Rabu, 20 Maret 2024

Break Even Point ( BEP )

 

                                                    Dirangkum oleh STEFANUS SATU, S.Pd

A.  Pengertian Break Even Point (BEP)

1. Mulyadi

Menurut Mulyadi, BEP diartikan sebagai impas, yakni keadaan di mana usaha tidak mendapatkan laba, tapi juga tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, usaha tersebut dikatakan impas apabila jumlah pendapatannya sama dengan jumlah biaya, atau jika laba kontribusi digunakan untuk menutup biaya saja.

2. Harahap

Menurut Harahap, Break Even Point adalah kondisi atau kinerja perusahaan di mana tidak adanya laba dan tidak mengalami kerugian. Dengan kata lain, semua biaya yang sudah dikeluarkan bisa tertutup dari pendapatan suatu produk.

B.  Fungsi Break Even Point (BEP)

1. Menentukan Besaran Volume Barang

BEP memiliki fungsi untuk menentukan besaran volume barang yang akan diproduksi. Setelah dapat menentukan volume produksi, maka dengan BEP pengusaha bisa menentukan memproyeksikan laba dari perusahaan.

2. Memudahkan Untuk Menentukan Langkah

Seorang Pebisnis atau pengusaha juga bisa menentukan langkah yang efisien untuk kedepannya. Contohnya menentukan langkah untuk mengurangi beban yang dianggap tidak perlu dalam kinerja pada perusahaan. Hal itu dapat dilakukan dengan membuat BEP terlebih dahulu.

3. Mengetahui Perubahan Nilai Keuntungan

Fungsi dari BEP berperan tinggi dalam mengetahui perubahan nilai keuntungan yang mungkin saja terjadi jika terjadi suatu perubahan harga dari produk. Hal ini sebenarnya didapatkan dari pengertian bahwa nilai BEP dan harga produk yang dijual berada dalam satu garis linear. Oleh sebab itu, jika salah satu point dalam definisi tersebut tinggi, maka point lainnya yang berada dalam garis tersebut juga akan tinggi.

C.   Dasar-Dasar Break Even Point (BEP)

Seorang pengusaha bisa memahami dan mengetahui keuangan dalam periode tertentu atau selanjutnya dengan melihat BEP dari hasil penjualan. Oleh sebab itu, sangat diperlukan pemahaman mengenai konsep dasar dalam menentukan titik BEP ini. Berikut ini terdapat beberapa macam dasar dari Break Even Point yang harus dipahami dan dimengerti:

1.        Bahan utama dalam perhitungan BEP ini merupakan biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel ( Variable cost )

2.      Apabila muncul suatu perubahan selama produksi, maka tidak berpengaruh pada nilai biaya tetap atau fixed cost dan tetap konstan.

3.      Munculnya perubahan volume dari kapasitas produksi, tentu saja berpengaruh pada nilai biaya variabel keseluruhannya.

4.      Jika nilai jual barang tetap, maka selama analisis dilakukan tidak akan memunculkan perubahan harga jual yang ditetapkan.

5.      Jika dilihat dari perhitungan BEP, jumlah produk yang dihasilkan akan selalu dianggap sudah habis terjual.

6.      Menghitung BEP berlaku untuk satu produk, jika perusahaan melakukan produksi secara massal, maka diperlukan persamaan hasil penjualan setiap produk.

 

D.  Manfaat dari Break Even Point

 

1.  Membantu perusahaan/pebisnis untuk mengambil langkah yang lebih efisien

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa BEP merupakan salah satu cara untuk menghitung apakah suatu produk yang dijual bisa menguntungkan perusahaan atau tidak. Oleh sebab itu, dengan menghitung BEP, maka perusahaan akan menjadi lebih mudah dalam menentukan langkah apa yang harus dilakukan agar perusahaan menjadi lebih berkembang dan maju.

2. Dapat membuat estimasi waktu balik modal

Manfaat kedua dari menghitung BEP pada suatu perusahaan adalah pengusaha menjadi lebih mudah dalam menentukan estimasi waktu untuk balik modal. Benar sekali, setiap pengusaha atau pebisnis pastinya menginginkan untuk balik modal. Dengan menghitung BEP, maka pebisnis bisa menghitung perputaran penjualan suatu produk, sehingga bisa mengetahui kapan waktu untuk balik moda, entah itu dalam hitungan tahun atau bulan.
Dengan begitu, pengusaha atau pebisnis bisa menumbuhkan perusahaan. Bahkan, dengan BEP, pebisnis bisa menjadi lebih mudah untuk menentukan kapan membutuhkan investor.

3. Profitabilitas dalam suatu bisnis

Manfaat yang ketiga dari Break Even Point adalah dapat meningkatkan profitabilitas dalam suatu bisnis. Hal ini dapat terjadi karena dengan menghitung BEP, maka perusahaan menjadi lebih mudah dalam melakukan analisa keuntungan. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa BEP dapat mengurangi risiko terjadinya kerugian dari suatu perusahaan.

E.   Komponen yang Membentuk Break Even Point 

1. Biaya Tetap/Fixed Cost

Jenis biaya yang tidak berubah atau statis dengan kenaikan atau penurunan jumlah barang atau jasa yang diproduksi atau bahasa gampangnya bisa diartikan sebagai biaya yang harus dihitung meskipun saat itu bisnisnya sedang mengalami penurunan dalam penjualan atau tidak memproduksi sesuatu.

2. Biaya Variabel

Jenis biaya yang angkanya tidak tetap atau bisa dibilang dengan bisa berubah, tergantung dari tingkat produksi yang sedang dilakukan. Tingkat produksi dan biaya variabel akan selalu sama dan berkaitan. Contoh dari variabel cost ini antara lain, bahan baku, beban listrik, air dan lain-lain.

3. Harga Jual

Hal ini didapatkan dari semua biaya yang diperlukan dalam memproduksi suatu barang, ditambah dengan keuntungan yang ingin didapatkan.

4. Pendapatan

Pendapatan atau penghasilan yang didapatkan dari seluruh penjualan produk atau jasa. Jumlah pendapatan tersebut didapatkan berdasarkan harga jual dikali dengan jumlah produk yang berhasil tembus dijual di pasaran.

5. Laba

Komponen pembentuk BEP yang terakhir tidak jauh dari nama keuntungan, cara menghitung keuntungan atau laba ini dengan sisa penghasilan yang didapat dikurangi oleh biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost).

F.   Faktor Peningkat Break Even Point (BEP)

Berikut ini merupakan beberapa faktor yang bisa meningkatkan Break Even Point:

1. Peningkatan Penjualan

Saat terjadinya peningkatan penjualan oleh konsumen, dapat diartikan sebagai permintaan yang lebih tinggi. Untuk menanggapi hal tersebut, maka perusahaan tentu perlu meningkatkan aktivitas produksinya. Pada akhirnya, BEP akan mengalami kenaikan untuk menutupi biaya penambahan produksi tersebut.

2. Biaya Produksi Meningkat

Biaya produksi yang meningkat ini juga bisa menjadi beberapa faktor yang melonjakkan Break Even Point. Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri sebagai pebisnis saat permintaan produk atau penjualan pelanggan tetap sama, namun biaya variabelnya saja yang meningkat. Tidak hanya biaya produksi, BEP juga bisa meningkat akibat adanya kenaikan biaya sewa gedung, gaji karyawan, ataupun biaya utilitas.

3. Perbaikan Peralatan

Faktor lainnya yang bisa meningkatkan BEP itu adalah perbaikan alat termasuk masalah pada produksi. Saat hal itu terjadi, kenaikan BEP juga terjadi, itu semua karena jumlah target unit yang tidak bisa diproduksi sesuai waktu yang telah ditentukan. Peralatan yang gagal beroperasi atau menghasilkan produk yang gagal juga bisa berujung pada meningkatnya biaya operasional, sehingga titik impasnya menjadi lebih tinggi.

G.  Cara Mengurangi Break Even Point (BEP) 

Agar bisnis anda dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi, maka nilai BEP harus diturunkan. Berikut ini adalah cara yang paling efektif untuk mengurangi nilai BEP antara lain:

1. Menaikkan Harga Produk

Langkah ini sebenarnya jarang sekali digunakan karena para pebisnis rata-rata takut kehilangan customer-nya. Namun, untuk mengurangi nilai BEP untuk meningkatkan profitabilitas, sebaiknya anda perlu mempertimbangkan lebih dalam mengenai menaikkan harga jual suatu produk ini ke masyarakat luas.

2. Melakukan Outsourcing

Profitabilitas merupakan kemampuan pebisnis dalam menghasilkan profit dalam periode tertentu dengan meningkatkan penjualan, aset dan modal tertentu. Profitabilitas ini dapat meningkat jika pebisnis memilih untuk melakukan outsourcing yang mana cara ini dapat digunakan untuk membantu dalam mengurangi biaya produksi ketika volume produksi meningkat.

H.  Rumus  BEP (Break Even Point)

Untuk menghitung nilai BEP ini anda bisa menggunakan dua rumus yang berbeda, yaitu berdasarkan unit atau berdasarkan nominal. Rumus BEP unit ini akan membantu Anda untuk mengetahui berapa banyak unit yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Sedangkan, rumus BEP nominal ini yang akan membantu Anda untuk mengetahui berapa banyak nilai penjualan yang dicapai untuk mencapai  titik impas.

Rumus BEP unit yang bisa Anda gunakan:

BEP = Total Biaya Tetap / (Harga Jual Produk per Unit – Biaya Variabel Unit Produk)

Contoh:

Mimi memiliki bisnis kantin sekolah. Biaya tetap yang dibutuhkan oleh bisnisnya ialah sejumlah Rp 10.000.000 per bulan. Biaya variabel per unit produknya adalah Rp 10.000. Sedangkan, harga jual makanan tersebut adalah Rp 20.000. Maka, cara menghitung BEP bisnis Mimi adalah sebagai berikut:

BEP Unit:

BEP = 10.000.000 / (20.000-10.000)
BEP = 10.000.000 / 10.000
BEP = 1.000 unit

Ilustrasi diatas mengartikan untuk mencapai titik impas di mana bisnis Mimi tidak akan mengalami kerugian jika Mimi harus memproduksi sekitar 1.000 pax makanan dalam satu bulan.

Rumus BEP nominal adalah sebagai berikut:

BEP = Total Biaya Tetap / (1 – Biaya Variabel Unit Produk / Harga Jual Produk per Unit)

BEP Nominal:

BEP = 10.000.000 / (1-10.000 / 20.000)
BEP = 10.000.000 / (1- 0.5)
BEP = 10.000.000 / 0.5
BEP = 20.000.000

Arti dari ilustrasi diatas adalah agar bisnis kantin Mimi mampu mencapai titik impas dengan melakukan penjualan senilai Rp 20.000.000,00 setiap bulannya.

BEP Per Biaya =

= (Total Fixed Cost + Total Variable Cost) / Total Unit

PT Lingkar Senja di bulan Agustus 2022 memproduksi 500 unit semen, dengan biaya tetap sebesar Rp15.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp60.000 per unit semen. Berapa BEP per biaya yang didapat PT Lingkar Senja?

Total Variable Cost = Rp60.000 x 500 unit = Rp30.000.000

BEP Per Biaya =

= (Total Fixed Cost + Total Variable Cost) / Total Unit

= (Rp15.000.000 + Rp30.000.000) / 500

= Rp45.000.000 / 500

= Rp90.000

Maka BEP per biaya PT Lingkar Senja pada bulan Agustus 2021 adalah Rp90.000/unit. Jika Bila PT Lingkar Senja ingin mendapatkan profit, harga semen persaknya harus lebih tinggi dari BEP yang dihasilkan.

 

 

Daftar Pustaka

1.        https://majoo.id/solusi/detail/bep-break-event-point-adalah

2.      https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-break-even-point/

 


 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar