Dirangkum oleh Stefanus Satu, S.Pd
Harga jual produk adalah salah satu hal penting yang harus diputuskan oleh penjual atau pengusaha dalam menjual produknya.
Cara menentukan harga jual produk didasari oleh berbagai banyak faktor. Salah dalam menentukan harga jual dengan baik, maka akan berpotensi pada kegagalan bisnis . Sebagai seorang pebisnis yang baik, sudah seharusnya mengetahui cara menentukan harga jual produk agar tidak mengalami kerugian.
Harga jual adalah harga barang
yang dibebankan kepada pelanggan. Harga barang terbentuk oleh biaya produksi ditambah non produksi, dan laba
yang diharapkan.
Banyak variabel yang bisa mempengaruhi penentuan harga
jual produk. Hal ini meliputi elastisitas permintaan, laba perusahaan, produk,
sasaran produk, hingga persaingan pasar dan permintaan pelanggan.
Cara menentukan harga jual produk dapat dipengaruhi oleh
Biaya produksi + Biaya non produksi + Laba yang diharapkan.
Jika tidak mempertimbangkan tiga variabel tersebut, ada
dua risiko yang akan Anda hadapi.
- Menetapkan
harga jual produk dengan murah, maka imbasnya produk Anda banyak
yang terjual. Namun, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan keuntungan yang sedikit bahkan
Mengalami kerugian.
- Menetapkan harga jual produk mahal, maka imbasnya
produk Anda sedikit yang terjual dan tidak bisa memperoleh keuntungan yang
diinginkan.
Maka
dari itu, ada baiknya Anda mengetahui dan memahami cara menentukan harga jual
agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan harga pokok penjualan.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Produk
Ada
beberapa faktor yang bisa mempengaruhi
cara menentukan harga jual produk.
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Faktor pertama yang bisa mempengaruhi cara menentukan
harga jual produk adalah biaya
tetap atau fixed cost. Biaya tetap adalah biaya yang
jumlahnya tetap dan harus dikeluarkan
berapapun volume produksi perusahaan. Contoh biaya tetap adalah biaya
perawatan mesin, tagihan listrik, sewa gedung, upah pekerja, dan hal lainnya.
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Faktor kedua yang bisa mempengaruhi cara menentukan harga
jual produk adalah biaya
variabel. Biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan sesuai jumlah produksi. Seperti, biaya bahan baku, upah pekerja
tambahan (jika ada), dan hal lainnya. Biaya variable jumlahnya berubah ubah
mengikuti perubahan jumlah produksi.
3. Break Even Point (BEP)
Break even point adalah sebuah kondisi
dimana jumlah pengeluaran untuk biaya produksi memiliki jumlah yang sama dengan
pendapatan atau laba yang diterima dari hasil penjualan. BEP dikenal juga
dengan nama analisis Titik Impas. Pada kondisi ini Perusahaan tidak mengalami
keuntungan dan juga tidak mengalami kerugian.
Perhitungan BEP sangatlah penting dalam cara menghitung
harga jual produk. Sebab bisa menjadi dasar untuk melakukan analisis proyeksi
berapa jumlah produk yang harus diproduksi hingga biaya yang dibutuhkan, dan
harga penjualan yang harus ditentukan agar tidak mengalami kerugian.
Metode Menentukan Harga Jual Produk
1. Margin Pricing
Margin pricing adalah salah satu
cara menentukan harga jual produk dengan menetukan persentasi keuntungan atas
produk yang dijual. Metode ini sangat fleksibel , karena bisa dibandingkan juga
dengan harga barang yang sejenis milik pesaing, apakah tinggi atau rendah.
Berikut
rumus harga jual produk dengan menggunakan metode penerapan harga margin
pricing adalah:
Margin Pricing = (harga jual – harga modal) / harga jual x
100%
Contoh,
Bisnis Anda bergerak di bidang makanan
dan menjual berbagai macam donat dan kue-kue. Satu donat yang Anda jual
berkisar Rp15.000,00 dengan modal Rp10.000,00. Maka cara menghitung keuntungan
jualan dengan margin pricing adalah:
(Rp15.000,00
– Rp10.000,00) / Rp15.000,00 x 100%
=
Rp5.000,00 / Rp15.000,00 x 100%
=
0,33 x 100%
=
33%
Jadi,
keuntungan untuk setiap satu donat yang terjual, Anda akan mendapatkan
keuntungan sebesar 33%. Perlu diketahui bahwa, batas wajar keuntungan yang
ideal adalah 50% dari modal yang Anda keluarkan. Sehingga, Anda masih bisa
menaikan harga untuk satu donat yang dijual.
2. Markup Pricing
Menentukan harga jual produk dengan menggunakan metode markup pricing, dilakukan dengan
cara menambahkan persentase profit pada harga jual.
Rumus menetapkan harga jual produk dengan
menggunakan metode markup pricing adalah:
Harga
jual = modal + (modal x persentase margin)
Sebagai
contoh, Anda mengeluarkan modal Rp10.000,00 untuk satu buah donat dan Anda
ingin mendapatkan keuntungan sebesar 50%. Maka cara menghitung keuntungan
jualan dengan markup pricing adalah:
Rp15.000,00
+ (Rp15.000,00 x 50%)
=
Rp15.000,00 + Rp7.500,00
=
Rp22.500,00
Jika
ingin mendapatkan persentase profit hingga
50%, berarti harus menaikan harga satu
porsi donat menjadi Rp22.500,00.
3. Cost Plus Pricing
Menentukan harga jual produk dengan metode cost plus pricing,
dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk produksi.
Artinya, Anda bisa menjumlahkan biaya produksi per jumlah
produk kemudian ditambahkan dengan margin profit yang
diinginkan. Berikut rumus harga jual produk dengan cost plus pricing adalah:
Harga
jual = total biaya yang dikeluarkan + (persentase margin x total biaya yang
dikeluarkan)
Sebagai
contoh, bisnis yang Anda jalankan bergerak di bidang retail yang
menjual baju anak-anak. Setiap harinya Anda bisa memproduksi 100 baju anak-anak
dengan jumlah biaya tetap mencapai Rp12.500.000,00 dan total biaya variabel
mencapai Rp25.000.000,00. Anda berkeinginan untuk mendapatkan persentase profit sebesar
10% untuk setiap produk yang terjual, maka cara menentukan harga jual produk
adalah:
Rp37.500.000,00
+ (10% x Rp37.500.000,00)
=
Rp37.500.000,00 + Rp3.750.000,00
=
Rp41.250.000,00
Karena
setiap harinya Anda bisa memproduksi 100 baju anak-anak, maka dari total Rp41.250.000,00
dibagi dengan 100 pcs baju. Maka Anda bisa menetapkan harga jual adalah
sebesar Rp412.500,00 untuk setiap 1 pcs baju anak-anak.
4. Break Even Pricing ( BEP )
Cara menentukan harga jual produk dengan break even pricing, dilakukan
dengan cara menghitung titik impas ( pulang pokok ) Dimana jumalh biaya yang
dikeluarkan sama dengan jumlah keuntungan atau laba yang diestimasikan. Dengan mengetahui titik pulang pokok maka dengan mudah menentukan harga jual produk
yaitu menjual di atas harga pulang pokok. Karena dengan menjual seperti itu
akan mendapatkan keuntungan atau laba. Demikian sebaliknya jika menjua di bawah
Harag Pulang Pokok, akan mengalami kerugian.
Dalam metode penerapan harga break even pricing,
jika permintaan akan produk meningkat, maka harga produk bisa ikut naik.
Sebaliknya, jika permintaan akan produk menurun, maka harga produk bisa ikut
turun.
5. Keystone Pricing
Keystone pricing termasuk salah satu
cara menentukan harga jual produk yang bisa Anda gunakan. Metode penerapan
harga ini dilakukan dengan menetapkan harga jual dua kali lipat dari total biaya yang dikeluarkan
dalam proses produksi.
Umumnya, cara menghitung harga jual per unit ini
digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang retail. Misalnya,
biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat satu buah baju laki-laki dewasa
adalah Rp250.000,00. Dengan menggunakan cara menentukan harga jual produk ini,
Anda bisa menetapkan harga jual adalah Rp500.000,00.
Hal yang harus Anda perhatikan ketika ingin menggunakan
cara menentukan harga jual produk ini adalah, ada harga ada kualitas. Jangan
sampai dengan cara menghitung harga jual per unit ini, Anda tidak bisa
memberikan kualitas produk yang tidak sepadan dengan harganya.
6. Manufacturer Suggested Retail
Price ( MSRP )
Cara menentukan harga jual produk dengan metode manufacturer suggested retail
price , dilakukan dengan cara menjual produk dengan harga yang
sudah ditetapkan oleh pabrik.
Umumnya, perusahaan yang menggunakan cara ini adalah yang
bergerak di sektor manufaktur yang membuat kendaraan bermotor, produk
elektronik, produk lainnya. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan
cara menentukan harga jual produk sendiri. Untuk mendapatkan keuntungan, banyak
pebisnis yang merubah harga jual produk dari harga yang ditetapkan pabrik.
7. Value Based Pricing
Pada metode value based pricing , harga jual produk ditentukan oleh nilai barang tersebut, dan nilai barang termasuk harga barang tersebut ditentukan oleh pelanggan.
Cara menghitung harga jual per unit ini sering digunakan untuk mereka yang memiliki bisnis barang antik atau barang koleksi langka.
Pada
umumnya, cara menghitung keuntungan jualan dengan value based pricing ditentukan
oleh pelanggan. Dengan kata lain, pelanggan akan berani membayar dengan harga
tinggi apabila nilai yang ditawarkan pun sama tingginya.
8. Harga Pasar
Satu lagi cara menentukan harga jual produk yang bisa
Anda gunakan, yaitu berdasarkan harga pasar. Artinya, Anda bisa menggunakan
biaya modal yang dikeluarkan sebagai cara menghitung harga jual per unit.
Metode penerapan harga ini menggunakan harga pasar untuk
menentukan jumlah modal yang harus dikeluarkan dan juga untuk menentukan
keuntungan yang Anda dapatkan.
Misalkan, harga jual satu porsi nasi uduk di daerah Anda
adalah Rp5.000,00. Jika Anda ingin dapat untung, cara menentukan harga jual
produk adalah dengan menetapkan harga beda yaitu lebih murah atau lebih mahal sedikit dari
harga pasaran. Sehingga Anda bisa memperhitungkan modal yang harus dikeluarkan.
Daftar
Pustaka
https://www.kitalulus.com/blog/bisnis/cara-menentukan-harga-jual-produk/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar