang terjual, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 33%. Perlu diketahui bahwa, batas wajar keuntungan yang ideal adalah 50% dari modal yang Anda keluarkan. Sehingga, Anda masih bisa menaikan harga untuk satu donat yang dijual.

2. Markup Pricing

Menentukan harga jual produk dengan menggunakan metode  markup pricing, dilakukan dengan cara menambahkan persentase profit pada harga jual.

Rumus menetapkan harga jual produk dengan menggunakan metode markup pricing adalah:

Harga jual = modal + (modal x persentase margin)

Sebagai contoh, Anda mengeluarkan modal Rp10.000,00 untuk satu buah donat dan Anda ingin mendapatkan keuntungan sebesar 50%. Maka cara menghitung keuntungan jualan dengan markup pricing adalah:

Rp15.000,00 + (Rp15.000,00 x 50%)

= Rp15.000,00 + Rp7.500,00

= Rp22.500,00

Jika  ingin mendapatkan persentase profit hingga 50%, berarti  harus menaikan harga satu porsi donat menjadi Rp22.500,00.

3. Cost Plus Pricing

Menentukan harga jual produk  dengan metode  cost plus pricing, dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk produksi.

Artinya, Anda bisa menjumlahkan biaya produksi per jumlah produk kemudian ditambahkan dengan margin profit yang diinginkan. Berikut rumus harga jual produk dengan cost plus pricing adalah:

Harga jual = total biaya yang dikeluarkan + (persentase margin x total biaya yang dikeluarkan)

Sebagai contoh, bisnis yang Anda jalankan bergerak di bidang retail yang menjual baju anak-anak. Setiap harinya Anda bisa memproduksi 100 baju anak-anak dengan jumlah biaya tetap mencapai Rp12.500.000,00 dan total biaya variabel mencapai Rp25.000.000,00. Anda berkeinginan untuk mendapatkan persentase profit sebesar 10% untuk setiap produk yang terjual, maka cara menentukan harga jual produk adalah:

Rp37.500.000,00 + (10% x Rp37.500.000,00)

= Rp37.500.000,00 + Rp3.750.000,00

= Rp41.250.000,00

Karena setiap harinya Anda bisa memproduksi 100 baju anak-anak, maka dari total Rp41.250.000,00 dibagi dengan 100 pcs baju. Maka Anda bisa menetapkan harga jual adalah sebesar Rp412.500,00 untuk setiap 1 pcs baju anak-anak.

4. Break Even Pricing ( BEP )

Cara menentukan harga jual produk  dengan break even pricing, dilakukan dengan cara menghitung titik impas ( pulang pokok ) Dimana jumalh biaya yang dikeluarkan sama dengan jumlah keuntungan atau laba yang diestimasikan.  Dengan mengetahui titik pulang pokok  maka dengan mudah menentukan harga jual produk yaitu menjual di atas harga pulang pokok. Karena dengan menjual seperti itu akan mendapatkan keuntungan atau laba. Demikian sebaliknya jika menjua di bawah Harag Pulang Pokok, akan mengalami kerugian.

Dalam metode penerapan harga break even pricing, jika permintaan akan produk meningkat, maka harga produk bisa ikut naik. Sebaliknya, jika permintaan akan produk menurun, maka harga produk bisa ikut turun.

5. Keystone Pricing

Keystone pricing termasuk salah satu cara menentukan harga jual produk yang bisa Anda gunakan. Metode penerapan harga ini dilakukan dengan menetapkan harga jual dua kali lipat dari total biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.

Umumnya, cara menghitung harga jual per unit ini digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang retail. Misalnya, biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat satu buah baju laki-laki dewasa adalah Rp250.000,00. Dengan menggunakan cara menentukan harga jual produk ini, Anda bisa menetapkan harga jual adalah Rp500.000,00.

Hal yang harus Anda perhatikan ketika ingin menggunakan cara menentukan harga jual produk ini adalah, ada harga ada kualitas. Jangan sampai dengan cara menghitung harga jual per unit ini, Anda tidak bisa memberikan kualitas produk yang tidak sepadan dengan harganya.

6. Manufacturer Suggested Retail Price ( MSRP )

Cara menentukan harga jual produk dengan metode  manufacturer suggested retail price , dilakukan dengan cara menjual produk dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pabrik.

Umumnya, perusahaan yang menggunakan cara ini adalah yang bergerak di sektor manufaktur yang membuat kendaraan bermotor, produk elektronik, produk lainnya. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan cara menentukan harga jual produk sendiri. Untuk mendapatkan keuntungan, banyak pebisnis yang merubah harga jual produk dari harga yang ditetapkan pabrik.

7. Value Based Pricing

Pada metode  value based pricing ,  harga jual produk ditentukan oleh nilai barang tersebut, dan nilai barang  termasuk harga barang tersebut  ditentukan oleh pelanggan.

Cara menghitung harga jual per unit ini sering digunakan untuk mereka yang memiliki bisnis barang antik atau barang koleksi langka.

Pada umumnya, cara menghitung keuntungan jualan dengan value based pricing ditentukan oleh pelanggan. Dengan kata lain, pelanggan akan berani membayar dengan harga tinggi apabila nilai yang ditawarkan pun sama tingginya.

8. Harga Pasar

Satu lagi cara menentukan harga jual produk yang bisa Anda gunakan, yaitu berdasarkan harga pasar. Artinya, Anda bisa menggunakan biaya modal yang dikeluarkan sebagai cara menghitung harga jual per unit.

Metode penerapan harga ini menggunakan harga pasar untuk menentukan jumlah modal yang harus dikeluarkan dan juga untuk menentukan keuntungan yang Anda dapatkan.

Misalkan, harga jual satu porsi nasi uduk di daerah Anda adalah Rp5.000,00. Jika Anda ingin dapat untung, cara menentukan harga jual produk adalah dengan menetapkan harga beda yaitu  lebih murah atau lebih mahal sedikit dari harga pasaran. Sehingga Anda bisa memperhitungkan modal yang harus dikeluarkan.

Daftar Pustaka

https://www.kitalulus.com/blog/bisnis/cara-menentukan-harga-jual-produk/

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar